... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

DPR: Kemlu Harus Minta Penjelasan Soal Penolakan UAS di Hong Kong

Foto: Ustadz Abdul Somad saat berdakwah di daerah pedalaman suku Talang Mamak, Riau

KIBLAT.NET, Jakarta- Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almasyhari menyayangkan apa yang dialami oleh Ustadz Abdul Somad yang dipulangkan sepihak oleh petugas Bandara Internasional Hong Kong saat hendak memenuhi undangan pengajian warga Indonesia di sana. Menurutnya, pemerintah perlu meminta kejelasan ke bagian imigrasi Hong Kong.

“Kementerian Luar Negeri memiliki Direktorat Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (BHI) di luar negeri di bawah Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler bisa menanyakan imigrasi Hong Kong mengapa mendeportasi Ustadz Abdul Somad, sehingga jelas dan tidak ada praduga” ujar Kharis dalam keterangan tertulis yang diterima Kiblat.net pada Ahad, (24/12/2017).

Politisi Fraksi PKS ini menambahkan bahwa sebagaimana amanah konstitusi seperti dalam pembukaan UUD 1945 ditegaskan bahwa melindungi WNI adalah kewajiban negara dan merupakan amanat konstitusi.

“Perlindungan WNI di luar negeri merupakan prioritas utama bagi Kemlu RI, apabila semua WNI sudah memenuhi syarat dan administrasi prosedural dan sah untuk memasuki wilayah negara lain dan kemudian di deportasi, kita berhak menanyakan apa yang salah dari WNI terkait” tegas Kharis.

Sebagaimana yang dijelaskan di Pasal 19 huruf b Undang-Undang No.37 Tahun 1999 Tentang Hubungan Luar Negeri, kata dia, secara tegas menyatakan bahwa Perwakilan Republik Indonesia berkewajiban memberikan pengayoman, perlindungan, dan bantuan hukum bagi warga negara dan badan hukum Indonesia di luar negeri, sesuai dengan peraturan perundang-undangan nasional serta hukum dan kebiasaan internasional.

BACA JUGA  Polisikan Novel Baswedan, Politisi PDIP Dewi Tanjung Dianggap Ngawur

Ia juga menambahkan bahwa meskipun melindungi WNI adalah kewajiban negara, namun masyarakat Indonesia perlu diberi pemahaman dan kesadaran bahwa mereka harus mampu menjaga dirinya sendiri (self protectio).

Menurutnya, WNI yang akan bepergian ke luar negeri harus memahami prosedur, ketentuan yang berlaku baik di Indonesia maupun di negara tujuan, hak dan kewajiban. Dan hal ini merupakan tanggung jawab kita bersama untuk memberikan pemahaman tersebut.

“Ketika kita berada di luar negeri, dimana kewenangan Pemerintah RI dibatasi oleh adanya kedaulatan hukum di negara dimana WNI tersebut berada, Pemerintah tetap harus melindungi WNI sesuai aturan hukum Internasional dengan tetap menghormati hukum di negara tersebut” tutupnya.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Syafi’i Iskandar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Iran

Proyek Syiahisasi Berlanjut, Iran Buka Kembali Penerbangan ke Suriah

Pemerintah Iran mengumumkan dimulainya kembali penerbangan Iran ke Suriah sebagai bagian dari rencana untuk menyebarkan Syiah di negara tersebut.

Ahad, 24/12/2017 10:30 0

Mesir

Al-Sisi Yakinkan Militer Mesir Akan Tumpas Terorisme

Presiden Abdul Fattah al-Sisi menyatakan bahwa militer Mesir akan serius menghadapi terorisme. Ia menekankan bahwa tidak ada yang dapat mengambil tanah atau rakyat Mesir. Dalam hal ini yang ia maksud adalah wilayah Semenanjung Sinai.

Ahad, 24/12/2017 09:33 0

Afghanistan

Rusia Siap Bekerjasama dengan Amerika di Afghanistan

Moskow siap untuk bekerja sama dengan Amerika Serikat di Afghanistan. Demikian kata pejabat Kementerian Luar Negeri Rusia dalam sebuah wawancara dengan kantor berita RIA pada hari Sabtu (23/12/2017).

Ahad, 24/12/2017 09:00 0

Video Kajian

Membalas Ucapan Selamat Idul Fitri Dengan Selamat Natal, Bolehkah?

KIBLAT.NET – Membalas Ucapan Selamat Idul Fitri Dengan Selamat Natal, Bolehkah? Masalah toleransi dan kerukunan umat...

Ahad, 24/12/2017 08:29 0

Syam

Demo Anti Korupsi di Israel Masuki Pekan Keempat

Ribuan orang Israel kembali mengadakan demonstrasi di Tel Aviv pada Sabtu (23/12/2017). Ini memasuki pekan keempat, di mana massa meminta pengunduran diri pemerintah "korup" dan pemimpinnya.

Ahad, 24/12/2017 06:43 0

Video Kajian

Jadi Tahu: Muslim Memakai Atribut Natal, Bolehkah?

KIBLAT.NET – Jadi Tahu: Muslim Memakai Atribut Natal, Bolehkah? Pernah memakai atribut natal, topi santa...

Ahad, 24/12/2017 05:11 0

Asia

Umat Islam Patani di Thailand Selatan Gelar Shalat Hajat untuk Al-Aqsha

"Bagi umat Muslim Patani di Thailand membantah klaim sepihak tersebut secara damai dan memohon doa kepada Ilahi supaya menyelamatkan Masjid Al-Aqsha dan rakyat Palestina," tutur Mantan Qadi Wilayah Pattani yang mengimamkan shalat hajat untuk Al--Aqsha.

Sabtu, 23/12/2017 18:03 0

Artikel

Di Balik Keistimewaan Air Zamzam

Air zamzam bermula ketika Nabi Ibrahim membawa istri keduanya yang bernama Siti Hajar dan anak kecilnya yang bernama Ismail ke lembah di daratan Mekkah, dimana sekarang berdirinya Masjid Al-Haram.

Sabtu, 23/12/2017 17:56 1

Artikel

Feminisme yang Semakin Menguliti Kearifan Lokal Kita

Di sisi lain, para penggagas feminisme juga terkesan “menguliti” kearifan lokal kita ditambah tindak tanduk yang memancar dari kepribadian mereka juga kebarat-baratan.

Sabtu, 23/12/2017 16:52 0

Opini

Agenda Media Islam Untuk Palestina

Sudah lebih satu tahun, pagelaran (International Conference of Islamic Media – ICIM) diselenggarakan di Jakarta. Hasil strategis yang dibahas adalah bagaimana penyatuan agenda media massa Islam dunia – kususnya Indonesia – untuk menjadikan Al-Quds Ashsharief sebagai wilayah yang harus dipertahankan oleh para pejuang media.

Sabtu, 23/12/2017 16:29 0

Close