... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Kecanggihan Rudal Patriot Buatan AS Dipertanyakan

Foto: Rudal patriot buatan AS.

KIBLAT.NET, Riyadh – Pada tanggal 4 November lalu dilaporkan pemberontak Syiah Hautsi di Yaman menembakkan sebuah rudal balistik yang jatuh di sebuah lokasi dekat bandara di ibukota Arab Saudi, Riyadh. Dari pihak Saudi menyatakan bahwa serangan rudal balistik itu berhasil digagalkan oleh rudal Patriot buatan AS yang memang didesain untuk meng-intercept dan menetralisir serangan rudal musuh. Perkembangan terbaru, banyak di antara para ahli meragukan klaim keberhasilan rudal Patriot tersebut.

Sejumlah peneliti kemudian menganalisa sisa-sisa pecahan rudal balistik yang sebenarnya telah mengenai target yang diinginkan. Hasil riset mengatakan badan rudal balistik itu pecah atau terpisah menjadi dua bagian. Hal itu bukanlah suatu indikasi rudal interceptor Patriot telah bekerja dan berfungsi dengan baik, tetapi itu memang bagian dari cara kerja rudal balistik yang secara spesifik akan terpisah menjadi dua.

Jika tidak berfungsi dengan baik, berarti rudal-rudal Patriot itu gagal menetralisir target, baik gagal karena tidak mengenai target sama sekali, atau gagal karena hanya menyentuh setengah bagian belakang rudal balistik dan itu pun setelah hulu ledaknya terlepas. Kesimpulan lain, sistem rudal Patriot tidak bekerja secara efektif.

Senjata pertahanan rudal, terutama yang menggunakan teknologi “interceptor” secara biaya memang super mahal. Meskipun berbiaya sangat tinggi, di kalangan para pakar sains masih banyak yang meragukan tingkat efektifitasnya. Menurut mereka, tingkat efektifitas yang diklaim dimiliki oleh sistem pertahanan semacam itu bukan hanya mustahil, namun dalam banyak kasus tidak mungkin mampu dilakukan pencegatan secara fisik.

Sistem pertahanan udara semacam rudal Patriot ini sudah terlanjur banyak terjual dan digunakan secara luas di lingkungan arsenal AS. Jika ternyata dalam insiden 4 November lalu rudal Patriot gagal mencegat rudal balistik musuh, maka branding rudal interceptor buatan Amerika ini akan rusak dan jatuh di pasaran ekspor.

Sumber: Antiwar
Redaktur: Yasin Muslim

... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video Kajian

Mengapa Islam Harus Memimpin Dunia?

KIBLAT.NET – Mengapa Islam Harus Memimpin Dunia? Banyak teori dan ide para ilmuwan untuk membawa...

Kamis, 07/12/2017 09:42 0

Indonesia

IRESS: Janji Jokowi Beli Kembali Indosat Tidak Jelas

Direktur Indonesian Resources Studies (IRESS), Marwan Batubara menegaskan bahwa dalam tiga tahun Jokowi masih banyak janji kampanye yang tidak terealisasikan.

Kamis, 07/12/2017 08:10 0

Indonesia

Pengakuan Al-Quds Jadi Ibukota Israel Dapat Picu Konflik Besar

Ketua Komisi I DPR RI menolak keras rencana Amerika Serikat untuk untuk mengakui kota Al-Quds atau Yerusalem sebagai Ibukota Israel

Kamis, 07/12/2017 07:15 0

Indonesia

Relawan MRI dan ACT Serahkan Bantuan untuk Pengungsi Gunung Agung

Relawan MRI dan ACT Serahkan Bantuan untuk Pengungsi Gunung Agung

Rabu, 06/12/2017 21:03 0

Indonesia

PKS Tak Ingin BUMN Jatuh ke Asing

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Sukamta menegaskan bahwa ia setuju dengan pembangunan insfratuktur di Indonesia.

Rabu, 06/12/2017 20:56 0

Opini

Pernyataan Abu Janda Sangat Tidak Mendidik

Bagi teman-teman yang menonton Indonesia Lawyers Club (ILC) pada Selasa malam, 5 Desember 2017 dengan tema 212 : Perlukah Reuni ?

Rabu, 06/12/2017 18:37 0

Indonesia

PKS: Jangan Jual Aset untuk Kepentingan Jangka Pendek

Ketua Fraksi PKS, Jazuli Juwaini menegaskan bahwa pemerintah hendaknya berpikir strategis soal pengelolaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Rabu, 06/12/2017 18:04 0

Indonesia

Pasca Kematian Saleh, Pemberontak Syiah Hutsi Tawan Puluhan Wartawan 

Pemberontak Syiah Hutsi menawan puluhan wartawan dari stasiun televisi pro Ali Abdullah Saleh di Ibukota Sanaa.

Rabu, 06/12/2017 16:50 0

Indonesia

Beberapa Catatan Pusdikham Uhamka untuk Calon Panglima TNI

Calon Panglima TNI tidak hanya harus memenuhi persyaratan formil. Tetapi juga memenuhi persyaratan prestasi, rekam jejak baik, bebas dan anti korupsi, serta clear dan clean soal HAM, serta berakhlak mulia.

Rabu, 06/12/2017 14:30 0

Indonesia

Soal Status Al-Quds, Indonesia Tak Boleh Diam

Amerika Serikat berencana mengakui Yerusalem (Kota Al-Quds) menjadi ibu kota Israel.

Rabu, 06/12/2017 14:04 0