... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Oposisi Dukungan Turki Terapkan UU Rezim, Ulama Mengutuk

Foto: Warna Hijau, wilayah kontrol oposisi dukungan Turki saat masih dalam perebutan. Saat ini, wilayah ISIS (warna hitam) sudah sepenuhnya dikontrol oleh oposisi Perisai Efrat

KIBLAT.NET, Idlib – Kumpulan Qadhi (kepala hakim) di wilayah kontrol faksi Dar’ul Furat (Perisai Eufrat) di Suriah Utara, Jumat (08/12), mengumumkan mengadopsi Konstitusi 1950 Suriah sebagai rujukan utama undang-undang di wilayah mereka. Pengumuman ini pun menuai kecaman.

Konstitusi 1950 Suriah merupakan konstitusi yang dibentuk pada 1950 M untuk Negara Republik Suriah. Undang-undang ini merujuk pada ideologi demokrasi.

Keputusan mengadopsi Konstitusi 1950 itu diambil dalam pertemuan para Qadhi pada Jumat. Melalui pernyataan bersama, mereka sepakat menerapkan undang-undang tersebut sebagai rujukan undang-undang dasar, pidana dan perdata.

“Para Qadhi Persai Efrat telah melaksanakan pertemuan pada Jumat, 8 Desember 2017, dan menyepakati berpegang pada undang-undang Suriah yang tidak menyelisihi Konstitusi tahun 1950 sebagai rujukan tunggal di pengadilan,” kata pernyataan yang ditandatangani oleh para Qadhi Persiai Efrat.

Pengumuman yang menyebar di internet ini pun menuai reaksi keras dari sejumlah ulama, baik independen maupun yang berafiliasi kepada faksi Islamis. Mereka mengecam keputusan itu dan menganggapnya sebagai pengkhianatan terhadap darah para Syuhada’.

“Apa yang terjadi setelah kebenaran datang? Apakah balasan bagi warga Suriah dan orang-orang yang menyembahkan darahnya hanya untuk mengembalikan undang-undang Suriah dan menghukumi mereka untuk mengganti Al-Quran. Apakah ini balasan bagi para Syuhada!?” tegas Syaikh Abdullah Al-Muhaysini sembari menyitir sebuah ayat Al-Quran yang membicarakan haramnya mengganti hukum Allah dengan hukum selainnya.

BACA JUGA  Uji Coba Sistem Rudal Baru S-500, Rusia Gunakan Wilayah Suriah

Rekan Syaikh Al-Muhaysini, Syaikh Mushlih Al-Ulyani menekankan bahwa konstitusi 1950 itu merupakan undang-undang kafir. Karena di dalamnya bertentangan dengan hukum Allah.

Ulama asal Saudi ini melanjutkan bahwa memakai konstitusi 1950 sama saja mengembalikan rezim Suriah.

Dr Ibrahim Syasyu, Dekan Fakultas Syariah Universitas Idlib yang saat ini menjabat Menteri Kehakiman Pemerintah Penyelamat di Idlib, menegaskan bahwa UU 1950 bertentangan dengan Islam. Undang-undang ini telah menyebabkan ekstremisme dan kerusakan.

Kepala Qadhi Ahrar Al-Syam, Dr Ahmad Muhammad Najib, mengungkapkan bahwa Qadhi-qadhi yang lahir dari rahim rezim kembali mengadopsi pemikiran rezim dengan menerapkan UU 1950. Dia mengungkapkan kesedihan dan kekecewaannya karena wilayah-wilayah itu sebelumnya diterapkan syariat Islam.

“Saya merasa kecewa dan sedih yang sangat mendalam atas kondisi di wilayah Perisai Efrat yang sebelumnya diperintah di bawah Syariat—yang saya maksud selain wilayah ISIS— dan sekarang kembali memerangi Allah dan Rasulnya dalam konstitusinya,” tulis Najib di akun resmi Twitter.

Perisai Efrat merupakan ruang operasi yang dikendalikan oleh Turki. Di dalamnya tergabung faksi-faksi oposisi Suriah yang mayoritas bagian dari Free Syrian Army (FSA). Gabungan operasi ini bertujuan membersihkan ISIS dari kota-kota Suriah yang berbatasan dengan Turki. Hampir semua wilayah di sepanjang perbatasan di Suriah utara berhasil dibebaskan dari ISIS.

Sumber: eldorar.com, Ibaa
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Ratusan Ribu Massa PKS Putihkan Jakarta, Tolak Kebijakan Trump

KIBLAT.NET, Jakarta – Ratusan ribu massa Partai Keadilan Sejahtera dan ormas-ormas Islam/kemanusiaan mengikuti Aksi Bela...

Ahad, 10/12/2017 18:36 0

Indonesia

Bikin Kebijakan Blunder, Donald Trump Akan Terjungkal

"Mayoritas pemimpin negara di dunia dan rakyatnya mengecam keputusan Donald Trump. Di berbagai belahan dunia berlangsung aksi bela Palestina. Jika Trump dan AS serikat tak bergeming kita yakin pasti akan dikucilkan dunia dan kepemimpinannya akan terjungkal," kecam Jazuli. 

Ahad, 10/12/2017 18:00 0

Indonesia

LBH Street Lawyer Minta Pemerintah Bubarkan Ormas Intoleran di Bali

Penceramah kondang asal Pekanbaru Ustadz Abdul Shomad mengalami pengusiran saat hendak berdakwah di Bali, pada Sabtu (09/12). Karuan saja, aksi itu menuai kecaman dari sejumlah pihak, salah satunya adalah tim advokasi LBH Street Lawyer.

Ahad, 10/12/2017 17:26 0

Indonesia

Pakar Kristologi: Islam Agama Paling Toleran

KIBLAT.NET, Jakarta – Pakar Kristologi, Ustadz Insan LS Mokoginta menyoroti masalah toleransi yang kerap disinggung...

Ahad, 10/12/2017 16:48 0

Suara Pembaca

Islam Memuliakan Wanita

KIBLAT.NET – Benar adanya bahwasanya musuh-musuh Islam mengetahui salah satu faktor kekuatan masyarakat muslim adalah...

Ahad, 10/12/2017 16:39 0

Indonesia

PKS Gelar Aksi di Depan Kedubes AS

KIBLAT.NET, Jakarta – Pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang hendak memindahkan ibu kota Israel...

Ahad, 10/12/2017 16:31 0

Indonesia

Rumah Bersalin Cuma-cuma Gelar Seminar Kesehatan Nasional

KIBLAT.NET, Bandung – Dalam menciptakan generasi emas, merencanakan kehamilan dengan baik adalah hal yang penting....

Ahad, 10/12/2017 16:09 0

Indonesia

Sejumlah Nama Akan Dipolisikan terkait Penolakan Ustadz Abdul Somad di Bali

Advokat GNPF Ulama, Ismar Syarifuddin mengatakan bahwa aksi penolakan Ustadz Abdul Shomad merupakan bentuk persekusi.

Ahad, 10/12/2017 15:02 1

Indonesia

Pemerintah Diminta Usut Dalang Penolakan Ustadz Abdul Shomad di Bali

Pengamat politik, Naufal Firman Yursak meminta pemerintah untuk menindak tegas dalang di balik pengadangan ustadz Abdul Shomad di Bali. Hal itu ia sampaikan dalam akun Twitter pribadinya pada Sabtu (09/12/2017).

Ahad, 10/12/2017 12:30 0

Artikel

Amankan Data Smartphone Anda yang Hilang dengan Cara Ini!

Smartphone atau telepon genggam membawa sejumlah besar data pribadi termasuk riwayat dan rincian pesan, foto, dan informasi rahasia lainnya.

Ahad, 10/12/2017 12:00 0

Close