Aplikasi Ini Diklaim Bisa Bikin HP Android Jadi Mata-mata

KIBLAT.NET, Jakarta – Edward Snowden menjadi salah satu penyokong aplikasi mata-mata baru yang membantu mencegah pembajakan komputer ini. Haven adalah aplikasi open source yang akan berjalan di ponsel Android manapun, sekalipun perangkat yang murah dan lebih tua.

Haven beroperasi layaknya sebuah sistem surveilans, yang menggunakan kamera perangkat, memiliki kemampuan merekam audio bahkan accelerometer untuk mendeteksi gerakan dan memberi tahu pengguna.

Dilansir Tech Crunch, Senin (25/12/2017), ide pembuatan aplikasi yakni, bahkan dengan enkripsi terbaik di dunia, perangkat rentan terhadap gangguan fisik dan dari seseorang. Haven bisa diunduh via Google Play dan open source Android app store F-Droid.

Aplikasi ini dikembangkan oleh The Guardian Project, Freedom Of The Press dan Snowden untuk menawarkan mata dan telinga untuk mencegah, atau setidaknya meningkatkan kesadaran, apakah perangkat telah dirusak atau diganggu.

Jadi, misalnya, Anda telah menyiapkan perangkat Android di samping laptop Anda yang ditinggal di hotel. Haven kemudian bisa diatur untuk menyiarkan audio atau gerakan apapun. Pada dasarnya jika ada yang membuka laptop maka akan dipotret, direkam audio dan dideteksi gerakannya. Tanda atas hal itu bisa dikirim via SMS, sinyal atau ke situs web berbasis Tor.

Micah Lee, anggota Freedom Of The Press yang membantu menyiapkan dan menguji aplikasi, mengakui bahwa aplikasi tersebut memiliki beberapa kekurangan. Seperti keharusan mempertahankan akses internet konstan untuk mendapat pemberitahuan, mencegah baterai kosong dan kesalahan positif.

Namun aplikasi tersebut tetap menawarkan sesuatu yang baru bagi mereka yang akan menyambut kedamaian pikiran dengan pengawasan tambahan. Selain membantu menjaga keamanan perangkat keras, hal itu juga bisa digunakan untuk kegunaan lain.

“Haven juga bisa digunakan sebagai sistem keamanan rumah atau kantor murah untuk mendeteksi break-in atau vandalisme saat Anda pergi, memposisikan ponsel untuk mengirimi Anda foto saat seseorang berjalan dalam jangkauan. Atau Anda bisa menggunakannya untuk memantau satwa liar di daerah pedesaan, atau untuk menangkap bukti pelanggaran hak asasi manusia dan penghilangan,” tulis Lee di The Intercept.

Snowden, yang berada dalam pengasingan di Rusia, sebelumnya membantu mengembangkan kasus iPhone yang mendeteksi kapan perangkat mentransmisikan data yang dapat membuat pengguna berisiko dapat terdeteksi. Dia sangat vokal mengenai layanan yang menurutnya bermasalah untuk privasi. Dia sebelumnya juga menyarankan agar orang tidak lagi menggunakan Dropbox dan menghindari Google dan Facebook. Dia juga telah lama berbicara mengapa pengumpulan data adalah “masalah utama di masa depan”.

Sumber: Techcrunch
Redaktur: Ibas Fuadi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat