... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

In Depth

Gurita Korupsi di Balik Proyek Militer AS di Korea Selatan

Foto: Kawasan proyek pembangunan pangkalan militer AS di Korea Selatan.

KIBLAT.NET – Pembangunan pangkalan militer Humphreys di Korea Selatan adalah salah satu proyek konstruksi terbesar sepanjang sejarah militer AS. Ditargetkan selesai pada 2020, pangkalan yang terletak 40 mil selatan Seoul ini disebut-sebut akan menjadi instalasi militer terbesar di dunia yang terletak di luar AS.

Humphreys nantinya akan menjadi rumah bagi 42.000 personil militer AS. Sebagian kecil “wujud Amerika” sedang dibangun di sana, sehingga para penghuni tidak akan rindu rumah. Hal itu mencakup puluhan restoran cepat saji AS, lapangan golf, taman dengan air mancur, dan stadion sepak bola.

Berdasarkan perjanjian pertahanan AS-Korea Selatan yang dikenal sebagai “Special Measures Agreement,” Korea Selatan membayar sebagian besar biaya pembangunan Humphreys senilai $ 11 miliar. Proyek ini menjadi tambang emas potensial bagi perusahaan pembangunan Korea Selatan. Baru-baru ini terungkap bahwa sebuah kelompok pengembang utama Korea Selatan menyuap mantan pejabat Angkatan Darat AS untuk memenangkan kontrak yang menguntungkan.

Pada hari Jumat, Kejaksaan Korea Selatan di Seoul menggerebek kantor SK Engineering and Construction, sebuah afiliasi dari kelompok konglomerasi SK terbesar Korea Selatan. Mereka mengumpulkan hard drive dan dokumen dengan informasi kontrak konstruksi SK di Humphreys yang terkait dengan penyelidikan. Untuk diketahui, SK telah membangun beberapa bangunan di pangkalan, selain saluran jalan, instalasi air dan listrik.

Menurut Departemen Kehakiman, antara tahun 2008 dan 2012, Duane Nishiie, pada saat itu seorang perwira kontraktor untuk Korps Insinyur Angkatan Darat AS, dan seorang mantan pejabat Kementerian Pertahanan Korea, Seung-Ju Lee, didakwa melakukan beberapa kejahatan yang berkaitan dengan nilai kontrak senilai $ 400 juta untuk SK dengan imbalan sogokan $ 3 juta. Jaksa mengatakan keduanya menyembunyikan dana di rekening bank yang dikelola oleh Lee.

Nishiie keluar dari militer pada tahun 2012 untuk menjadi pelobi yang mencari kontrak pertahanan AS. Baik Nishiie dan Lee didakwa pada bulan September 2017.

Korupsi yang Meluas

Skandal korupsi Humphreys hanyalah kasus terakhir yang menjerat SK dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2013, Pemimpin SK Chey Tae Won menghabiskan dua tahun di penjara karena menggelapkan dana lebih dari $ 42,24 juta. Setelah dibebaskan pada tahun 2015, dia kembali memegang kendali SK.

Menurut sebuah laporan yang diterbitkan di Wall Street Journal, Won menerima banyak hak istimewa selama masa penahanannya dan menerima lebih dari 1.700 pengunjung, yang secara efektif mengizinkannya untuk menjalankan perusahaan tersebut.

Sejak Mei, Presiden baru Korea Selatan Moon Jae-in telah berjanji untuk membersihkan korupsi yang meluas dalam bisnis Korea Selatan. Kasus SK menjadi sorotan atas janji tersebut.

Pengaruh AS di Korea Selatan

Militer AS memiliki sekitar 28.500 orang yang ditempatkan di Korea Selatan. AS saat ini sedang dalam proses pergerakan historis. Setelah berpuluh-puluh tahun, pangkalan militer AS Yongsan di jantung kota Seoul ditutup. Lokasi Humphreys menjadi daya tarik AS, di mana tidak berada dalam jangkauan langsung artileri konvensional Korea Utara.

Namun kehadiran militer AS di Korea Selatan adalah sumber ketegangan yang permanen. Selain biaya untuk pembayar pajak, pengiriman pasukan secara besar-besaran mempengaruhi lingkungan. Pada hari Rabu, sebuah laporan lingkungan mengungkapkan pencemaran berat air tanah di dekat pangkalan di Yongsan. Sebuah tes mengidentifikasi tingkat Benzol karsinogen menapai 700 kali batas yang dapat diterima.

Retorika yang memanas antara Presiden Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un juga menjadi sorotan hadirnya militer AS di Korea Selatan. Hal itu telah membuat banyak orang Korea Selatan merasa terganggu, dan telah menimbulkan demonstrasi besar-besaran dalam beberapa bulan terakhir.

Menurut Diplomat, Angkatan Bersenjata AS menjadikan Humphreys sebagai “platform proyeksi daya terbesar di Pasifik.” Skandal kasus suap SK mungkin mempengaruhi pembangunan Humphreys. Namun, hal itu tidak terlalu banyak berpengaruh. Tidak peduli siapa yang mengumpulkan uang dari proyek tersebut, militer AS tetap akan berada di Korea Selatan untuk masa yang akan datang.

Sumber: USA Today
Redaktur: Ibas Fuadi

... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Palestina

Erdogan kepada Trump: Al-Quds “Garis Merah” bagi Umat Islam

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengancam memutus hubungan diplomatik dengan Moskow jika Amerika Serikat mengakui kota Al-Quds (Jerusalem) sebagai ibukota Israel

Rabu, 06/12/2017 09:42 0

Amerika

Koalisi AS: Anggota ISIS di Iraq dan Suriah Tersisa 3000

Juru bicara koalisi internasional anti-ISIS pimpinan AS, Selasa (05/12), mengatakan bahwa pihaknya memperkirakan jumlah anggota ISIS yang tersisa di Iraq dan Suriah saat ini kurang dari 3.000 pejuang.

Rabu, 06/12/2017 08:04 0

Afghanistan

Intelijen Afghanistan Klaim Lumpuhkan Komandan Senior Al-Qaidah

Dinas Intelijen Afghanistan, Selasa (05/12), mengklaim berhasil melumpuhkan kepemimpin senior Organisasi Al-Qaidah Afghanistan, Umar Khattab, dalam serangkaian operasi militer di timur Negara itu.

Rabu, 06/12/2017 07:27 0

Info Event

Inilah Pemenang Lomba Menulis “Refleksi Setahun Aksi 212”

KIBLAT.NET mengucapkan terima kasih kepada para peserta yang sudah meluangkan waktu untuk mengikuti lomba menulis...

Rabu, 06/12/2017 00:01 0

Indonesia

Tulisan Ayat Al Quran Keliru, Metro TV Sampaikan Maaf

Pihak Metro TV akhirnya angkat suara atas adanya kesalahan penulisan ayat dalam program 'Syiar Kemuliaan' yang ditayangkan pada Selasa (05/12/2017) pagi.

Selasa, 05/12/2017 22:00 0

Indonesia

JPU Akui Asma Dewi Tak Terlibat Seracen

KIBLAT.NET, Jakarta- Dalam penangkapan Asma Dewi, Kepolisian Republik Indonesia menuduh bahwa ibu rumah tangga sebagai...

Selasa, 05/12/2017 21:37 0

Indonesia

Pengacara Minta Asma Dewi Tidak Dikaitkan Saracen Lagi

KIBLAT.NET, Jakarta – Dalam sidang perdana Asma Dewi, Jaksa Penuntut Umum tak mampu menghadirkan bukti...

Selasa, 05/12/2017 21:37 0

Indonesia

Pelapor Metro TV: Reuni 212 Mencerminkan Toleransi

Ketua Umum DPP Asosiasi Pengusaha Indonesia Muda, Sam Aliano mengatakan, dirinya tidak merasa adanya peserta atau masyarakat yang merayakan intoleransi ataupun berpolitik saat reuni 212.

Selasa, 05/12/2017 21:05 0

Indonesia

Keterlibatan Asma Dewi di Seracen Tak Terbukti, Tuduhan Polisi Dipertanyakan

Di ruang sidang, sangkaan itu tidak disebut sama sekali. Asma Dewi hanya dipersalahkan karena memuat konten ujaran kebencian

Selasa, 05/12/2017 20:24 0

Opini

Refleksi Setahun Aksi 212: Berjaya Karena Rencana

Jika ditinjau dari teori di atas, maka peristiwa 2 Desember 2016 (212) merupakan aksi yang dilakukan oleh active public.

Selasa, 05/12/2017 20:00 0