... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

222 Anggota Polri Dipecat Tidak Hormat Tahun 2017, Ini Pelanggarannya

Foto: Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian beserta jajaran kepolisian

KIBLAT.NET, Jakarta – Sepanjang tahun 2017 institusi Kepolisian Republik Indonesia (Polri), menorehkan catatan buruk terkait keterlibatan anggota Polri dalam kasus narkoba dan kasus lain dalam hal kedisiplinan dan kode etik profesi. Hal itu dipaparkan Kapolri Jenderal Tito Karnavian saat mempresentasikan catatan akhir tahun Polri di gedung Rupatama Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (29/12/2017).

“Sebanyak 222 anggota Polri mendapat sanksi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) sepanjang 2017. PTDH dilakukan pada anggota tamtama 4 orang, pamen (perwira menengah) 8 orang, pama (perwira pertama) 13 orang dan brigadir 197 orang,” kata mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) itu.

Tito menjabarkan ada 170 kasus yang diputuskan terkait tindak pidana di tahun 2017. Rinciannya, narkoba 75 kasus, perzinaan 7 kasus, KDRT 8 kasus, curas (pencurian dengan kekerasan) 8 kasus, pencurian 10 kasus, penganiayaan 18 kasus dan 44 kasus pidana lainnya. Menurutnya jumlah tersebut menurun dari tahun 2016 sebanyak 359 kasus.

“Jenis pelanggaran disiplin di tahun 2017 menurun dari 6.662 menjadi 5.067 kasus. Pelanggaran kode etik 2017 sebanyak 749 menurun dari tahun 2016 jumlahnya 1.671 kasus,” ungkapnya.

Selanjutnya, berdasarkan aduan masyarakat, kinerja polisi yang paling banyak mendapat komplain adalah dalam hal proses penyidikan. Diikuti aduan dugaan penyalahgunaan wewenang serta dugaan pelanggaran hukum dan HAM.

“Rinciannya aduan masyarakat 74 persen di bidang penyidikan pidana. Penyalahgunaan wewenang 6 persen, pelanggaran hukum dan HAM 5 persen,” ujar Tito.

BACA JUGA  Ketua Nasyiatul Aisyiyah Himbau Penegak Hukum Segera Tangani Fenomena Crosshijaber

Tito menanggapi banyaknya aduan masyarakat atas kinerja anak buahnya dalam tahap penyidikan, penyebabnya bisa karena anggotanya kurang profesional.

“Atau bisa karena anggota sudah profesional tapi pelapor atau terlapor tidak happy. Karena dalam penindakan hukum tidak bisa dua pihak sama-sama puas,” pungkasnya.

Reporter: Hafidz Syarif
Editor: M. Rudy

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Iran

Tuntut Perbaikan Ekonomi, Pendemo Iran: Tinggalkan Suriah, Pikirkan Kami!

Ratusan orang turun ke jalan-jalan di kota terbesar kedua di Iran, Mashhad pada hari Kamis (28/12/2017) untuk memprotes tingginya harga bahan pokok.

Jum'at, 29/12/2017 14:20 0

Artikel

Ketika Ustadz Abdul Somad Mendakwahi Kaum Quraisy

Lelaki kurus itu sering dipanggil Ustadz Abdul Somad. Itupun tergantung siapa yang memanggil. Mereka yang tidak suka, ogah menyebut dengan embel-embel “Ustadz.”

Jum'at, 29/12/2017 13:06 0

Palestina

Bayi Kembar Tiga Lahir di Gaza, Nama Mereka ‘Al-Quds, Ibu Kota, Palestina’

Pasangan suami istri di kampung Khan Yunis, Jalur Gaza bagian selatan melakukan cara unik untuk menanggapi klaim sepihak Presiden AS Donald Trump terkait Yerusalem (Al-Quds).

Jum'at, 29/12/2017 11:45 0

Suriah

Bom Barel Kembali Menghujani Idlib

Militer Suriah dan milisi sekutunya, Kamis (28/12), melanjutkan serangan intensif dengan roket dan bom barel (birmil) ke kota-kota dan desa-desa di pedesaan Hama dan Idlib timur, yang menjadi bagian dari zona de-eskalasi keempat yang disepakati dalam konferensi Astana.

Jum'at, 29/12/2017 10:16 0

Khutbah Jum'at

Khutbah Jum’at: Toleransi Ala Kaum Musyrik

Khutbah Jum’at: Toleransi Ala Kaum Musyrik Khutbah Pertama: الحمد لله الذي أصلحَ الضمائرَ، ونقّى السرائرَ،...

Jum'at, 29/12/2017 10:11 0

Yaman

Kaleidoskop 2017: Tahun Kebuntuan Politik dan Militer di Yaman

Tahun 2017 menjadi tahun kebuntuan militer dan politik untuk konflik Yaman.

Jum'at, 29/12/2017 08:40 0

Afrika

Perancis Tegaskan Perang Hadapi Jihadis Afrika Berlanjut

Presiden Perancis Emmanuel Macron tiba di Niger pada hari Jumat (22/12) malam pekan lalu untuk memompa semangat pasukan Perancis yang sedang menjalankan misi & kampanye militer memerangi jihadis. Macron menyampaikan pesan bahwa perang melawan kelompok-kelompok jihadis akan terus berlanjut di tahun 2018

Jum'at, 29/12/2017 06:57 0

Palestina

Hamas Ingatkan Rencana Besar AS Abad Ini terkait Palestina

Berbicara dalam sebuah pertemuan dengan para pemimpin Palestina di Jalur Gaza, Haniyeh kembali mengecam keputusan Presiden Amerika baru-baru ini untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Kamis, 28/12/2017 20:00 0

Suriah

Al-Muhaisini: Mujahidin Suriah Akan Bertempur Bersama dalam Waktu Dekat

Abdullah al-Muhaisini mengatakan bahwa faksi-faksi mujahidin Suriah akan bergabung dalam sebuah ruang operasi militer bersama dalam waktu dekat.

Kamis, 28/12/2017 15:05 0

Arab Saudi

Bahas Palestina, PM Turki Temui Raja Salman di Riyadh

Perdana Menteri Turki Binali Yildirim bertemu dengan Raja Saudi Salman bin Abdulaziz pada Rabu (27/12/2017). Kedua pihak membahas tentang perjuangan Palestina dan problematika negara-negara Muslim.

Kamis, 28/12/2017 13:29 0

Close