... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Koalisi AS: Anggota ISIS di Iraq dan Suriah Tersisa 3000

Foto: Grafiti ISIS di Hama. (AFP).

KIBLAT.NET, Washington – Juru bicara koalisi internasional anti-ISIS pimpinan AS, Selasa (05/12), mengatakan bahwa pihaknya memperkirakan jumlah anggota ISIS yang tersisa di Iraq dan Suriah saat ini kurang dari 3.000 pejuang.

“Perkiraan saat ini menunjukkanhanya tersisa 3.000 militan. Mereka masih menjadi ancaman namun kami akan terus mendukung sekutu-sekutu untuk mengalahkan mereka,” kata jubir koalisi, Kolonel AS Kolonel Ryan Dillon di akun resmi Twitter.

Pernyataan Dillon di Twitter ini merupakan bagian dari tanggapannya selama sesi tanya jawab online yang digelarnya. Dia juga mengatakan, koalisi AS melatih 125.000 anggota pasukan keamanan Iraq, termasuk 22.000 pasukan Peshmerga Kurdi.

Ketika ditanya apakah Amerika Serikat bermaksud mendirikan pangkalan militer permanen di Iraq atau Suriah setelah kekalahan ISIS, Dillon mengaku negaranya tidak berniat untuk melakukannya.

“Tidak,” katanya.

“Pemerintah Iraq tahu di mana dan berapa banyak kekuatan koalisi di sini untuk mendukung kekalahan yang mengejutkan. Semua basis dipimpin oleh Iraq,” imbuhnya.

Sebelumnya, koalisi AS mengatakan dalam sebuah pernyataan, setelah pertemuan komandannya dengan komandan tentara Iraq, koalisi akan mulai beralih dari fokus pada restorasi lahan untuk meningkatkan keuntungan.

“Kami akan terus mendukung mitra Iraq kami dalam perang melawan ISIS dengan pelatihan, dukungan peralatan, saran dan bantuan,” kata Mayor Jenderal Felix Jedni, wakil komandan koalisi bagian strategi dan dukungan.

“Tahap berikutnya akan fokus pada penyediaan keamanan yang langgeng, sekaligus mengembangkan keberlanjutan dan kemandirian bagi Iraq,” katanya.

Seperti diketahui, organisasi ISIS saat ini banyak kehilangan wilayah penting di Iraq maupun di Suriah. Kekalahan paling besar terjadi di Mosul di Iraq dan Raqqah di Suriah. Kemunduran yang terjadi berturut-turut itu seakan mengubur slogan ISIS yang mengatakan “Daulah Islam Langgeng dan Meluas”.

Sementara itu, koalisi AS mengakui sebanyak 801 sipil tewas akibat pelurunya selama perang melawan ISIS di Iraq dan Suriah. Angka ini jauh lebih sedikit dari yang dikumpulkan kelompok pengamat independen. Menurut data pengamat, sebanyak 5961 sipil tewas di tangan koalisi AS selama operasi militer.

Sumber: Reuters
Redaktur: Sulhi El-Izzi

... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Info Event

Inilah Pemenang Lomba Menulis “Refleksi Setahun Aksi 212”

KIBLAT.NET mengucapkan terima kasih kepada para peserta yang sudah meluangkan waktu untuk mengikuti lomba menulis...

Rabu, 06/12/2017 00:01 0

Indonesia

Tulisan Ayat Al Quran Keliru, Metro TV Sampaikan Maaf

Pihak Metro TV akhirnya angkat suara atas adanya kesalahan penulisan ayat dalam program 'Syiar Kemuliaan' yang ditayangkan pada Selasa (05/12/2017) pagi.

Selasa, 05/12/2017 22:00 0

Indonesia

JPU Akui Asma Dewi Tak Terlibat Seracen

KIBLAT.NET, Jakarta- Dalam penangkapan Asma Dewi, Kepolisian Republik Indonesia menuduh bahwa ibu rumah tangga sebagai...

Selasa, 05/12/2017 21:37 0

Indonesia

Pengacara Minta Asma Dewi Tidak Dikaitkan Saracen Lagi

KIBLAT.NET, Jakarta – Dalam sidang perdana Asma Dewi, Jaksa Penuntut Umum tak mampu menghadirkan bukti...

Selasa, 05/12/2017 21:37 0

Indonesia

Pelapor Metro TV: Reuni 212 Mencerminkan Toleransi

Ketua Umum DPP Asosiasi Pengusaha Indonesia Muda, Sam Aliano mengatakan, dirinya tidak merasa adanya peserta atau masyarakat yang merayakan intoleransi ataupun berpolitik saat reuni 212.

Selasa, 05/12/2017 21:05 0

Indonesia

Keterlibatan Asma Dewi di Seracen Tak Terbukti, Tuduhan Polisi Dipertanyakan

Di ruang sidang, sangkaan itu tidak disebut sama sekali. Asma Dewi hanya dipersalahkan karena memuat konten ujaran kebencian

Selasa, 05/12/2017 20:24 0

Opini

Refleksi Setahun Aksi 212: Berjaya Karena Rencana

Jika ditinjau dari teori di atas, maka peristiwa 2 Desember 2016 (212) merupakan aksi yang dilakukan oleh active public.

Selasa, 05/12/2017 20:00 0

Indonesia

Heboh Ustadzah Nani, Metro TV Diminta Bertanggung Jawab

Dr. Miftah Rahman El-Banjary, MA mengatakan bahwa stasiun yang mengundang ustadzah Nani Handayani juga harus bertanggung jawab.

Selasa, 05/12/2017 19:22 0

Opini

Refleksi Setahun Aksi 212: Hendak Kemana dan Dengan Siapa?  

212; Simbol Pemersatu

Selasa, 05/12/2017 19:00 0

Indonesia

Keliru Tulisan Ayat di Metro TV, Menag Malah Disindir Soal Penghargaan

Menteri Lukman justru mendapat sindiran lantaran pada akhir November lalu, telah memberi penghargaan API (Apresiasi Pendidikan Islam) kepada Metro TV.

Selasa, 05/12/2017 18:37 0