... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Khazanah

Khutbah Jumat: Etika Hamba Kepada Rabb-Nya

Khutbah Jumat: Etika Hamba Kepada Rabb-Nya

Khutbah Pertama:

الحمد لله الذي أصلحَ الضمائرَ، ونقّى السرائرَ، فهدى القلبَ الحائرَ إلى طريقِ أولي البصائرِ، وأشهدُ أَنْ لا إلهَ إلا اللهُ وحدَه لا شريكَ له، وأشهدُ أن سيِّدَنا ونبينا محمداً عبدُ اللهِ ورسولُه، أنقى العالمينَ سريرةً وأزكاهم سيرةً، (وعلى آله وصحبِه ومَنْ سارَ على هديهِ إلى يومِ الدينِ.

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلا سَدِيدًا * يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

Jamaah sidang Jumat rahimakumullah

Ada beberapa adab yang harus kita lakukan terhadap Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Apabila kita diwajibkan untuk beradab kepada orang tua, guru, dan sesama manusia, sudah tentu kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala Sang Pencipta kita harus lebih beradab lagi. Beberapa adab kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala yaitu:

1. Bersyukur

Seorang muslim memperhatikan segala sesuatu yang telah diberikan oleh Allah subhanahu wa ta’ala kepadanya. Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan segala kenikmatan yang tak dapat dihitung. Kenikmatan ini telah ditentukan semenjak ia berada dalam kandungan ibunya. Oleh karena itu ia harus bersyukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala atas nikmat itu. Dengan lisannya ia memuji dan juga anggota badan yang lainnya juga ikut bersyukur dengan cara selalu melakukan ketaatan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Maka bersyukur merupakan adab seorang muslim kepada Allah Ta’ala. Sedangkan yang bukan termasuk dari adab kepada Allah adalah mengingkari nikmat dan tidak mengakui karunia serta kebaikan yang diberikan oleh Allah subhanahu wa ta’ala firman Allah ta’ala

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ

“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.” (QS. Al-Baqarah: 152)

Jamaah sidang Jumat rahimakumullah

Marilah kita perhatikan, berapa banyak kenikmatan yang Allah berikan kepada kita. Oksigen yang setiap saat kita hirup gratis, mata yang mampu melihat, telinga yang bisa mendengar dan lisan yang mampu berbicara. Tidakkah kita mensyukuri nikmat Allah Subhanahu Wa Ta’ala? Kaki dan tangan kita yang masih dapat berfungsi. Cobalah lihat di sekeliling kita. Berapa banyak orang yang tidak mendapat kenikmatan ini. Oleh karena itu, sebagai seorang muslim dan seorang hamba Allah ta’ala, merupakan adab kepada Allah ta’ala yaitu mensyukuri nikmat yang telah diberikan-Nya tersebut. Ini dikarenakan kenikmatan Allah atas diri kita yang tidak dapat kita hitung. Oleh karena itu, gunakanlah anggota tubuh kita untuk bersyukur dengan cara berbuat baik dalam ketaatan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Jamaah sidang Jumat rahimakumullah

2. Merasa selalu diawasi oleh Allah Ta’ala

Seorang muslim harus memperhatikan bahwa Allah mengetahui apa yang dilakukan dan mengawasi seluruh tindak-tanduknya. Maka hatinya akan dipenuhi dengan keagungannya dan jiwanya menjadi tunduk dan selalu mengagungkannya. Lalu dia akan takut untuk bermaksiat kepada-Nya, malu untuk menyelisihi perintahnya dan keluar dari ketaatan terhadapnya. Ini semua merupakan adab pada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Bukanlah adab yang baik seorang hamba terang-terangan bermaksiat kepada Rabbnya atau membalas kebaikan Allah ta’ala dengan berbagai keburukan dan perilaku yang rendahan. Padahal Allah menyaksikan dan melihatnya Allah ta’ala berfirman:

وَمَا تَكُونُ فِي شَأْنٍ وَمَا تَتْلُو مِنْهُ مِنْ قُرْآنٍ وَلَا تَعْمَلُونَ مِنْ عَمَلٍ إِلَّا كُنَّا عَلَيْكُمْ شُهُودًا إِذْ تُفِيضُونَ فِيهِ ۚ وَمَا يَعْزُبُ عَنْ رَبِّكَ مِنْ مِثْقَالِ ذَرَّةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَلَا أَصْغَرَ مِنْ ذَٰلِكَ وَلَا أَكْبَرَ إِلَّا فِي كِتَابٍ مُبِينٍ

BACA JUGA  Khutbah Jumat: Surgamu Tergantung Akhlakmu

“Kamu tidak berada dalam suatu keadaan dan tidak membaca suatu ayat dari Al Quran dan kamu tidak mengerjakan suatu pekerjaan, melainkan Kami menjadi saksi atasmu di waktu kamu melakukannya. Tidak luput dari pengetahuan Tuhanmu biarpun sebesar zarrah (atom) di bumi ataupun di langit. Tidak ada yang lebih kecil dan tidak (pula) yang lebih besar dari itu, melainkan (semua tercatat) dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).” (QS. Yunus: 61)

Ingatlah selalu bahwa Allah selalu mengawasi kita, baik kita bersembunyi di manapun Allah akan mengetahuinya. Oleh karena itu jadikanlah hidup selalu berada dalam ketaatan kepada-Nya dan jangan pernah sekali-kali bermaksiat secara tersembunyi, apalagi terang-terangan.

Jamaah sidang Jumat rahimakumullah

3. Selalu berserah diri kepada Allah

Seorang muslim harus yakin bahwa Allah berkuasa atas segala sesuatu dan tidak ada tempat berlindung kecuali kepada Allah semata. Maka hendaknya ia berserah diri kepada Allah serta menyerahkan segala urusannya dan bertawakal kepada-Nya. Ini semua merupakan adab kepada Allah ta’ala. Oleh karena itu tidaklah disebut adab jika seorang hamba berserah diri kepada suatu apapun yang tidak memiliki kekuatan. Allah berfirman dalam Al-Quran:

وَعَلَى اللَّهِ فَتَوَكَّلُوا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

“Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakkal, jika kamu benar-benar orang yang beriman”. (QS. Al-Ma’idah:23)

Dari sini kita dapat mengambil kesimpulan bahwa jika kita memiliki kesusahan maka bertakwalah kepada Allah yang maha kuasa. Dan janganlah kita bertakwa (takut atau berharap) kepada sesuatu hal yang tidak memiliki kekuatan terhadap hal tersebut.

4. Tidak Berputus Asa dari Rahmat Allah

Seorang muslim harus memperhatikan kelemahlembutan Allah Subhanahu Wa Ta’ala di setiap urusannya; kasih sayang-Nya terhadap dirinya, dan seluruh makhluk-Nya. Lalu berkeinginan kuat untuk mendapatkan tambahan kekuatan dan kasih sayang itu.  Sehingga dirinya akan selalu merendahkan diri kepada-Nya. Dengan kerendahan yang murni, dengan doa bertawasul kepada-Nya dengan perkataan yang baik dan amal yang saleh, ini semua merupakan adab kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang menguasainya. Maka bukanlah orang yang beradab orang yang berputus asa dari mencari rahmat-Nya yang meliputi seluruh sesuatu. Berputus asa dari kebaikan Allah yang tak terhingga yang mencakup seluruh alam semesta, serta kelembutan-Nya yang tercurah untuk segera Allah ta’ala berfirman:

لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

“Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Az-Zumar:53)

Jamaah sidang Jumat rahimakumullah

5. Takut hanya kepada Allah

Seorang muslim haruslah menghadirkan rasa takut kepada Allah Ta’ala dari siksa-Nya. Yaitu dengan menghadirkan ketaatan dan menjauhi kemaksiatan. Karena ini merupakan salah satu adab kepada Allah Ta’ala. Tidaklah seseorang itu beradab menurut orang yang berakal, apabila ia menentang Allah Ta’ala dan berilaku aniaya serta zalim. Padahal Ia seorang hamba yang lemah. Allah ta’ala berfirman:

وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِقَوْمٍ سُوءًا فَلَا مَرَدَّ لَهُ ۚ وَمَا لَهُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَالٍ

“Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.” (QS. Ar- Ra’du:11)

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ. فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

BACA JUGA  Khutbah Jumat: Surgamu Tergantung Akhlakmu

Khutbah Kedua:

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ, اَلْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمِّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، أَمَّا بَعْدُ؛ عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ، فَاتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ

Jamaah sidang Jumat rahimakumullah

Poin terakhir dalam tema khutbah ini adalah berbaik sangka kepada Allah

Seorang muslim hendaknya memandang kepada Allah Azza wa Jalla ketika ia berbuat maksiat atau keluar dari ketaatan kepada-Nya. Bahwasanya ada ancaman yang telah sampai kepadanya. Azabnya seakan-akan telah turun dan balasannya telah tiba di sekitarnya. Demikian pula ketika kita melakukan ketaatan dan mengikuti syariatnya, maka seakan-akan Allah ta’ala telah membuktikan janji-janji kepadanya. Seolah-olah keridhaan-Nya telah diberikan. Sehingga dengan itu ia menjadi seorang muslim yang berbaik sangka kepada Allah azza wa jalla. Allah berfirman

وَمَا كُنْتُمْ تَسْتَتِرُونَ أَنْ يَشْهَدَ عَلَيْكُمْ سَمْعُكُمْ وَلَا أَبْصَارُكُمْ وَلَا جُلُودُكُمْ وَلَٰكِنْ ظَنَنْتُمْ أَنَّ اللَّهَ لَا يَعْلَمُ كَثِيرًا مِمَّا تَعْمَلُونَ (22) وَذَٰلِكُمْ ظَنُّكُمُ الَّذِي ظَنَنْتُمْ بِرَبِّكُمْ أَرْدَاكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“Kamu sekali-sekali tidak dapat bersembunyi dari kesaksian pendengaran, penglihatan dan kulitmu kepadamu bahkan kamu mengira bahwa Allah tidak mengetahui kebanyakan dari apa yang kamu kerjakan.(22) Dan yang demikian itu adalah prasangkamu yang telah kamu sangka kepada Tuhanmu, Dia telah membinasakan kamu, maka jadilah kamu termasuk orang-orang yang merugi.(23)” (QS. Fussilat: 22-23)

Akhirnya, semoga kita semua diberi karunia oleh Allah, dan dijadikan sebagai bagian dari orang-orang yang tunduk dan taat kepada-Nya. Marilah kita berdoa kepada-Nya agar kita semua selalu berada di jalan-Nya.

إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، فِي العَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنْ خُلَفَائِهِ الرَّاشِدِيْنَ، وَعَنْ أَزْوَاجِهِ أُمَّهَاتِ المُؤْمِنِيْنَ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ أَجْمَعِيْنَ، وَعَنْ المُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، وَعَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدُّعَاءِ.
اللَّهُمَّ اجْعَلْ جَمْعَنَا هَذَا جَمْعاً مَرْحُوْماً، وَاجْعَلْ تَفَرُّقَنَا مِنْ بَعْدِهِ تَفَرُّقاً مَعْصُوْماً، وَلا تَدَعْ فِيْنَا وَلا مَعَنَا شَقِيًّا وَلا مَحْرُوْماً.
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالعَفَافَ وَالغِنَى.
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ أَنْ تَرْزُقَ كُلاًّ مِنَّا لِسَاناً صَادِقاً ذَاكِراً، وَقَلْباً خَاشِعاً مُنِيْباً، وَعَمَلاً صَالِحاً زَاكِياً، وَعِلْماً نَافِعاً رَافِعاً، وَإِيْمَاناً رَاسِخاً ثَابِتاً، وَيَقِيْناً صَادِقاً خَالِصاً، وَرِزْقاً حَلاَلاً طَيِّباً وَاسِعاً، يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ.
اللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَوَحِّدِ اللَّهُمَّ صُفُوْفَهُمْ، وَأَجمع كلمتهم عَلَى الحق، وَاكْسِرْ شَوْكَةَ الظالمين، وَاكْتُبِ السَّلاَمَ وَالأَمْنَ لِعَبادك أجمعين.
اللَّهُمَّ رَبَّنَا اسْقِنَا مِنْ فَيْضِكَ الْمِدْرَارِ، وَاجْعَلْنَا مِنَ الذَّاكِرِيْنَ لَكَ في اللَيْلِ وَالنَّهَارِ، الْمُسْتَغْفِرِيْنَ لَكَ بِالْعَشِيِّ وَالأَسْحَارِ.
اللَّهُمَّ أَنْزِلْ عَلَيْنَا مِنْ بَرَكَاتِ السَّمَاء وَأَخْرِجْ لَنَا مِنْ خَيْرَاتِ الأَرْضِ، وَبَارِكْ لَنَا في ثِمَارِنَا وَزُرُوْعِنَا يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ.
رَبَّنَا آتِنَا في الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
رَبَّنَا لا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا، وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً، إِنَّكَ أَنْتَ الوَهَّابُ.
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الخَاسِرِيْنَ.
عِبَادَ اللهِ :
إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي القُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ

 

Naskah ditranskrip oleh Azzam Habil, dari khotbah Ust. Jayyad Al-Faza, S.PdI.
Editor: Salem

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Artikel

10 Alasan Kenapa Umat Islam Membela Baitul Maqdis

Sementara di Suriah, ulama Saudi yang saat ini berjihad di Suriah juga merilis pidato beliau mengomentari ini. Para petinggi negeri Islam juga mengadakan pertemuan di Turki. Dari sini, ada sebuah pertanyaan yang menarik untuk kita jawab. Kenapa sebagai muslim kita harus membela Al-Quds?

Kamis, 14/12/2017 20:20 0

Indonesia

Ini Sepuluh Nama yang Dilaporkan Terkait Persekusi Ustadz Abdul Somad di Bali

Para terduga pelaku kasus persekusi terhadap Ustadz Abdul Somad (UAS) di Bali telah dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, pada Selasa (12/12/2017).

Kamis, 14/12/2017 19:57 0

Indonesia

Arya Wedakarna Kembali Dipolisikan dengan Kasus Penodaan Agama

Advokat GNPF-Ulama Ismar Syafruddin, SH, MA kembali melaporkan Arya Wedakarna, terkait dugaan penodaan agama ke Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (13/12/2017).

Kamis, 14/12/2017 19:42 0

Video News

Ini Seruan Aa Gym untuk Hadiri Aksi Bela Palestina di Monas

 Dewan Pembina Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama, Abdullah Gymnastiar alias A'a Gym menegaskan bahwa pernyataan Presiden Amerika Serikat adalah pelanggaran yang sangat nyata terhadap hukum internasional.

Kamis, 14/12/2017 19:28 0

Indonesia

Aa Gym: Lakukan Apa yang Bisa Dilakukan untuk Bela Palestina

KIBLAT.NET, Jakarta- Dewan Pembina Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama, Abdullah Gymnastiar alias Aa Gym menegaskan...

Kamis, 14/12/2017 19:07 0

Indonesia

Begini Persiapan MUI Sambut Aksi Bela Palestina

Ketua Wahdah Islamiyyah ini menyebutkan bahwa MUI sudah berkomunikasi dengan GNPF ulama dan Ormas Islam lainnya tentang teknis rencana ini.

Kamis, 14/12/2017 18:52 0

Indonesia

MUI: Mari Kita Bersatu untuk Bela Palestina

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Ukhuwah Islamiyah, Marsudi Syuhud mengungkapkan pentingnya merawat ukhuwah untuk membela Palestina.

Kamis, 14/12/2017 18:06 0

Eropa

Suporter Celtic FC Bentangkan Spanduk “Yerusalem Milik Palestina”

Suporter klub sepak bola Celtic kembali menunjukkan solidaritas untuk Palestina. Meskipun pada tahun lalu, UEFA menjatuhkan denda kepada klub Skotlandia tersebut karena aksi yang sama. Demikian menurut laporan Middle East Monitor, pekan ini.

Kamis, 14/12/2017 17:30 0

Myanmar

MSF: Lebih Dari 6.700 Rohingya Dibunuh di Myanmar

Sedikitnya 6.700 Muslim Rohingya dibunuh oleh pasukan keamanan Myanmar dalam satu bulan pasca dimulainya kekerasan terbaru di negara bagian Rakhine tersebut pada akhir Agustus.

Kamis, 14/12/2017 17:06 0

Indonesia

Munarman: Dunia Harus Mengklaim Balik Al-Quds Ibu Kota Palestina

Panglima Front Pembela Islam (FPI), Munarman mengusulkan agar Indonesia mengundang parlemen negara lain untuk membahas persoalan Palestina.

Kamis, 14/12/2017 16:30 0

Close