... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Al-Sisi Yakinkan Militer Mesir Akan Tumpas Terorisme

Foto: Presiden Mesir, Abdul Fattah Al-Sisi.

KIBLAT.NET, Kairo – Presiden Abdul Fattah al-Sisi menyatakan bahwa militer Mesir akan serius menghadapi terorisme. Ia menekankan bahwa tidak ada yang dapat mengambil tanah atau rakyat Mesir. Dalam hal ini yang ia maksud adalah wilayah Semenanjung Sinai.

“Kami telah mempercayakan kementerian perumahan dan otoritas teknik dengan proyek perencanaan kota yang komprehensif,” katanya dalam sebuah upacara peresmian sebuah proyek pembangunan di kota Terusan Suez Ismailia, Sabtu (23/12/2017).

Al-Sisi mengatakan bahwa proyek tersebut akan menelan biaya 100 miliar pound Mesir dan akan tetap berjalan meskipun dirinya tak lagi berkuasa. Proyek itu dijadwalkan selesai dalam dua sampai tiga tahun.

“Sinai adalah tanah kami dan militer akan menghadapi terorisme dengan paksa. Kita harus mengakhiri terorisme yang ada di sana,” kata Sisi.

Pasukan keamanan telah memerangi militan di wilayah gurun terutama, membentang dari Terusan Suez ke arah timur ke Jalur Gaza dan Israel, sejak 2013. Sementara militan telah membunuh ratusan polisi dan tentara.

Pengamat politik Dr. Amira Abo El-Fetouh mengatakan bahwa militer di bawah kekuasaan Al-Sisi telah kehilangan semangat juangnya dan mengubah doktrin militernya dari memerangi tentara Zionis kepada perang terhadap kaum Muslimin yang digambarkan sebagai “perang melawan terorisme”.

“Tentara telah berubah menjadi lembaga ekonomi yang menjual ikan, udang dan permen. Apakah tentara benar-benar membunuh puluhan teroris, seperti yang diumumkan dalam pernyataan resmi? Atau apakah itu hanya dalih untuk untuk menghilangkan aib dan rasa malu karena lusinan warga sipil tak berdosa di Sinai terbunuh?” katanya.

BACA JUGA  Jelang Peringatan Revolusi 25 Januari, Al-Sisi Perpanjang Keadaan Darurat

Lebih jauh, El-Fetouh menganalisis bahwa tindak kekerasan yang kerap berulang di Sinai Utara adalah cara pemerintah untuk memindahkan penduduk sebelum mencaplok daerah tersebut.

“Ada banyak pertanyaan yang diajukan. Hal itu akan dijawab dalam beberapa hari mendatang saat berbagai peristiwa terungkap. Masih banyak yang terjadi, dan masih banyak yang harus terjadi,” ujarnya.

Sumber: Aawsat, Middle East Monitor
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video Kajian

Membalas Ucapan Selamat Idul Fitri Dengan Selamat Natal, Bolehkah?

KIBLAT.NET – Membalas Ucapan Selamat Idul Fitri Dengan Selamat Natal, Bolehkah? Masalah toleransi dan kerukunan umat...

Ahad, 24/12/2017 08:29 0

Indonesia

Ini Bahayanya Jika Masyarakat Indonesia Tidak Melawan LGBT

Masifnya promosi paham LGBT melalui media dan pendidikan dinilai sebagai bentuk proxy war. Menurut Ikhsan Gumilar, harus ada upaya sistematis untuk melawannya.

Ahad, 24/12/2017 07:56 0

Indonesia

Pakar Hukum Pidana Jelaskan Kekosongan Hukum Pasal LGBT

Suparji menyebut, salah satu pasal yang diajukan dalam Judicial Review adalah pasal 292 yang hanya terbatas pada pencabulan antara orang dewasa terhadap anak.

Ahad, 24/12/2017 07:21 0

Indonesia

Kepastian Hukum terhadap Pelaku LGBT Penting, Ini Alasannya

"Hukum yang ada ini nggak ada yang mengatur sampai rehabilitasi. Mengatur pidananya saja tidak ada, lalu bagaimana mau memaksa orang untuk direhab, kan gak bisa," ungkapnya.

Ahad, 24/12/2017 06:15 0

Indonesia

Pakar Neuropsikolog: LGBT Bukan Karena Faktor Keturunan

Pakar neuropsikolog, Ihsan Gumelar mengungkapkan bahwa penderita Lesbian Gay Bisexual dan Transgender (LGBT) bukan karena faktor keturunan, melainkan dari pengaruh lingkungan yang berarti penderita bisa disembuhkan.

Ahad, 24/12/2017 05:44 0

Video Kajian

Jadi Tahu: Muslim Memakai Atribut Natal, Bolehkah?

KIBLAT.NET – Jadi Tahu: Muslim Memakai Atribut Natal, Bolehkah? Pernah memakai atribut natal, topi santa...

Ahad, 24/12/2017 05:11 0

Artikel

Di Balik Keistimewaan Air Zamzam

Air zamzam bermula ketika Nabi Ibrahim membawa istri keduanya yang bernama Siti Hajar dan anak kecilnya yang bernama Ismail ke lembah di daratan Mekkah, dimana sekarang berdirinya Masjid Al-Haram.

Sabtu, 23/12/2017 17:56 1

Indonesia

Aksi Bela Palestina di Brebes Diakhiri dengan Pembacaan Sikap Pemuda Indonesia

Aksi Bela Palestina digelar Kota Brebes pada Jumat (22/12), seusai sholat Jumat di Masjid Agung Kota Brebes. Masyarakat dari berbagai ormas tumpah ruah di Alun-alun Brebes  yang lokasinya berhadapan dengan Masjid Agung.

Sabtu, 23/12/2017 17:51 0

Artikel

Feminisme yang Semakin Menguliti Kearifan Lokal Kita

Di sisi lain, para penggagas feminisme juga terkesan “menguliti” kearifan lokal kita ditambah tindak tanduk yang memancar dari kepribadian mereka juga kebarat-baratan.

Sabtu, 23/12/2017 16:52 0

Indonesia

Dubes Mesir di Indonesia: PBB Tak Serius Urusi Masalah Palestina

Dubes Mesir pun bertanya mengapa Amerika Serikat diberikan hak untuk memberikan suara, sedangkan dalam tradisi DK PBB, bahwa negara yang dimasalahkan dalam resolusi tidak diberikan hak untuk bersuara.

Sabtu, 23/12/2017 16:40 0

Close