... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Warganet Ramai Posting Foto Diri dengan Satu Mata Tertutup, Ini Sebabnya

Foto: Postingan warganet di Twitter untuk solidaritas bayi Karim.

KIBLAT.NET, Ghauta Timur – Aktivis media massa meluncurkan sebuah kampanye solidaritas untuk Karim, seorang bayi berusia dua bulan yang kehilangan mata kirinya setelah serangan udara rezim di pinggiran kota Gharsa, Suriah yang dikepung, Jumat lalu.

Karim kehilangan pandangannya dan tengkorak pecah karena rudal pasukan rezim Bashar Assad di rumahnya di Ghouta Timur. Ibunya juga terbunuh dalam serangan yang sama. Wartawan independen Suriah Hadi Al Abdullah memposting fotonya di Twitter.

Selain itu, banyak orang yang memposting foto mereka di media sosial dengan satu mata tertutup untuk menunjukkan solidaritas kepada bayi Karim dengan menyertakan hashtag #SolidarityWithKarim.

Pesan dalam bahasa Arab, Inggris, dan Turki dengan ungkapan “#BabyKarim saya melihat Anda,” dan “Pengepungan EEGTO akan berakhir” juga banyak dibagikan di Twitter.

Abu Muhammad, ayah Karim, menggambarkan kehidupan di wilayah yang diblokade adalah “mimpi buruk”. Ia mengatakan bahwa Karim membutuhkan perawatan terus-menerus.

“Hidup terkepung adalah mimpi buruk. Sangat sulit untuk menemukan pekerjaan yang layak dalam keadaan seperti ini,” katanya kepada Anadolu.

“Karim membutuhkan keperawatan konstan, dia kehilangan satu mata, dia memiliki tengkorak yang retak. Situasi yang memburuk terlihat jelas di Ghouta Timur,” ungkapnya.

Ghouta Timur telah menghadapi berbulan-bulan pemboman dari jet tempur Rusia dan Suriah. Wilayah itu juga telah mengalami blokade sejak tahun 2013, membuat krisis terhadap jumlah makanan, bahan bakar, dan obat-obatan.

Pada bulan November PBB mengatakan bahwa tingkat gizi buruk anak di daerah ini tertinggi yang tercatat di negara ini sejak perang dimulai enam tahun dimulai. UNICEF mengatakan survei November di Ghouta Timur menunjukkan 12 persen anak balita menderita gizi buruk akut.

Palang Merah pada hari Senin mengatakan bahwa situasi di sana telah mencapai titik kritis karena bantuan terus dibatasi secara ketat. “Seperti yang sering terjadi di Suriah selama enam tahun terakhir, orang-orang biasa sekali lagi terjebak dalam situasi di mana kehidupan menjadi tidak mungkin,” kata Robert Mardini, Direktur Palang Merah Timur Tengah.

Christos Stylianides, Komisioner Eropa untuk Bantuan Kemanusiaan dan Manajemen Krisis, mengatakan dalam sebuah pernyataan tertulis bahwa selama beberapa minggu terakhir, situasi di daerah kantong yang diblokade telah memburuk dengan cepat.

“400.000 penduduknya menghadapi tantangan kemanusiaan utama, karena ada kekurangan persediaan dasar termasuk makanan, bahan bakar, dan obat-obatan,” katanya.

Dia menambahkan bahwa situasinya menyebabkan malnutrisi parah, keadaan darurat medis dan peningkatan risiko penyakit. “Sekitar 500 orang, termasuk 137 anak-anak, memerlukan evakuasi medis segera,” katanya.

Bayi Karim

Sumber: Zaman el-Wasl, Middle East Eye
Redaktur: Ibas Fuadi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Begini Kata Felix Siauw soal Ucapan Selamat Natal

Menurutnya upaya tersebut perlu disadari, karena setiap pemeluk pasti memiliki semangat untuk menyebarkan agamanya.

Rabu, 20/12/2017 12:45 0

Foto

Foto: Hujan Tak Surutkan Semangat Masyarakat Solo Bela Palestina

Walau hujan mengguyur lebat, langkah massa tak surut. Longmarch tetap berlangsung sesuai agenda. Aksi di buka pada pukul 15.20 WIB dan di akhiri tepat pada pukul 17.00 yang ditutup dengan doa oleh Ketua MUI Surakarta, KH Subari.

Rabu, 20/12/2017 11:45 0

Indonesia

Para Dai, Kristolog hingga Mualaf Jalin Kerjasama Lawan Pemurtadan

Komisi Nasional Anti Pemurtadan mengadakan acara Multaqo Dai dan Kristolog Nasional pada Selasa (19/12/2017).

Rabu, 20/12/2017 11:11 1

Opini

LGBT dan Perzinaan Eksis, Indonesia Makin Sakit

Mahkamah Konstitusi (MK) menolak gugatan terkait perluasan aturan soal perzinaan, perkosaan, dan juga pencabulan. Gugatan tersebut terkait perbuatan zina dalam kumpul kebo hingga soal LGBT bisa dipidana.

Rabu, 20/12/2017 10:27 2

Indonesia

BKLDK Bandung: Tak Ada Solusi untuk Al-Quds Kecuali Jihad

Dulu Yerusalem pernah diambil alih oleh orang-orang frank karena semangat perang salib. Tapi sekitar 100 tahun kemudian akhirnya Yerusallem kembali ke tangan kaum muslimin melalui Jihad yang di pimpin oleh Salahuddin al-Ayyubi rahimahullah.

Rabu, 20/12/2017 09:00 0

Indonesia

Angkatan Muda Muhammadiyah Surakarta Gelar Aksi Bela Palestina

Menyusul klaim sepihak Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang mengakui Kota Al-Quds (Yerusalem) sebagai Ibukota Israel, angkatan Muda Muhammadiyah Kota Surakarta menggelar aksi bela Al-Quds di Bundaran Gladag, Jln Slamet Riyadi, Solo, Surakarta, pada Selasa (19/12).

Rabu, 20/12/2017 05:48 0

Indonesia

Uji Materi Ditolak, Pakar Hukum Pidana: MK seperti Berikan Angin Segar ke LGBT

KIBLAT.NET, Jakarta- Akhir-akhir ini Mahkamah Konstitusi (MK) dianggap melegalkan Lesbian Gay Biseksual dan Transgender (LGBT)...

Selasa, 19/12/2017 21:46 0

Indonesia

Tolak Uji Materi Pasal Perzinahan, Konsistensi MK Dipertanyakan

pakar hukum pidana Unpad, Atip Latipulhayat menegaskan bahwa memang hal itu benar. Namun, ia menegaskan bahwa MK pernah membuat norma baru.

Selasa, 19/12/2017 21:30 0

Indonesia

Ini Pernyataan Sikap Angkatan Muhammadiyah Surakarta Terkait Kebijakan Trump

KIBLAT.NET, Solo – Dengan adanya keputusan sepihak presiden Donald Trump yang menyatakan Yerusalem sebagai Ibukota...

Selasa, 19/12/2017 21:20 0

Indonesia

Hujan Tak Padamkan Kemarahan Masyarakat Solo terhadap Donald Trump

Suyatno mengatakan bahwa aksi tersebut sebagai wujud geramnya serta solidaritas umat Islam atas pengakuan sepihak Yerusalem sebagai ibu kota Israel oleh Presiden Amerika Serikat tersebut.

Selasa, 19/12/2017 21:11 0

Close