... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Rezim Bashar Assad Bangun Pusat Rekrutmen Militer di Universitas-universitas Suriah

Foto: Pusat rekrutmen militer di Universitas Damaskus

KIBLAT.NET, Damaskus – Rezim Bahsar Assad membangun pusat rekrutmen militer dari unsur mahasiswa di Universitas Damaskus. Badan administratif itu juga bertugas memvalidasi pengajuan cuti para mahasiswa

Salah satu pusat rekrutmen militer terdapat di Fakultas Hukum Universitas Damaskus, seperti dikutip dalam laporan media pro-Assad. Sebuah foto menunjukkan kantor pusat perekrutan militer di Universitas Damaskus yang dioperasikan oleh para personil tentara dan sejumlah perwira berseragam.

Rektor Universitas Damaskus, Mohammad Maher Qabaqibi, pun menjustifikasi upaya mendirikan kantor cabang perekrutan militer di dalam kampus. “Keberadaan cabang-cabang rekrutmen yang berfungsi sebagai kantor penghubung akan menghemat waktu & pekerjaan bagi mahasiswa karena mereka tidak perlu lagi keluar kampus untuk mendapatkan dokumen. Sekaligus, pengajuan cuti mereka akan bisa di-acc dalam waktu kurang dari 24 jam,” ungkapnya, seperti dikutip Orient News, Jumat (22/12/2017).

Qabaqibi mengkonfirmasi bahwa kantor cabang sejenis juga akan dibuka di universitas-universitas di seluruh Suriah. Selanjutnya Qabaqibi mengatakan bahwa berbagai Pusat Layanan Sipil juga akan didirikan yang nantinya akan bekerja sama dengan kantor cabang rekrutmen militer, dan menginformasikan kepada para mahasiswa tentang status mereka.

Kantor-kantor cabang rekrutmen militer dimana para pemuda Suriah diwajibkan memilih untuk melamar pekerjaan apakah di bagian layanan sipil ataupun militer telah berkembang menjadi sesuatu yang menakutkan bagi mereka. Hal itu karena kantor-kantor cabang tersebut memiliki wewenang untuk menahan paksa setiap laki-laki untuk diwajibkan bergabung dengan rezim Assad ke sebuah program wajib militer ataupun dijadikan tentara cadangan.

BACA JUGA  Seorang Anak Pengungsi Suriah Meninggal Kedinginan Akibat Cuaca Ekstrem

Sumber: Orient News
Redaktur: Yasin Muslim

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Ini Daftar Perkara Pro Rezim yang Belum Diproses Hukum

Tim Advokasi (TA) GNPF Ulama merilis laporan kasus pro rezim yang belum diproses secara hukum

Sabtu, 23/12/2017 13:07 0

Indonesia

Terjadi Kekosongan Hukum, Pelaku LGBT Gencar Promosi

"Masalahnya adalah sekarang jika tidak ada yang bilang LGBT itu ilegal, maka ini para pelaku promosi tidak bisa di tindak juga"

Sabtu, 23/12/2017 13:05 0

Video Kajian

Rajin Shalat Tetapi Menolak Syariat Allah Lainnya, Kenapa?

KIBLAT.NET – Rajin Shalat Tetapi Menolak Syariat Allah Lainnya, Kenapa? Shalat adalah bagian atau salah...

Sabtu, 23/12/2017 11:46 0

Indonesia

Tim Advokasi GNPF: Total 27 Aktivis Aksi Bela Islam Dikriminalisasi

Habib Rizieq Shihab menempati urutan pertama paling banyak dikriminalisasi

Sabtu, 23/12/2017 11:43 1

Video Kajian

Drs. H. Wijaya Rahmat: Arti Toleransi dalam Islam

KIBLAT.NET – Drs. H. Wijaya Rahmat: Arti Toleransi dalam Islam. Masih banyak saudara kita muslim...

Sabtu, 23/12/2017 11:39 0

Info Event

Hafal Surat Al-Mulk? Hadiah Jutaan Rupiah Menanti

Festival Huffazh kali ini berupa Pelatihan Menghafal Alquran Surat Al Mulk Semudah Tersenyum yang akan dipandu oleh MASTER Trainer sekaligus penemu metode MASTER, Ustadz Bobby Herwibowo Lc., dan Ustadz Habiburrachim, Lc.

Sabtu, 23/12/2017 09:32 0

Indonesia

Mabes Polri Diminta Ikuti Aturan Pengadaan Senjata

Pengamat Militer Universitas Indonesia, Andi Widjajanto, mengungkapkan bahwa sebenarnya regulasi pengadaan senjata oleh Markas Besar Polisi Republik Indonesia sudah ada.

Sabtu, 23/12/2017 07:58 0

Indonesia

Pemerintah Dinilai Setengah Hati Bela Palestina, Ini Alasannya

Ketua Masyarakat Cinta Jakarta (McJak) ini juga menegaskan bahwa hubungan dagang antara Indonesia dan Israel menunjukkan sikap yang tidak tepat. Artinya, sikap pemerintah mendukung Palestina namun masih berhubungan dengan Israel.

Jum'at, 22/12/2017 20:30 0

Profil

Shalahuddin dan Generasi Pembebas Al-Aqsha

Setelah mengumpulkan dan mengatur pasukan, Shalahuddin mengadakan musyawarah untuk membicarakan bagaimana menyerang musuh dan kapan waktunya. Majelis pun menyepakati untuk keluar pada 17 Rabiul Akhir 583 H setelah shalat jum'at di antara lantunan takbir dan doa kaum muslimin.

Jum'at, 22/12/2017 20:00 0

Indonesia

Apa Kata Ulama soal Gerakan Log Out Facebook 25122017?

Kampanye menolak Lesbian Gay Biseksual dan Transgender (LGBT) mengemuka di dunia maya. Muncul gerakan log out Facebook 25122017.

Jum'at, 22/12/2017 19:18 0

Close