... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Tolak Uji Materi Pasal Perzinahan, Konsistensi MK Dipertanyakan

Foto: Gedung Mahkamah Konstitusi (MK).

KIBLAT.NET, Jakarta- Mahkamah Konstitusi (MK) menolak perluasan makna perzinaan di dalam KUHP. Menurut MK, mereka tidak memiliki kewenangan untuk memperluas pasal di KUHP.

Dalam hal ini, pakar hukum pidana Unpad, Atip Latipulhayat menegaskan bahwa memang hal itu benar. Namun, ia menegaskan bahwa MK pernah membuat norma baru.

“Bahwa betul alasannya MK itu tidak bisa membuat norma baru. Tapi persoalannya adalah, apakah yang dimohonkan oleh si pemohon ke Mahkamah Konstitusi itu harus dimaknai sebagai norma baru? Karena dalam beberapa kasus, MK melakukan perluasan,” ujarnya saat dihubungi Kiblat.net pada Selasa (19/12/2017).

Ia mencontohkan bahwa dalam kasus Machica Mocthar, Mahkamah Konstitusi mengesahkan hubungan keperdataan ayah dengan anaknya yang lahir di luar perkawinan. Sepanjang bisa dibuktikan dengan ilmu pengetahuan.

“Dengan hal itu MK telah melakukan perluasan makna, memberikan norma baru terhadap asal itu,” tegasnya.

Oleh sebab itu, ia menegaskan bahwa konsistensi Mahkamah Konstitusi dipertanyakan. Mengapa di kasus Machica Mochtar MK bisa membuat norma, namun dalam masalah perzinaan MK tidak melakukan hal demikian.

“Jadi di sini problemnya, problem konsistensi dari MK. Mengapa dulu membuat bisa membuat norma tapi sekarang tidak,” tukasnya.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Syafi’i Iskandar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Manhaj

Pembebasan Al-Quds, Tanggung Jawab Umat Islam Sedunia

Masjid Al-Aqsha, Baitul Maqdis dan Bumi Al-Quds adalah amanah besar yang Allah bebankan kepada kaum muslimin hari ini. Keutamaan Al-Aqsha adalah milik seluruh umat yang meyakini Allah sebagai Rabb-nya dan Muhammad sebagai nabi dan rasulnya.

Selasa, 19/12/2017 18:15 0

Asia

Kasus Zakir Naik Di-SP3, India Kembali Ajukan Red Notice ke Interpol

Juru bicara Badan Investigasi Nasional India (NIA), Alok Mittal menuturkan, pihaknya akan kembali mencoba mengajukan permintaan red notice kepada Interpol atas Zakir Naik dalam waktu dekat.

Selasa, 19/12/2017 18:01 0

Amerika

Gunakan Hak Veto, AS Bersikeras Pertahankan Al-Quds Jadi Ibu Kota Israel

Amerika Serikat memveto rancangan resolusi Dewan Keamanan PBB yang menolak pengakuan Presiden Donald Trump terkait status Yerusalem.

Selasa, 19/12/2017 17:26 0

Asia

Tolak Permintaan India, Interpol Resmi Hentikan Kasus Zakir Naik

Interpol menyatakan bahwa bukti dari pemerintah India tak cukup kuat dan kasus tersebut dihentikan alias SP3.

Selasa, 19/12/2017 16:13 0

Palestina

Ini Jumlah Korban Kekerasan Israel Pasca Pengakuan Trump atas Al-Quds

Jumlah tersebut terhitung sejak Presiden AS Donald Trump mengumumkan keputusannya untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Selasa, 19/12/2017 13:37 0

Suriah

Dukungan Barat kepada Sejumlah Faksi FSA Berhenti Total

Dia mengungkapkan bahwa gaji yang diterima pasukan semakin mengecil. Sebelum dihentikan, per pasukan hanya menerima $ 40 perbulan, padahal sebelumnya lebih dari $ 200.

Selasa, 19/12/2017 07:14 0

Palestina

Lagi, Israel Bombardir Pos Militer Brigade Al-Qassam

Sejumlah pesawat tempur Zionis Israel kembali melancarkan serangan di wilayah Jalur Gaza.

Selasa, 19/12/2017 06:11 0

Yaman

Petinggi Partai Al-Islah Yaman Lolos dari Upaya Pembunuhan

Partai Al-Islah adalah salah satu partai oposisi terbesar di Yaman yang didirikan setelah penyatuan negara pada 13 September 1990. Al-Islah sebagai partai politik dengan latar belakang Islam.

Senin, 18/12/2017 18:49 0

Inggris

Seorang Ibu di Inggris Tega Racuni Anaknya Agar Tak Berangkat ke Suriah

Seorang ibu di Inggris tega mencelakakan anak laki-lakinya dengan cara memberikan obat anti-psikotik yang biasa dipakai bagi penderita gangguan kejiwaan, dan juga racun karena khawatir anaknya pergi ke Suriah.

Senin, 18/12/2017 18:03 0

News

Tujuh Ciri Kabar Hoax Menurut Kominfo

Saat ini Indonesia sedang mengalami darurat hoax. Demikian kata Tenaga Ahli Kementerian Komunikasi dan Informatika Bidang Komunikasi Publik, Freddy Tulung.

Senin, 18/12/2017 16:07 0

Close