... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Israel Gerebek Universitas di Ramallah, Sita Simbol Palestina

Foto: Birzeit University

KIBLAT.NET, Ramallah – Tentara Israel menggerebek sebuah universitas di kota Ramallah, Palestina, pada dini hari Kamis (14/12/2017). Mereka menyita aset milik mahasiswa dan institusi tersebut.

Bendera Palestina, spanduk dan aset lainnya diambil dari Universitas Birzeit ketika tentara Israel pada pukul 3.45 memasuki kampus utama di Ramallah utara. Dalam dua tahun terakhir, Israel kerap menargetkan kampus-kampus Palestina.

“Birzeit University memandang serangan ini sebagai tindakan yang sangat berbahaya terhadap akademisi dan pelajar Palestina,” kata institusi itu dalam sebuah pernyataan pers.

“Universitas bercita-cita untuk hidup dengan nilai-nilai demokrasi, kebebasan berbicara dan penghormatan terhadap hak asasi manusia, dan pelanggaran ini tidak akan menghalangi komitmen terhadap pendidikan tinggi, dan peran penting yang dimainkannya sejak pendiriannya sampai sekarang.”

Aksi itu terjadi setelah ribuan mahasiswa mengecam keputusan Presiden AS Dald Trump untuk mengumumkan Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Yerusalem adalah isu utama dalam konflik Israel-Palestina, para pemimpin Arab dan lainnya bereaksi mengutuk klaim tersebut.

Sumber: The New Arab
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Ini Harapan Aa Gym dalam Aksi Bela Palestina

Ini Harapan Aa Gym dalam Aksi Bela Palestina

Jum'at, 15/12/2017 13:37 0

Indonesia

Dinilai Memecah Belah, PAN Desak Arya Wedakarna Dipecat

Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) akan memperkarakan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Bali, Arya Wedakarna atas tindakan persekusi terhadap dai asal Riau, Ustadz Abdul Somad. Hal itu ditegaskan oleh Sekretaris PAN, Yandri Susanto.

Jum'at, 15/12/2017 12:00 0

Indonesia

Tanggapan Anggota Dewan asal Riau soal Ustadz Abdul Somad Anti-NKRI

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) asal Riau, Jon Erizal memberikan kesaksian bahwa Ustadz Abdul Somad cinta dengan NKRI. Jon menceritakan bahwa dai nasional itu pernah melakukan dakwah ke pedalaman Riau.

Jum'at, 15/12/2017 11:36 0

Indonesia

20.000 Jamaah Aa Gym Siap Ikut Aksi Bela Palestina 

Pimpinan Pondok Pesantren Daarut Tauhid, Abdullah Gymnastiar menyatakan akan hadir dalam aksi Indonésia bersatu bela Palestina di Monas pada Ahad (17/12/2017).

Jum'at, 15/12/2017 11:00 0

Indonesia

Soal Persekusi Dai di Bali, PAN: Polri Jangan Tebang Pilih

Sekretaris Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Yandri Susanto meminta polisi segera memproses peristiwa ini.

Jum'at, 15/12/2017 10:28 0

Khutbah Jum'at

Khutbah Jumat: Etika Hamba Kepada Rabb-Nya

Khutbah Jumat: Etika Hamba Kepada Rabb-Nya Khutbah Pertama: الحمد لله الذي أصلحَ الضمائرَ، ونقّى السرائرَ،...

Jum'at, 15/12/2017 09:38 0

Artikel

10 Alasan Kenapa Umat Islam Membela Baitul Maqdis

Sementara di Suriah, ulama Saudi yang saat ini berjihad di Suriah juga merilis pidato beliau mengomentari ini. Para petinggi negeri Islam juga mengadakan pertemuan di Turki. Dari sini, ada sebuah pertanyaan yang menarik untuk kita jawab. Kenapa sebagai muslim kita harus membela Al-Quds?

Kamis, 14/12/2017 20:20 0

Indonesia

Ini Sepuluh Nama yang Dilaporkan Terkait Persekusi Ustadz Abdul Somad di Bali

Para terduga pelaku kasus persekusi terhadap Ustadz Abdul Somad (UAS) di Bali telah dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, pada Selasa (12/12/2017).

Kamis, 14/12/2017 19:57 0

Indonesia

Arya Wedakarna Kembali Dipolisikan dengan Kasus Penodaan Agama

Advokat GNPF-Ulama Ismar Syafruddin, SH, MA kembali melaporkan Arya Wedakarna, terkait dugaan penodaan agama ke Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (13/12/2017).

Kamis, 14/12/2017 19:42 0

Video News

Ini Seruan Aa Gym untuk Hadiri Aksi Bela Palestina di Monas

 Dewan Pembina Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama, Abdullah Gymnastiar alias A'a Gym menegaskan bahwa pernyataan Presiden Amerika Serikat adalah pelanggaran yang sangat nyata terhadap hukum internasional.

Kamis, 14/12/2017 19:28 0

Close