... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Aktivis Seru Faksi Oposisi Bergerak Lindungi “Rumah Terakhir” Revolusi Suriah

Foto: Papan ucapan selamat datang di pintu masuk Idlib/ilustrasi

KIBLAT.NET, Idlib – Militer rezim Bashar al-Assad melanjutkan serangan ke beberapa sumbu di pedesan Hama dan Aleppo. Dukungan udara jet tempur Rusia memberikan peran dominan untuk menembus wilayah Idlib. Saat ini mereka telah meraih kemajuan sejauh 140 kilometer dengan mengontrol sejumlah desa di pedesaan Idlib timur dan selatan

Kemajuan rezim yang relatif lamban ini telah mendorong para aktivis untuk memobilisasi faksi-faksi dan meminta mereka bertanggung jawab atas pergerakan militer rezim itu.

Aktivis Khalid al-Janoubi mengatakan dalam sebuah pernyataan kepada Arabi21.com, Ahad (24/12), bahwa rezim berusaha mencapai daerah pedesaan Idlib dan mengendalikan wilayah-wilayah penting, seperti Sarakib, Abu Hashur dan Sinjar. Ia mengingatakan bahwa faksi-faksi pejuang masih belum kehabisan waktu untuk mempertahankan rumah terakhir revolusi Suriah (Idlib) .

Khalid menjelaskan faksi-faksi pejuang saat ini harus bergerak. Militer terzim telah meraih kemajuan di tiga titik front. Yaitu, front Abu Daly (mereka menduduki bukit Sryatil, Al-Maqtha dan Khinzir) dan front kedua adalah Rahjan sementara front ketiga berada di pedesaan Aleppo yang bersebelahan dengan Idlib. Militer Suriah berupaya mendekati bandara militer Abu Dzuhur di pedesaan Idlib, yang saat ini berjarak 40 kilometer dari posisi mereka.

Khalid menandaskan bahwa faksi-faksi oposisi menganggap wilayah-wilayah tersebut milik Hai’ah Tahrir Al-Syam. Sehingga, mereka tidak bergerak dan ikut membantu menghalau pergerakan rezim.

Akan tetapi, tegasnya, mereka nanti akan membayar mahal karena rezim pasti tidak akan meninggalkan wilayah-wilayah Idlib yang lain di mana faksi-faksi itu berada. Pergerakan rezim ini bertujuan untuk merebut Idlib, provinsi yang saat ini sepenuhnya di bawah kontrol oposisi.

Dia menunjukkan bahwa strategi rezim merebut bandara militer Abu Dzuhur terlebih dahulu. Dengan begitu, mereka bisa membangun pangkalan udara. Seperti diketahui, Abu Dzuhur merupakan bandara militer paling dekat dengan wilayah Suriah utara, khususnya Idlib.

“Hal ini harus disadari faksi-faksi di sana. Bahkan, di sana ada faksi-faksi yang sengaja membiarkan Tahrir Al-Syam menghadapi sendirian supaya gerakan itu habis energinya,” ujarnya.

Dia juga memastikan bahwa ada desas-desus wilayah timur Aleppo-Damaskus sudah tidak lagi bagian dari zona de-eskalasi. Rusia menginformasikan faksi-faksi di Astana bahwa wilayah timur Aleppo-Damaskus tidak masuk zona de-eskalasi. Wilayah ini akan menjadi medan tempur rezim dan Rusia menghadapi Tahrir Al-Syam.

Dia meminta faksi-faksi untuk menganggap serius hal-hal ini. Karena rezim telah memobilisasi kekuatannya untuk pertempuran besar, yang saat ini sudah berhasil meraih 40% targetnya di Suriah utara.

Faksi-faksi Suriah, lanjutnya, harus mempercepat pembentukan ruang operasi bersama untuk menghalau serangan rezim yang telah mengancam rumah terakhir revolusi Suriah. sumber-sumber rezim telah menyebutkan bahwa militer Suraih mendapat perintah dari Rusia untuk menggulirkan pertempuran besar membebaskan Idlib.

Sumber: Arabi21.com
Redaktur: Sulhi El-Izzi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Kemlu: KJRI Hong Kong Tak Sempat Lakukan Pendampingan terhadap Ustadz Somad

Meski sudah meminta keterangan dari otoritas imigrasi, pihak Kemlu masih belum mau membuka suara terkait alasan otoritas imigrasi Hong Kong mendeportasi Ustadz Somad.

Ahad, 24/12/2017 21:28 3

Indonesia

Sesalkan Deportasi, MUI: Imigrasi Hong Kong Kurang Informasi Soal UAS

Wakil Ketua Umum MUI, Zainut Tauhid Sa’adi mengatakan bahwa hingga saat ini belum ada alasan jelas mengapa Ustadz Abdul Somad dideportasi dari Hong Kong

Ahad, 24/12/2017 19:32 0

Indonesia

DPR: Kemlu Harus Minta Penjelasan Soal Penolakan UAS di Hong Kong

Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almasyhari mendesak Kemlu meminta kejelasan dari pemerintah Cina terkait penolakan UAS di Hong Kong

Ahad, 24/12/2017 18:18 0

Indonesia

Pakar: Yang Diciptakan Itu Adam dan Hawa Bukan Adam dan Bambang!

KIBLAT.NET, Jakarta – Para pegiat dan pendukung gerakan Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender selama ini...

Ahad, 24/12/2017 18:05 0

Indonesia

Penuh Haru, Putra Tukang Sapu Raih Juara Lomba Hafalan Surat

Fitrah Aidil, pemuda usia 15 tahun putra bapak Agus Jajuli, petugas kebersihan Ma'had Askar Kauny Cinere, berhasil merebut posisi pertama dan berhak mendapatkan hadiah sebesar Rp 10 juta.

Ahad, 24/12/2017 15:08 0

Indonesia

Di Haul Gus Dur, Sholawat Syiir Tanpo Waton Dinyanyikan Grup Musik Gereja

Memperingati sewindu haul Abdurrahman Wahid, pihak keluarga mengadakan pengajian di kediamannya, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Banyak Kyai dan tokoh dari Nahdhatul Ulama (NU) yang turut hadir.

Ahad, 24/12/2017 14:32 0

Indonesia

Pakar: LGBT Bukan Penyakit, Harus Ditangani Secara Hukum

Pakar hukum pidana, Suparji Ahmad mengungkapkan bahwa penyakit menyimpang Lesbian Gay Biseksual dan Transgender bukanlah murni sebuah penyakit.

Ahad, 24/12/2017 14:04 0

Indonesia

UAS Ditolak di Hong Kong, Kuasa Hukum Sampaikan Protes ke Cina

Kapitra Ampera, menyampaikan protes keras pada pemerintah Indonesia dan Cina terkait penolakan UAS saat masuk ke Hong Kong.

Ahad, 24/12/2017 13:42 0

Indonesia

Ujaran Kebencian hingga Penodaan Agama Menjerat Arya Wedakarna

Arya Wedakarna diduga kuat menjadi provokator massa melalui postingannya di FP Facebook pada 1 Desember 2017.

Ahad, 24/12/2017 12:11 0

Indonesia

Polisi Didesak untuk Selesaikan Kasus Persekusi UAS di Bali

Koordinator TA-FPUAS, Zulfikar Ramly,S.H, M.HUM, mendesak kepolisian untuk bertindak cepat dalam menangani kasus persekusi tersebut.

Ahad, 24/12/2017 11:42 0

Close