Rusia, Cina dan Suriah Tolak Resolusi OKI Terkait Rohingnya di PBB

KIBLAT.NET, New York – Rusia, Cina, Suriah dan sejumlah negara Asia menolak rancangan resolusi yang diajukan negara-negara Organisasi Kerjasama Islam (OKI) terkait Rohingya. Hal itu terlihat dalam sidiang Majelis Umum PBB pada Ahad (24/12).

Resolusi tersebut meminta pemerintah Myanmar untuk mengizinkan pekerja bantuan masuk dan memastikan kembalinya semua pengungsi serta memberikan hak kewarganegaraan kepada minoritas Rohingya.

Resolusi tersebut juga meminta Sekjen PBB Antonio Guterich untuk menunjuk seorang utusan khusus ke Myanmar.

Rancangan proposal resolusi itu disetujui oleh 122 negara anggota. Sebanyak 10 tidak setuju dan 24 abstain. Kesepuluh Negara yang tak setuju itu, China, Rusia, Kamboja, Laos, Filipina, Vietnam, Belarus, Zimbabwe, Suriah dan Myanmar sendiri.

Akibat kampanye militer Myanmar, lebih dari 655.000 warga minoritas Rohingya melarikan diri ke negara tetangga Bangladesh sejak Agustus. PBB sendiri menyebut hal itu pembersihan etnis.

Tuduhan tersebut ditolak oleh pemerintah Myanmar dan dikatakan bertujuan untuk melawan pemberontakan Tentara Keselamatan Rohingya di Arakan, yang pada 25 Agustus melancarkan serangan ke kantor polisi.

Rabu lalu, Yangye Li, Pelapor Khusus PBB untuk Hak Asasi Manusia di Myanmar, mengumumkan bahwa pihak berwenang di sana menolak mengizinkannya memasuki wilayahnya. Pejabat PBB tersebut menyatakan prihatin bahwa alasan pencegahannya “mengerikan” di Arakan.

Awal bulan ini, sebuah laporan oleh MSF mengatakan setidaknya 6.700 orang Rohingya tewas dalam kekerasan – termasuk 700 anak-anak – menurut sebuah survei yang dilakukan di antara para pengungsi di Bangladesh.

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat