... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Setahun Jatuhnya Aleppo Timur, Kenangan Aktivis Hadapi Keganasan Rezim

Foto: Pemandangan kota Aleppo Timur pasca kampanye serangan rezim Suriah dan sekutunya.

KIBLAT.NET, Idlib – Setahun yang lalu, kota Aleppo di Suriah menyaksikan sebuah kampanye militer yang menyebabkan bertambahnya korban tewas. Selain pemindahan ribuan warga sipil dari bagian timur kota.

Para aktivis yang mengungsi dari Aleppo timur dan yang sekarang tinggal di pedesaan Idlib dan Aleppo barat menggambarkan situasi saat itu setelah setahun kampanye berakhir.

“Hari-hari terakhir saya di Aleppo sangat menyakitkan, terutama karena kami tahu bahwa kami akan meninggalkan kota tempat kami dibesarkan,” kata Afra Hashem mengatakan kepada As-Sharq Al-Awsat, Senin (24/12/2017).

“Kami memiliki emosi yang beragam. Kami senang bisa meninggalkan pengepungan dan ketakutan akan kematian dalam serangan terhadap kota. Kami juga sedih karena kami dipaksa untuk pergi,” tambahnya.

“Saya ingin tetap tinggal, tapi kami harus pergi. Salah satu momen terberat adalah saat kami naik bus yang mengantar kami keluar dari Aleppo,” kenangnya.

Dengan air mata mengalir di pipi, Hashem berkata, “Kami selalu merindukan rumah kami, lingkungan yang hancur dan jalan-jalan dan gang-gang tua Aleppo. Saya merindukan teman-teman saya yang terbunuh di depan mata saya dan dikuburkan di kota.”

Sementara itu, fotografer Bassem al-Ayyoubi menceritakan hari-hari terakhirnya di kota tersebut. “Hari-hari terakhir saya tinggal di kota sangat sulit karena saya tahu bahwa hari itu menjadi terakhir kali aku berada di sana,” tuturnya.

BACA JUGA  Berikut Lima Prioritas Kerja Jokowi-Ma'ruf Amin

“Saya mencoba mengingat sebanyak mungkin kenangan saya karena saya tidak tahu kapan saya akan kembali,” katanya.

“Sebagai fotografer, saya mencoba mendokumentasikan semua yang bisa saya lihat. Sayangnya, saya tidak dapat mengambil kenangan nyata kecuali kamera saya dan beberapa foto yang diambil dari Aleppo,” imbuh al-Ayyoubi.

Aktivis Rasha Nasr juga bercerita ketika hari-hari terakhir di Aleppo. Ia mengatakan bahwa kota tersebut tidak akan pernah menyaksikan hari-hari yang sulit tersebut sebelumnya.

“Di atas pengepungan, kelaparan dan dingin, Aleppo harus menghadapi serangan udara yang hebat. Jet-jet itu tidak mengalah dan mereka melakukan serangan sekitar jam,” katanya.

Dia mengatakan bahwa serangan sengaja menargetkan fasilitas kesehatan untuk menghancurkan kesempatan hidup. Gudang bantuan juga tidak luput, sehingga alat-alat medis dan makanan hancur untuk menambah tekanan pada yang orang-orang yang terkepung.

Beberapa hari sebelum jatuhnya Aleppo, rezim Suriah dan sekutunya menggunakan semua bentuk senjata yang dilarang secara internasional. Hal itu menyebabkan lonjakan jumlah korban.

Mohammed Ali al-Hallak, seorang anggota pertahanan sipil terkemuka yang aktif di Aleppo timur, juga mengingat hari-hari sulit sebelum kota itu jatuh. Dia menggambarkan bagaimana tim penyelamat menghadapi kesulitan besar ketika menyelamatkan korban yang terjebak dalam baku tembak.

“Sepuluh hari terakhir adalah yang paling sulit bagi kami sebagai tim pertahanan sipil karena tembakan yang sangat keras,” katanya. “Ketika milisi rezim dan Iran serta milisi Hizbullah maju, kami tidak dapat lagi membantu semua orang dan terpaksa mundur,” ungkapnya.

BACA JUGA  Kampanye Militer Turki di Timur Sungai Eufrat Suriah Dimulai

“Puluhan mayat tetap berada di bawah reruntuhan dan kami tidak dapat mengambilnya kembali,” katanya.

“Pada jam-jam terakhir, kita tidak bisa lagi menggunakan peralatan mekanis karena sudah kehabisan bahan bakar. Kami dipaksa untuk mengambil mayat dan orang-orang yang terluka dengan tangan kosong kami,” kata Hallak.

“Kami berharap suatu hari nanti kita bisa kembali ke kota kita setahun setelah pemindahan. Kami tidak akan lupa siapa yang melakukan pengorbanan untuk itu,” tegasnya.

Sumber: Aawsat
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Tingkatkan Kemampuan Pemuda, KAMMI Al Fattih Gelar Daurah Bahasa Arab

Demi meningkatkan kapasitas kemampuan pemuda Indonesia khususnya di Bali. Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Komisariat Al Fattih mengadakan kegiatan Dauroh (red : pelatihan) Bahasa Arab yang digelar di Musholla  Darul Arqam Jalan Waturenggong Gang III No 9 Denpasar pada hari Ahad (24/12/2017).

Senin, 25/12/2017 11:40 0

Indonesia

LBH Muslim Makassar Somasi Akun FB Dalang Pembully Chocolicious

Perusahaan roti Asal Makassar Chocoliciuous dengan tegas menolak permintaan pelanggarannya untuk mengucapkan selamat natal. Pengguna media sosial menghasut untuk mengutuk pernyataan perusahaan itu.

Senin, 25/12/2017 10:52 0

Indonesia

Karena Prinsip, Toko Kue Asal Makassar Tolak Ucapkan Selamat Natal

Toko kue Chocolicious asal Kota Makassar mendadak viral dijagat maya setelah salah seorang warganet menggungah kekesalannya saat ditolak oleh pihak Chocolicious untuk menuliskan ucapan Natal.

Senin, 25/12/2017 10:09 0

Indonesia

Kemlu: KJRI Hong Kong Tak Sempat Lakukan Pendampingan terhadap Ustadz Somad

Meski sudah meminta keterangan dari otoritas imigrasi, pihak Kemlu masih belum mau membuka suara terkait alasan otoritas imigrasi Hong Kong mendeportasi Ustadz Somad.

Ahad, 24/12/2017 21:28 3

Indonesia

Sesalkan Deportasi, MUI: Imigrasi Hong Kong Kurang Informasi Soal UAS

Wakil Ketua Umum MUI, Zainut Tauhid Sa’adi mengatakan bahwa hingga saat ini belum ada alasan jelas mengapa Ustadz Abdul Somad dideportasi dari Hong Kong

Ahad, 24/12/2017 19:32 0

Indonesia

DPR: Kemlu Harus Minta Penjelasan Soal Penolakan UAS di Hong Kong

Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almasyhari mendesak Kemlu meminta kejelasan dari pemerintah Cina terkait penolakan UAS di Hong Kong

Ahad, 24/12/2017 18:18 0

Indonesia

Pakar: Yang Diciptakan Itu Adam dan Hawa Bukan Adam dan Bambang!

KIBLAT.NET, Jakarta – Para pegiat dan pendukung gerakan Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender selama ini...

Ahad, 24/12/2017 18:05 0

Indonesia

Penuh Haru, Putra Tukang Sapu Raih Juara Lomba Hafalan Surat

Fitrah Aidil, pemuda usia 15 tahun putra bapak Agus Jajuli, petugas kebersihan Ma'had Askar Kauny Cinere, berhasil merebut posisi pertama dan berhak mendapatkan hadiah sebesar Rp 10 juta.

Ahad, 24/12/2017 15:08 0

Indonesia

Di Haul Gus Dur, Sholawat Syiir Tanpo Waton Dinyanyikan Grup Musik Gereja

Memperingati sewindu haul Abdurrahman Wahid, pihak keluarga mengadakan pengajian di kediamannya, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Banyak Kyai dan tokoh dari Nahdhatul Ulama (NU) yang turut hadir.

Ahad, 24/12/2017 14:32 0

Indonesia

Pakar: LGBT Bukan Penyakit, Harus Ditangani Secara Hukum

Pakar hukum pidana, Suparji Ahmad mengungkapkan bahwa penyakit menyimpang Lesbian Gay Biseksual dan Transgender bukanlah murni sebuah penyakit.

Ahad, 24/12/2017 14:04 0

Close