... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Membelot ke Taliban, Mantan Petinggi ISIS Ini Berikan Testimoni

KIBLAT.NET, Kabul – Imarah Islam (Taliban) mempublikasikan sebuah kasus pembelotan seseorang yang diduga merupakan deputi pemimpin ISIS untuk provinsi atau Wilayah Khurasan. Tanggal 30 November lalu, salah satu kelompok insurjensi terkuat di dunia ini merilis sebuah video menampilkan orang yang diidentifikasi sebagai Mullah Abdul Razzaq Mehdi.

Taliban memanfaatkan testimoni Abdul Razzaq untuk mempengaruhi anggota-anggota Wilayah Khurasan lainnya supaya membelot. Taliban ingin menunjukkan bahwa para pengikut Abu Bakar al-Baghdadi tidak jauh berbeda dengan pejuang-pejuang Taliban pada umumnya. Abdul Razzaq sendiri sebelumnya juga anggota Taliban, dan kini kembali ke Taliban. Menurutnya, ISIS tidak perlu mengklaim sebagai khilafah karena sudah ada Taliban yang juga menerapkan syariat Islam.

Sumber militer AS pernah mengatakan Wilayah Khurasan memiliki hubungan komunikasi dengan organisasi induk kelompok ISIS. Maka testimoni Razzaq sesuai dengan pernyataan militer Amerika sebagaimana pengakuan Razzaq kepada Taliban bahwa ia pertama kali ditugaskan sebagai pengawas komunikasi internasional kelompok al-Baghdadi. “Tugas pertama saya di ISIS sebagai direktur komunikasi antara Iraq dan Afghanistan. Seiring berjalannya waktu kemudian saya diangkat menjadi deputi pemimpin Wilayah Khurasan,” kata Razzaq.

Pewawancara Taliban menanyakan mengapa Razzaq membelot dan keluar dari ISIS.

“Alasan saya keluar dari Daesh (ISIS) dan kemudian bersumpah setia kepada ….Hibatullah Akhundzada, pemimpin Imarah Islam Afghanistan, karena mereka yang ditunjuk sebagai pemimpin di tubuh kelompok ISIS terlibat kejahatan”, kata Razzaq. “Sebagai contoh, mereka menjarah rumah-rumah warga dan mengklaim itu sebagai barang ghanimah. Ketika saya meneliti, saya tahu bahwa itu bukan ghanimah. Mereka merampok rumah-rumah penduduk dengan mengatasnamakan sebagai ghanimah, sementara tangan-tangan mereka banyak melakukan pembunuhan. Mereka membunuh orang-orang yang saya tahu tidak melakukan kejahatan, sekalipun menurut aturan ISIS sendiri,” kata Razzaq menegaskan.

“Mereka juga sangat bodoh. Mereka tidak punya sistem yang bisa dipahami oleh orang lain”, kata Razzaq melanjutkan. “Ada fenomena kejahilan yang bersifat umum. (Dan) anggota mereka rata-rata bodoh, sehingga saya keluar dan bergabung dengan Imarah Islam untuk melanjutkan jihad saya.”

Razzaq menjelaskan, sebelumnya ia pernah bersama Taliban. “Saya telah memberikan banyak pengorbanan bersama Imarah Islam sebelum saya memahami bahwa ISIS tidak bisa memanfaatkan saya, dan (ISIS) bukan tempat untuk berjihad.”

Razzaq mengatakan, (ISIS) Wilayah Khurasan tidak punya masa depan di Afghanistan karena mereka ekstrimis dan tidak punya SDM yang layak untuk mengurus suatu pemerintahan. Alasan lainnya, karena anggota ISIS di Afghanistan sangat terbatas, dan (kelompok) penentang Taliban juga terbatas. Taliban sudah berjihad di sini selama bertahun-tahun dan berdiri kokoh di atas syariat, dan mereka tidak punya masalah.

Razzaq mengkonfirmasi bahwa tidak perlu ada pemerintahan semodel ISIS, karena Taliban sudah ada dan dengan misi yang sama. “Jadi apabila mereka datang ke sini dan kemudian mendirikan pemerintahan (di samping yang sudah ada), saya tidak melihat bahwa langkah seperti itu tepat. Saya justru melihat masa depan mereka akan suram karena itu bukan kepentingan umat Islam,” kata Razzaq menjelaskan soal ISIS. “Upaya yang dilakukan ISIS di sini tidak akan bisa tercapai karena di sini sudah ada sistem Islam”.

Lebih spesifik Abdul Razzaq Mehdi mengatakan saat ini tidak ada lagi pemimpin ISIS Wilayah Khurasan yang masih hidup, kecuali hanya sejumlah pejabat level bawah. Akhirnya, Razzaq menyerukan kepada para anggota Wilayah Khurasan supaya mengikuti jejak langkahnya, yaitu bergabung ke Taliban, karena Taliban berkomitmen kuat dengan syariah Islam. Razzaq berargumentasi, pertempuran ISIS melawan Taliban hanya akan menguntungkan orang-orang kafir.

“Maka dari itu, saya serukan kepada kalian untuk berjihad dalam manhaj & kerangka yang telah ditetapkan oleh Imarah Islam, dan berikanlah baiat kalian. Jika kalian tidak bersedia melakukannya, maka duduk manis saja di rumah dan jangan bikin masalah dengan Mujahidin”, pungkas Razzaq.

Sumber: LWJ
Redaktur: Yasin Muslim

... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Relawan MRI dan ACT Serahkan Bantuan untuk Pengungsi Gunung Agung

Relawan MRI dan ACT Serahkan Bantuan untuk Pengungsi Gunung Agung

Rabu, 06/12/2017 21:03 0

Indonesia

PKS Tak Ingin BUMN Jatuh ke Asing

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Sukamta menegaskan bahwa ia setuju dengan pembangunan insfratuktur di Indonesia.

Rabu, 06/12/2017 20:56 0

Opini

Pernyataan Abu Janda Sangat Tidak Mendidik

Bagi teman-teman yang menonton Indonesia Lawyers Club (ILC) pada Selasa malam, 5 Desember 2017 dengan tema 212 : Perlukah Reuni ?

Rabu, 06/12/2017 18:37 0

Indonesia

PKS: Jangan Jual Aset untuk Kepentingan Jangka Pendek

Ketua Fraksi PKS, Jazuli Juwaini menegaskan bahwa pemerintah hendaknya berpikir strategis soal pengelolaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Rabu, 06/12/2017 18:04 0

Indonesia

Pasca Kematian Saleh, Pemberontak Syiah Hutsi Tawan Puluhan Wartawan 

Pemberontak Syiah Hutsi menawan puluhan wartawan dari stasiun televisi pro Ali Abdullah Saleh di Ibukota Sanaa.

Rabu, 06/12/2017 16:50 0

Indonesia

Beberapa Catatan Pusdikham Uhamka untuk Calon Panglima TNI

Calon Panglima TNI tidak hanya harus memenuhi persyaratan formil. Tetapi juga memenuhi persyaratan prestasi, rekam jejak baik, bebas dan anti korupsi, serta clear dan clean soal HAM, serta berakhlak mulia.

Rabu, 06/12/2017 14:30 0

Indonesia

Soal Status Al-Quds, Indonesia Tak Boleh Diam

Amerika Serikat berencana mengakui Yerusalem (Kota Al-Quds) menjadi ibu kota Israel.

Rabu, 06/12/2017 14:04 0

Indonesia

Abu Janda Beraksi di ILC TV One, Begini Respon Warganet

Permadi Arya alias Abu Janda menjadi sorotan warganet pasca tampil di forum diskusi Indonesia Lawyer Club (ILC) TV One dengan tema "212, Perlukah Reuni?" pada Selasa (05/12/2017).

Rabu, 06/12/2017 13:27 1

Analisis

Gurita Korupsi di Balik Proyek Militer AS di Korea Selatan

Humphreys nantinya akan menjadi rumah bagi 42.000 personil militer AS. Sebagian kecil "wujud Amerika" sedang dibangun di sana, sehingga para penghuni tidak akan rindu rumah.

Rabu, 06/12/2017 11:28 0

Info Event

Inilah Pemenang Lomba Menulis “Refleksi Setahun Aksi 212”

KIBLAT.NET mengucapkan terima kasih kepada para peserta yang sudah meluangkan waktu untuk mengikuti lomba menulis...

Rabu, 06/12/2017 00:01 0