... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Kids Zaman Now dan Semangat Juang Membela Islam

Foto: Ibnu Yafi dan ayahnya.

KIBLAT.NET, Jakarta – Sudah jauh-jauh hari undangan kajian atau majelis ilmu dengan tema ‘Hancurnya Mitos Militer Zionis Israel’ di Masjid Al Muttaqien, Jakarta Timur disebar. Tepat setelah shalat Maghrib hari Senin (25/12/2017) ditunaikan, salah satu pembicara dari tim Sahabat Al-Aqsha dan Institute Al-Aqsha untuk Riset Perdamaian memulai kajian.

Kajian yang diawali dengan cerita dan pelemparan isu diskusi terkini tentang kondisi Palestina pun nampak cair dan hangat. Setelah pembicara memaparkan materi, tim Sahabat Al-Aqsha pun melanjutkan kajian dengan memutarkan film dokumenter perjuangan mujahidin Palestina kala membebaskan tanah Gaza dari agresi militer Israel pada tahun 2014 silam.

Nampak di barisan depan beberapa bocah mengenakan kaos yang nampak kebesaran antusias menonton film berbahasa Arab Fushah dengan subtitle berbahasa Inggris. Meskipun kuyakin hanya sedikit kata yang dipahami dari terjemahan itu, namun bocah-bocah nampak khusyuk melihat pertempuran adu strategi dan aksi antara mujahidin dengan tentara Israel.

Dengan dibantu terjemahan seperlunya oleh pemateri, bocah yang kuhitung tak kurang dari 10 anak ini makin terhanyut oleh aksi dan pesan yang disampaikan pemateri di sela film berlangsung.

Lengkingan takbir bocah-bocah itu terdengar paling nyaring ketika pemateri mengkomando para jamaah yang hadir untuk bertakbir. Aksi mujahidin yang berhasil mengebom satu tank tentara Israel seakan memberikan semangat dan menyalurkan kebahagiaan kepada jamaah yang hadir.

Salah satu pesan yang disampaikan pemateri kepada para jamaah yang hadir termasuk bocah-bocah ini adalah, kemenangan akan tiba ketika umat Muslim mendekat kepada Allah dan memiliki semangat yang kuat serta ikhtiar untuk menegakkan Agama Islam di muka bumi.

Film belum usai, adzan berkumandang menandai masuknya waktu Isya. Para hadirin pun mengerjakan shalat usai muadzin mengumandangkan iqamat. Usai shalat, film “Kamaainul Maut” dengan sisa durasi 20 menit pun kembali diputar.

Film masih bercerita tentang kondisi mujahidin Palestina yang bergerilya di lorong-lorong bawah tanah yang dibangun untuk mendistribusi makanan pasca pemboikotan total pada tahun 2005 silam.

Ketika film selesai, pemateri memberikan pesan tentang pentingnya menuntut ilmu, melakukan i’daad (persiapan), berinfaq, dan kemudian berjihad sesuai dengan kemampuan yang dimiliki untuk menegakkan Islam di muka bumi.

Salah satu bocah yang hadir, Ibnu Yafi (8 th), siswa kelas 2 SD di sebuah Sekolah di Pulo Asem, Jakarta Timur mengatakan bahwa film perjuangan tentang mujahidin Palestina sangat seru. Ia pun mengungkapkan cita-citanya untuk menjadi mujahid di kemudian hari.

“Seru (filmnya), pengen lawan orang-orang kafir, gedenya pengen jadi tentara kaya di film (mujahidin),” ungkap Ibnu.

Ayahanda Ibnu, Gatot mengungkapkan bahwa Kids Zaman Now (istilah untuk anak-anak sekarang) haruslah dikenalkan kepada masjid dan perjuangan umat Islam dalam menegakkan agamanya. Ibnu diakuinya sudah sedari kecil dikenalkan pada masjid dan sering ia ajak dalam majelis-majelis ilmu.

“Memang ini kita perlu semenjak kecil sebaiknya sudah biasa dibawa ke masjid, anak ini memang suka ke masjid, anak-anak yang lain mudah-mudahan juga didekatkan ke masjid agar mengerti perjuangan Islam,” ungkap Gatot.

Sementara itu, salah satu jamaah perempuan yang hadir, Ani Nuratriani, mengaku iri dengan para perempuan Palestina yang rela berkorban apapun untuk menegakkan Islam. Ibu satu anak ini pun berharap bahwa suatu saat nanti, anak-anak maupun keturunannya diberi karunia oleh Allah untuk berjihad membela Islam.

“Saya benar terkagum-kagum pada mereka para wanita Palestina yang lebih mementingkan jihad daripada hartanya, pengen anak-anak saya ke depannya bisa menjadi pejuang Islam,” ungkapnya.

Sementara pemateri dari tim Sahabat Al-Aqsha mengungkapkan, sudah sewajarnya anak-anak kecil, baik Kids Zaman Now ataupun Kids Zaman Old mencintai jihad karena menjadi ajaran Al-Quran. Sedangkan apa-apa yang diajarkan oleh Al-Quran hakikatnya sejalan dengan fitrah manusia.

“Anak-anak kita sudah seharusnya sejak kecil dini dikenalkan pada Allah, pada Rasul, dan para sahabat serta kehidupan mereka, termasuk hidup jihad, mencari ilmu, dan berdakwah,” ungkap pemateri.

Pendidikan ini, kata dia, adalah tanggung jawab semua orang, baik dari keluarga hingga pengurus masjid, TPA, maupun lingkungan. Karena di dalam Al-Quran terkandung semua lini kehidupan dan ada bagian-bagian yang mengenalkan kita kepada Allah, dakwah, dan jihad serta yang lainnya.

“Antusiasme mereka fitrah, kalau yang disampaikan Al-Quran itu fitrah, mereka seneng tentang apa yang diajarkan Al-Quran, karena pasti ketemu dengan fitrah mereka, kita yang dewasa berkewajiban menyampaikan semuanya,” tukasnya.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: M. Rudy

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Beda Mujahidin Palestina dan Pasukan Israel

Ustadz Zikru menyebut bahwa sikap yang rendah hati dan tawakal kepada Allah adalah poin penting kemenangan mereka.

Selasa, 26/12/2017 10:00 0

Suriah

Serangan Udara Kembali Hantam Idlib

Puluhan warga sipil terbunuh dan beberapa lainnya terluka akibat serangan udara terhadap pesawat dan helikopter tempur rezim Suriah di kota Sinjar, Tamtaja, Jirjanaz, desa Zafar, Sheikh Baraka, bukit Toukan dan Khoein di sebelah timur Idlib, Senin (25/12).

Selasa, 26/12/2017 08:07 0

Konsultasi

Dapat Hadiah Natal, Diterima atau Tidak?

KIBLAT.NET - Bagaimana sikap kita jika ada tetangga yang beragama kristen lalu memberikan makanan kepada kita pada hari Natal? Apakah makanan tersebut kita terima atau kita tolak? Jazaakumullah khairan

Selasa, 26/12/2017 07:31 0

Wilayah Lain

Israel Yakinkan 10 Negara Ikuti Langkah Trump

“Kami tengah berkomunikasi dengan sedikitnya sepuluh Negara, sebagiannya dari Eropa, untuk memindahkan keduataan besarmereka dari Tel Aviv ke Al-Quds,” kata Hotovli, Senin (25/12).

Selasa, 26/12/2017 07:20 0

Amerika

Rusia, Cina dan Suriah Tolak Resolusi OKI Terkait Rohingnya di PBB

Rusia, Cina, Suriah dan sejumlah negara Asia menolak rancangan resolusi yang diajukan negara-negara Organisasi Kerjasama Islam (OKI) terkait Rohingya. Hal itu terlihat dalam sidiang Majelis Umum PBB pada Ahad (24/12).

Selasa, 26/12/2017 06:38 0

Indonesia

Kunci Mujahidin Palestina Hadapi Penjajah Israel

Mana kala kita mendekat dan berusaha menegakkan Islam, maka Allah akan membantu kita dengan cara-cara yang kadang tidak masuk akal

Senin, 25/12/2017 21:02 0

Amerika

Trump: AS Bodoh Telah Gelontorkan 7 Triliun Dolar ke Timteng

Sehari setelah kekalahan telak AS menyusul voting di Majelis Umum PBB terkait status Yerusalem, Presiden Donald Trump komplain dengan merilis cuitannya melalui Twitter.

Senin, 25/12/2017 15:59 1

Irak

Perusahaan Cina Bidik Ladang Minyak Raksasa di Iraq

Pengawas minyak Iraq memperkirakan ladang minyak di Baghdad Timur menjadi sebuah "raksasa super" dengan sekitar 8 miliar barel cadangan minyak mentah. Ladang itu berpotensi menghasilkan 120.000 barel minyak per hari.

Senin, 25/12/2017 15:22 0

Rusia

Aplikasi Ini Diklaim Bisa Bikin HP Android Jadi Mata-mata

Haven beroperasi layaknya sebuah sistem surveilans, yang menggunakan kamera perangkat, memiliki kemampuan merekam audio bahkan accelerometer untuk mendeteksi gerakan dan memberi tahu pengguna.

Senin, 25/12/2017 14:31 0

Indonesia

Chocolicious Tetap Ramai Pelanggan Meski Tolak Tuliskan Ucapan Natal

Toko roti Chocolicious Indonesia tetap ramai dikunjungi pelanggan meski sempat dibully di media sosial. Chocolicious dibully lantaran enggan menuliskan ucapan selamat natal pesanan salah satu pelanggan.

Senin, 25/12/2017 13:59 0

Close