... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

AS Kembali Terjunkan Marinir Ke Helmand, Afghanistan

Foto: Pasukan Marinir AS/ilustrasi

KIBLAT.NET, Helmand – Gubernur provinsi Helmand Afghanistan, Hayatullah Hayat, Ahad (24/12), mengatakan bahwa Marinir AS akan kembali ke wilayahnya untuk “memerangi terorisme dan mendukung pasukan keamanan setempat.” Pasukan khusus milik AS ini telah meninggalkan provinsi itu 2014 lalu setelah keputusan AS menarik pasukan dari Afghanistan.

“Delegasi marinir AS telah mengunjungi Helmand pada Sabtu untuk memeriksa situasi sebelum kedatangan pasukan Marinir,” kata Hayat seperti dilansir TV lokal , Thulu’ Nuz.

Dia menekankan bahwa delegasi itu berjanji akan mengirim pasukan Marinir ke Helmand dalam waktu dekat.

Sementara itu, anggota Dewan Provinsi Helmand, Majid Khundzada, mengatakan bahwa kehadiran Marinir AS di wilayah sangat penting. Bahkan, ia mengungkapkan tanpa pasukan khusus AS itu mustahil bisa mengalahkan Taliban.

“Tanpa Marinir, pasukan lokal Afghanistan mustahil mengalahkan pemberontak. Kami sangat butuh mereka untuk memperkuat pasukan,” katanya.

Helmand sendiri termasuk provinsi yang paling bergolak. Sejak AS mengumumkan menarik pasukan akhir 2014 lalu, Taliban meraih kemajuan pesat di kota ini. Beberapa kali mereka berhasil masuk ibukota provinsi namun kembali mundur untuk strategi.

Seorang pejabat AS tahun kemarin mengungkapkan bahwa Taliban telah mengancam seperti wilayah Afghanistan. Hampir seluruh provinsi Afghanistan menyaksikan operasi gerakan tersebut.

Marinir dikerahkan di negara bagian selatan Kandahar dan Helmand antara tahun 2010 dan 2014. Pada saat itu, sekitar 30.000 Marinir berkontribusi dalam peluncuran operasi keamanan dan pelatihan dan dukungan pasukan Afghanistan dalam pertempuran.

BACA JUGA  Taliban Unggah Foto Tempat Persembunyian Almarhum Mullah Umar

Keputusan untuk mengembalikan Marinir ke Helmand bertepatan dengan strategi baru Presiden Donald Trump di Afghanistan, yang diumumkan pada Agustus lalu.

Sumber: al-sarq.com
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Kemlu: KJRI Hong Kong Tak Sempat Lakukan Pendampingan terhadap Ustadz Somad

Meski sudah meminta keterangan dari otoritas imigrasi, pihak Kemlu masih belum mau membuka suara terkait alasan otoritas imigrasi Hong Kong mendeportasi Ustadz Somad.

Ahad, 24/12/2017 21:28 3

Indonesia

Sesalkan Deportasi, MUI: Imigrasi Hong Kong Kurang Informasi Soal UAS

Wakil Ketua Umum MUI, Zainut Tauhid Sa’adi mengatakan bahwa hingga saat ini belum ada alasan jelas mengapa Ustadz Abdul Somad dideportasi dari Hong Kong

Ahad, 24/12/2017 19:32 0

Indonesia

DPR: Kemlu Harus Minta Penjelasan Soal Penolakan UAS di Hong Kong

Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almasyhari mendesak Kemlu meminta kejelasan dari pemerintah Cina terkait penolakan UAS di Hong Kong

Ahad, 24/12/2017 18:18 0

Indonesia

Pakar: Yang Diciptakan Itu Adam dan Hawa Bukan Adam dan Bambang!

KIBLAT.NET, Jakarta – Para pegiat dan pendukung gerakan Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender selama ini...

Ahad, 24/12/2017 18:05 0

Indonesia

Penuh Haru, Putra Tukang Sapu Raih Juara Lomba Hafalan Surat

Fitrah Aidil, pemuda usia 15 tahun putra bapak Agus Jajuli, petugas kebersihan Ma'had Askar Kauny Cinere, berhasil merebut posisi pertama dan berhak mendapatkan hadiah sebesar Rp 10 juta.

Ahad, 24/12/2017 15:08 0

Indonesia

Di Haul Gus Dur, Sholawat Syiir Tanpo Waton Dinyanyikan Grup Musik Gereja

Memperingati sewindu haul Abdurrahman Wahid, pihak keluarga mengadakan pengajian di kediamannya, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Banyak Kyai dan tokoh dari Nahdhatul Ulama (NU) yang turut hadir.

Ahad, 24/12/2017 14:32 0

Indonesia

Pakar: LGBT Bukan Penyakit, Harus Ditangani Secara Hukum

Pakar hukum pidana, Suparji Ahmad mengungkapkan bahwa penyakit menyimpang Lesbian Gay Biseksual dan Transgender bukanlah murni sebuah penyakit.

Ahad, 24/12/2017 14:04 0

Indonesia

UAS Ditolak di Hong Kong, Kuasa Hukum Sampaikan Protes ke Cina

Kapitra Ampera, menyampaikan protes keras pada pemerintah Indonesia dan Cina terkait penolakan UAS saat masuk ke Hong Kong.

Ahad, 24/12/2017 13:42 0

Indonesia

Ujaran Kebencian hingga Penodaan Agama Menjerat Arya Wedakarna

Arya Wedakarna diduga kuat menjadi provokator massa melalui postingannya di FP Facebook pada 1 Desember 2017.

Ahad, 24/12/2017 12:11 0

Indonesia

Polisi Didesak untuk Selesaikan Kasus Persekusi UAS di Bali

Koordinator TA-FPUAS, Zulfikar Ramly,S.H, M.HUM, mendesak kepolisian untuk bertindak cepat dalam menangani kasus persekusi tersebut.

Ahad, 24/12/2017 11:42 0

Close