BKLDK Bandung: Tak Ada Solusi untuk Al-Quds Kecuali Jihad

KIBLAT.NET, Bandung – Badan Esekutif Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus (BE BKLDK) Kota Bandung menyebut deklarasi sepihak Presiden Amerika Donald Trump yang mengakui kota Al-Quds (Yerusalem) sebagai Ibukota Israel adalah pemenuhan janji Trump kepada Sheldon Andelson sebagai pendonor terbesar kampanyenya.

Melalui diskusi Forum Mahasiswa di Radio RRI Pro 2 Bandung 96FM, perwakilan BE BKLDK Bandung Rifan Abdul Azis menjelaskan bahwa Sheldon Andelson adalah Zionis Yahudi. Zionis Yahudi di Amerika Serikat memiliki pengaruh yang sangat kuat di bidang ekonomi maupun politik.

Dalam diskusi yang bertajuk “Mahasiswa Peduli Palestina” tersebut dihadiri oleh mahasiswa dari berbagai kampus di Kota Bandung.

“Deklarasi sepihak Trump mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel adalah pemenuhan janjinya kepada Sheldon Andelson sebagai pendonor terbesar kampanyenya. Sheldon Andelson adalah Zionis Yahudi. Zionis Yahudi di Amerika Serikat memiliki pengaruh yang sangat kuat di bidang ekonomi maupun politik,” jelas Rifan Abdul Azis di Studio RRI Bandung, Senin, (18/12/17).

Dari berbagai sumber yang didapat, Rivan menyebutkan, keputusan Trump mengakui Al-Quds sebagai Ibukota Israel bisa jadi semakin menguatkan cengkraman Yahudi dalam bertindak sesuka hati mereka terhadap tana suci umat Islam Palestina.
Seperti diketahui, pernyataan Trump menjadikan umat Islam seluruh dunia marah, hal tersebut karena mereka tidak rela tanah Suci umat islam dikuasai oleh Yahudi.

“Dan bila dilihat dari sisi ideologis deklarasi sepihak ini akan semakin membuat zionis yahudi di tanah Palestina berani melakukan hal-hal lebih untuk meneror dan menjajah warga Palestina demi terwujudnya Negara Yahudi yang ideal. Kita bisa lihat itu dari video tanggapan Benjamin Netanyahu terhadap deklarasi sepihak Trump, dalam video PM penajajah kafir Israel itu mengatakan ‘Jayalah Negara Yahudi’,” paparnya.

BACA JUGA  Sistem Demokrasi Liberal Bikin Hoaks Makin Marak

Dipenghujung diskusi perwakilan BKLD ini ditanya solusi pembebasan palestina, dirinya menjawab tak ada solusi lain untuk membaskan Palestina dari jajahan para Zionis Yahudi selain Jihad. Dirinya juga menyebutkan bahwa peran mahasiswa adalah melakukan gerakan penyadaran kepada umat terkait permasalahan di Palestina agar umat semakin tergerak untuk berupaya membesakan tanah Suci Umat Islam.

“Terkait solusi penjajahan di Palestina kita kembali lagi pada sejarah. Dulu Yerusalem pernah diambil alih oleh orang-orang frank karena semangat perang salib. Tapi sekitar 100 tahun kemudian akhirnya Yerusallem kembali ke tangan kaum muslimin melalui Jihad yang di pimpin oleh Salahuddin al-Ayyubi rahimahullah. Padahal pada masa itu umat Islam juga sedang terpecah dan semangat keislamannya juga sedang kendor tapi ternyata ada orang yang bisa membangkitkan semangat kaum muslimin untuk Jihad membebaskan Yerusallem. Kalau dulu bisa sekarang juga pasti bisa,” jelasnya.

Selain itu ia juga menyampaikan, perlunya umat Islam dalam memiliki satu kepemimpinan yaitu seorang Khalifah, sehingga umat Islam tidak seenaknya dijajah oleh para kafir penjajah.

Reporter: Saifal
Editor: Hunef Ibrahim

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat