... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

In Depth

Mengkaji Kebijakan Panglima Hadi Lewat Tafsir Stratejik Intelijen

Foto: Proses sertijab Panglima TNI.

KIBLAT.NET – Baru saja dilantik, Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto langsung menggebrak. Calon tunggal yang dipilih oleh Presiden Jokowi ini langsung menganulir keputusan Panglima TNI sebelumnya, Gatot Nurmantyo. Dalam surat keputusan yang diteken pada akhir masa jabatannya sebagai panglima TNI, Gatot Nurmantyo memutasi 85 perwira tinggi TNI.

Namun, melalui surat keputusan baru, rotasi terhadap 16 perwira tinggi TNI yang sebelumnya dilakukan Gatot dinyatakan tidak ada. Salah satu perwira tinggi yang batal dirotasi adalah Letjen TNI Edy Rahmayadi. Edy sebelumnya dirotasi Gatot dari jabatan Pangkostrad menjadi Perwira Tinggi Mabes TNI AD dalam rangka pensiun dini. Namun, rotasi itu dinyatakan tidak ada dan Edy tetap menjabat Pangkostrad.

Baca juga: Panglima Hadi Telah Setujui Keputusan Gatot, Mengapa Jadi Berubah?

Kebijakan Panglima dari matra Angkatan Udara ini tentu saja menimbulkan kegaduhan. Hadi dianggap menyalahi komitmen. “Waktu itu Pak Hadi manggut-manggut saja, sekarang seperti ini,” jelas pengamat militer Aris Santoso, seperti dilansir dari Tirto. Aris menyitir sikap Hadi saat Jenderal Gatot menjelaskan rotasi jabatan kala mendampingi Hadi Tjahjato mengikuti proses uji kepatutan dan kelayakan di Komisi I DPR. Hadi kala itu mengangguk saat Gatot menjelaskan bahwa proses rotasi ini dilakukan dengan persetujuan setiap kepala staf.

Keputusan Hadi merevisi surat tersebut menandakan politisasi dan faksi di TNI memang sudah terjadi dan makin menguat. Ini tak lepas dari sikap Hadi yang langsung tancap gas begitu menjabat beberapa hari sebagai panglima. Meskipun, dia bisa saja berkilah bahwa pembatalan mutasi tersebut murni merupakan kebutuhan organisasi.

Ini merupakan pertunjukan langsung kepada publik bahwa internal TNI tidaklah solid, adanya sikap ego sektoral yang kerap memicu persaingan sengit antar matra TNI menjadi kentara. Kebijakan Hadi jelas menimbulkan goncangan yang besar di tengah para perwira menengah hingga kalangan prajuritnya. Ketidakpercayaan terhadap kapabilitas pemimpin baru, hingga isu politisasi jabatan terus berhembus dari satu peleton ke peleton lainnya. Dari satu batalion ke batalion lainnya.

BACA JUGA  UAS: Di Bawah Naungan Laa Ilaaha Illallah Semut Pun Terjaga

Isu politisasi jabatan yang dimaksud terutama ialah berkenaan dengan pembatalan mutasi Pangkostrad Letjen Edy Rahmayadi. TNI akan kesulitan membantah tudingan dari masyarakat bahwa pembatalan itu tidak bermotifkan politik, atau semata-mata karena keperluan organisasi TNI. Sebab, Edy sudah sangat jauh terlibat dalam proses pencalonan dirinya di Pilkada Gubernur Sumatera Utara. Dan, hingga kini ia masih sangat kuat posisinya dibanding nama-nama lain termasuk petahana sendiri, Tengku Erry Nuradi. Apalagi ternyata Edy Rahmayadi didukung oleh Partai Gerindra dan partai-partai lain yang berseberang haluan dengan Presiden Jokowi

Diterpa isu semacam itu, Hadi tak berdiam diri. Ia mencoba untuk meminimalisir isu tersebut dengan memanfaatkan kekuatan media. Ia meng-counter opini tersebut dengan momentum naik Sukhoi bareng Kapolri, penerimaan brevet komando dan baret merah dari Kopassus, juga aksi pantau pengamanan natal di Katedral, yang lagi-lagi dibersamai oleh Kapolri Tito Karnavian. Sayangnya, kontranarasi yang diupayakan Hadi justru bukannya menguatkan moral internal kalangan prajurit malah semakin melebarkan jarak dan terlihat sebagai ajang pencitraan diri.

Jika ditinjau dari analisis kebijakan, keputusan pembatalan mutasi sejumlah perwira TNI yang diambil Hadi,  dapat disebabkan dua faktor. Pertama, karena adanya unsur tekanan dari pengaruh yang lebih kuat, misalnya dari atasan. Kedua, dapat dipahami jika itu adalah kebijakan yang salah dan tak perlu diambil oleh seorang Panglima karena tidak diputuskan melalui proses analisis yang benar dan mengandalkan faktor emosional bukan profesional.

BACA JUGA  Takmir Masjid Beberkan Alasan UGM Tolak Ustadz Abdul Somad

Hank Prunkcun, seorang associate professor pada bidang analisis intelijen di Australian Graduate School of Policing and Security pernah menyebutkan ada sejumlah penyebab kegagalan analisis, di antaranya ialah: terlalu percaya diri, ketidakpedulian, interpretasi subjektif, realisme naïf, bias kognitif, konservatisme, efek bayangan kaca, dan dua hal lagi dari faktor eksternal yaitu: desepsi lawan serta kejutan politik.

Dalam kasus kebijakan pembatalan mutasi tersebut, faktor terbesar yang menyebabkan kegagalan tersebut ialah interpretasi subjektif. Bagi kalangan analis, sebisa mungkin menginterpretasi fakta dengan kejelasan yang objektif, harus dihindari penafsiran yang semena-mena dan melibatkan faktor emosional dan terjatuh pada interpretasi yang bersifat subjektif. Patut diduga bahwa mengapa ada 16 perwira tinggi yang dibatalkan mutasinya dari jumlah total 85 perwira yang telah diteken Gatot Nurmantyo karena memang ada faktor emosional dan subjektif, hanya karena alasan ‘like and dislike’.

Kalimat itulah yang menjadi penekanan saat Hadi ditanya wartawan terkait alasan pembatalan mutasi tersebut. Hadi mengatakan, penilaian sumber daya manusia dalam lingkungan TNI berbasis profesionalitas dan sistem merit. Menurutnya dengan sistem itu, semua orang ditempatkan pada posisinya sesuai kualifikasi dan kompetensi. Ini alasan kedua pembatalan mutasi, atau dengan kata lain diputus secara objektif. “Tidak ada istilah like dan dislike dalam pembinaan karir,” kata Hadi seperti diberitakan sejumlah media.

Baca halaman selanjutnya: Padahal, dalam ajaran Islam,...

Halaman Selanjutnya 1 2
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Begini Kronologi Penelanjangan Santriwati Tasikmalaya oleh Satpam Toko Ratu Paksi

Kamis sore (21/12/2017) insiden tak mengenakan itu bermula.

Selasa, 26/12/2017 16:00 6

Indonesia

Santriwati Korban Penelanjangan Toko Ratu Paksi Alami Trauma Berat

Kini, AQ pun dikabarkan mengalami shock dan trauma berat. Karena saat digeledah dan ditelanjangi di kamar mandi toko

Selasa, 26/12/2017 16:00 0

Afghanistan

Taliban: Krisis Al-Quds Menguji Persatuan Umat Islam

"Jika mereka tetap tidak bersatu dan terus tetap terpecah dalam satu nama atau yang lain, maka pastilah tangan para tiran akan mencapai leher setiap orang dari mereka dan kemudian mereka tidak dapat membela diri," tegas Taliban.

Selasa, 26/12/2017 15:27 0

Suriah

Tolak Konferensi Sochi, Oposisi: Rusia Belum Berbuat Apapun untuk Rakyat Suriah

Rusia, yang telah muncul sebagai pemain dominan di Suriah setelah intervensi militer besar dua tahun lalu, mendapat dukungan dari Turki dan Iran untuk mengadakan kongres dialog nasional Suriah di kota Sochi Rusia pada 29-30 Januari.

Selasa, 26/12/2017 14:33 0

Indonesia

Rahasia Mujahidin Gaza 11 Tahun Pertahankan Wilayah dari Serangan Israel

Selain itu, hal yang sangat mendasar adalah, meskipun para mujahidin berjuang dan mengahadapi ujian pemboikotan yang berat, mereka tetap berpuasa Ramadhan.

Selasa, 26/12/2017 13:45 0

Indonesia

Warga dan LPI Bekasi Tangkap Anggota Gangster Penyerang Polisi

Ia juga mengungkapkan bahwa sebelum melakukan penangkapan, warga dan LPI melintasi setiap titik rawan tawuran. Patroli ini dilakukan pada hari Ahad pukul 02.30 dini hari. Anggota LPI yang melakukan patroli berjumlah 15 laskar.

Selasa, 26/12/2017 13:22 1

Indonesia

Chocolicious Tolak Tuliskan Ucapan Natal Sejak 2016, Ini Cerita Owner

Owner toko roti Chocolicious, Fika Kurniawaty menceritakan awal mulai pihaknya menolak untuk menuliskan ucapan natal kepada pelanggan.

Selasa, 26/12/2017 11:37 1

Indonesia

3 Hal Ringan Bisa Dilakukan untuk Bantu Rakyat Palestina

Krisis yang terjadi di Palestina merupakan tanggung jawab seluruh umat Muslim. Tindakan nyata seharusnya dapat dilakukan untuk kemerdekaan negeri yang terjajah oleh Zionis Israel tersebut.

Selasa, 26/12/2017 11:00 1

Video News

Ini yang Dapat Anda Lakukan Untuk Baitul Maqdis Palestina!

KIBLAT.NET – Ini yang Dapat Anda Lakukan Untuk Baitul Maqdis Palestina! Persoalan Baitul Maqdis adalah...

Selasa, 26/12/2017 10:39 0

Suara Pembaca

Mengenal Syarikat Kebangkitan Pemuda Islam (SKPI)

KIBLAT.NET – Kesadaran untuk merapatkan barisan dan memberikan kontribusi bagi Islam, terus meningkat di kalangan...

Selasa, 26/12/2017 10:22 2

Close