... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Suara Pembaca

Menyoal Demonstrasi: Logika Terbalik Para Pengklaim Sebutan ‘Salafi’

Foto: Ilustrasi

KIBLAT.NET – Semua tahu daging babi itu haram. Semua juga sepakat kalau turunannya, olahannya, sekecil apapun bentuknya, haram juga hukumnya. Ini logika yang kita pakai. Sayangnya, logika seperti ini tidak dipakai kaum yang sering mengklaim dirinya sebagai ‘Salafi’. Terutama dalam masalah demokrasi. Hukum demokrasi mereka tegas mengharamkannya, tetapi turunan demokrasi, hasil-hasilnya, mereka menikmatinya. Menghukumi para penguasa negeri demokrasi sebagai ‘ulil amri’. Dan menuduh para pengkritik penguasa, yang sejatinya berjuang untuk Islam, sebagai kaum ‘khawarij’. Sayangnya, sikap seperti ini banyak mereka tunjukkan justru saat penguasanya cenderung sekuler. Saat penguasanya Muslim, mereka tidak konsisiten, dan ikut-ikutan kaum sekuler menggoyang penguasa. Apa yang terjadi di Mesir adalah contoh nyata. Saat Mursi dikudeta mereka diam saja, saat Al-Sisi didemo, mereka bilang haram hukumnya.

Saya tidak tahu pasti alasan kaum pengklaim sebutan ‘Salafi’ bersikap seperti ini. Dari survey acak yang saya lakukan, dan hasil interaksi dengan mereka, saya menduga ini karena kekurang-pahaman mereka tentang dunia politik, atau istilah kerennya siyasah syar’iyyah. Tidak sampai di pikiran mereka, bagaimana jika para penguasa ini ‘ditunggangi’ musuh-musuh Islam. Bagaimana jika ternyata, ‘Salafi’ ini dimanfaatkan penguasa untuk memuluskan agenda pribadi mereka. Tetapi jika pun mereka tidak paham politik, mestinya jangan banyak berkomentar, karena akan kelihatan tidak profesional. Persis seperti Abu Janda, yang ‘gak ono pinter-pintere blass’ itu.

Semua sepakat, jika ada orang lain ingin merebut dan menempati rumah kita, kita wajib mempertahankannya. Apalagi rumah kita juga sah secara legal, lengkap dengan Sertifikat dan IMB-nya. Bahkan jika orang terus memaksa, maka tetangga, saudara, msayarakat akan dengan sukarela membantu kita. Tetapi pengaku ‘Salafi’ tidak sepakat dengan ini. Untuk urusan Palestina, mereka menyuruh orang Palestina, sang pemilik rumah yang sah untuk pergi, dan memberikan tanah tumpah darah mereka kepada Yahudi. Alasannya bisa macam-macam. Mungkin salah satunya untuk I’dad, persiapan berjihad merebut kembali tanah Palestina. Tetapi, kaum pengaku ‘Salafi’ mana punya pengalaman Jihad, wong kaum Jihadis banyak mereka hukumi sebagai ‘khawarij’. Lagi-lagi, mereka tidak profesional, tidak mampu menyatukan kata dan perbuatan. Dan beginilah mentalitas Abu Janda, manusia ‘gak ono pinter-pintere blass’ itu.

Saya tidak tahu pasti, apakah mereka bisa memahami ayat 19 surat At-Taubah. Karena prakteknya jauh panggang dari api. Pengklaim ‘Salafi’ tampak lebih dominan hanya dari taklim ke taklim, tetapi minim aksi solidaritas dunia Islam. Jikapun tampak kegiatan outdoor, rata-rata fasilitasnya cukup wah, seperti program Muslim Family Land itu. Ustadz-ustadz merekapun, paling jauh tampak tidur di kursi, tetapi kursi bandara, sementara ustadz ‘Non Salafi’ sering tampak tidur di tikar rumah-rumah pedalaman.

‘Ala kulli hal, pengaku diri sebagai kaum ‘Salafi’ adalah salah satu elemen umat ini. Mereka eksis, memiliki kontribusi riil, dan menjadi bagian integral ummat. Mari doakan mereka dalam kebaikan, agar berubah cara berfikir dan bertindaknya. Meyakini bahwa Islam tegak melalui berbagai pengorbanan, bukan sekedar taklim ke taklim. Memahami bahwa perjuangan Islam berasa nikmat saat diliputi banyak keterbatasan, bukannya dengan pelbagai fasilitas ‘wah’ dan perut terus-terusan kenyang. Wallohu a’lam.

Penulis: Madi Hakim

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Afrika

Cabang Al-Qaidah di Tunisia, Batalyon Uqbah bin Nafi’ Lancarkan Penyergapan

Jaringan Al-Qaida di wilayah Maghreb (AQIM) sub-cabang Tunisia pada hari Selasa (12/12) menyatakan bertanggung jawab atas operasi penyergapan terhadap tentara Tunisia. Milisi yang juga dikenal sebagai Batalyon Uqbah bin Nafi’ ini melancarkan serangan dengan taktik penyergapan pada hari Senin di Gunung Chaambi yang terletak di provinsi Kasserine.

Sabtu, 16/12/2017 22:43 0

Indonesia

Politisi Boleh Saja Ikut Aksi Bela Palestina, Tapi….

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, KH Makruf Amin menegaskan tidak boleh ada kepentingan politik praktis dalam Aksi Bela Palestina di Monas besok.

Sabtu, 16/12/2017 22:35 0

Indonesia

Aksi Bela Palestina Dimulai Dengan Subuh Berjamaah di Monas

Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama, KH Bachtiar Nasir mengungkapkan bahwa Aksi Bela Palestina di Monas akan dimulai dengan sholat subuh berjamaah.

Sabtu, 16/12/2017 22:30 0

Indonesia

Aksi Bela Al Aqsa di Purbalingga Kumpulkan Donasi Rp40 Juta untuk Palestina

Aksi Bela Al Aqsa di Purbalingga Kumpulkan Donasi Rp40 Juta untuk Palestina

Sabtu, 16/12/2017 21:20 0

Indonesia

Dukung Seruan MUI, Elemen Umat Islam Solo Raya Gabung Aksi Bela Palestina

Dengan dikoordinasikan Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) umat Islam Solo Raya diangkut menggunakan belasan bus

Sabtu, 16/12/2017 21:12 0

Indonesia

Pasukan Israel Tembak Mati 4 Warga Palestina

Empat orang warga Palestina ditembak mati saat demonstrasi menentang pencaplokan Yerusalem sebagai ibu kota Israel

Sabtu, 16/12/2017 15:38 0

Indonesia

Ketua MUI: Aksi Bela Palestina Tak Ditunggangin Politik Praktis

"Kami tegaskan disini bahwa aksi Palestina itu tidak akan ditunggangi oleh politik praktis,"

Sabtu, 16/12/2017 14:52 0

Amerika

Penasihat Keamanan AS: Turki dan Qatar Sponsori Ideologi Ekstremis

McMaster menebar serangan verbal dengan menyebut Rusia dan Cina sebagai kekuatan “revisionis”, sementara Iran dituding terobsesi dengan senjata pemusnah masal. Di antara paparan panjang lebar McMaster yang membuat banyak pihak mengernyitkan dahi adalah soal Turki dan Qatar. Kedua negara sekutu utama AS ini dianggap sebagai “masalah besar” yang menghalangi tujuan-tujuan kebijakan luar negeri Amerika

Sabtu, 16/12/2017 08:58 0

Indonesia

Ketua MUI Harap Persekusi Ulama Tak Terjadi Lagi

Katua Majelis Ulama Indonesia, KH Makruf Amin berharap, kasus persekusi terhadap ulama tidak terjadi lagi

Sabtu, 16/12/2017 07:41 0

Indonesia

Pelaku Persekusi Ulama Akan Berhadapan Hukum

Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama, KH Bachtiar Nasir mengungkapkan, bahwa belakangan ini tindakan persekusi terhadap ulama dan dai marak terjadi.

Sabtu, 16/12/2017 07:18 0

Close