... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Fatah Serukan “Intifadah” untuk Bela Al-Quds

Foto: Seorang pria Palestina berjalan melewati Dome of Rock di kompleks Masjid Al-Aqsa setelah sholat Jum'at di Kota Tua Yerusalem pada tanggal 11 November 2016. (AFP)

KIBLAT.NET, Yerusalem – Otoritas Fatah meminta warga Palestina untuk melakukan gerakan perlawanan atas Kota Al-Quds (Yerusalem) di tengah upaya AS untuk menjadikannya sebagai ibu kota Israel dan memindahkan kedutaannya di sana.

Gerakan perlawanan Al-Aqsa sebelumnya terjadi pada 29 September 2000, yaitu ketika Perdana Menteri Israel Ariel Sharon dan rombongan sekitar 1.000 pihak bersenjata memasuki lingkungan Masjid Al-Aqsa. Gerakan ini berakhir pada 8 Februari 2005 setelah kedua pihak setuju berdamai.

Dalam krisis Israel-Palestina, gerakan tersebut disebut intifadah, yang mencakup seluruh gerakan perlawanan untuk merebut kembali tanah Palestina pra-Israel, aksi ini didorong oleh rasa tertindas dan kehilangan yang dirasakan oleh para penduduk Palestina sejak peristiwa pengusiran paksa oleh tentara Yahudi setelah perang 6 hari.

Intifadah Palestina pertama dimulai pada 1987 dan berakhir pada 1993 dengan ditandatanganinya Persetujuan Oslo dan pembentukan Otoritas Nasional Palestina.

Fatah juga meminta masyarakat internasional untuk berupaya menggagalkan rencana AS tersebut. “Serangan yang dahsyat dan sistematis terhadap Yerusalem, yang diluncurkan oleh Israel dalam sebuah pernyataan,” kata Fatah seperti dikutip Middle East Monitor, Selasa (05/11/2017).

“Serangan ini berusaha untuk menghapus keberadaan dan perjuangan Arab dan Islam di kota itu, dan juga mengubah realitas geografis dan demografis untuk melayani kepentingan ekspansionis Israel,” tambahnya.

Fatah mengatakan Al-Quds adalah gerbang perang dan perdamaian. “Serangan terus menerus terhadap identitas Arabnya dianggap sebagai alarm perang. Ini (artinya) meninggalkan semua kesepakatan dan konvensi internasional,” kata Fatah.

“Langkah Amerika memberikan ‘legitimasi politis dan legal’ atas pendudukan dan memungkinkan mereka untuk mengendalikan situs suci tanpa pengawasan,” pungkasnya.

Selain umat Islam, Yahudi dan Kristen juga menganggap Al-Quds, khususnya timur kota itu, sebagai kota yang dijanjikan. Israel merebut Al-Quds dari tangan umat Islam pada 1967.

Sejak saat itu, Israel melancarkan kampanye demografi untuk menguasai kota. Negara Yahudi itu membangun banyak perumbahan untuk warganya dan mengusir warga lokal dengan dalih tak memiliki izin mendirikan bangunan.

Sumber: Middle East Monitor
redaktur: Ibas Fuadi

... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Analisis

Gurita Korupsi di Balik Proyek Militer AS di Korea Selatan

Humphreys nantinya akan menjadi rumah bagi 42.000 personil militer AS. Sebagian kecil "wujud Amerika" sedang dibangun di sana, sehingga para penghuni tidak akan rindu rumah.

Rabu, 06/12/2017 11:28 0

Info Event

Inilah Pemenang Lomba Menulis “Refleksi Setahun Aksi 212”

KIBLAT.NET mengucapkan terima kasih kepada para peserta yang sudah meluangkan waktu untuk mengikuti lomba menulis...

Rabu, 06/12/2017 00:01 0

Indonesia

Tulisan Ayat Al Quran Keliru, Metro TV Sampaikan Maaf

Pihak Metro TV akhirnya angkat suara atas adanya kesalahan penulisan ayat dalam program 'Syiar Kemuliaan' yang ditayangkan pada Selasa (05/12/2017) pagi.

Selasa, 05/12/2017 22:00 0

Indonesia

JPU Akui Asma Dewi Tak Terlibat Seracen

KIBLAT.NET, Jakarta- Dalam penangkapan Asma Dewi, Kepolisian Republik Indonesia menuduh bahwa ibu rumah tangga sebagai...

Selasa, 05/12/2017 21:37 0

Indonesia

Pengacara Minta Asma Dewi Tidak Dikaitkan Saracen Lagi

KIBLAT.NET, Jakarta – Dalam sidang perdana Asma Dewi, Jaksa Penuntut Umum tak mampu menghadirkan bukti...

Selasa, 05/12/2017 21:37 0

Indonesia

Pelapor Metro TV: Reuni 212 Mencerminkan Toleransi

Ketua Umum DPP Asosiasi Pengusaha Indonesia Muda, Sam Aliano mengatakan, dirinya tidak merasa adanya peserta atau masyarakat yang merayakan intoleransi ataupun berpolitik saat reuni 212.

Selasa, 05/12/2017 21:05 0

Indonesia

Keterlibatan Asma Dewi di Seracen Tak Terbukti, Tuduhan Polisi Dipertanyakan

Di ruang sidang, sangkaan itu tidak disebut sama sekali. Asma Dewi hanya dipersalahkan karena memuat konten ujaran kebencian

Selasa, 05/12/2017 20:24 0

Opini

Refleksi Setahun Aksi 212: Berjaya Karena Rencana

Jika ditinjau dari teori di atas, maka peristiwa 2 Desember 2016 (212) merupakan aksi yang dilakukan oleh active public.

Selasa, 05/12/2017 20:00 0

Indonesia

Heboh Ustadzah Nani, Metro TV Diminta Bertanggung Jawab

Dr. Miftah Rahman El-Banjary, MA mengatakan bahwa stasiun yang mengundang ustadzah Nani Handayani juga harus bertanggung jawab.

Selasa, 05/12/2017 19:22 0

Opini

Refleksi Setahun Aksi 212: Hendak Kemana dan Dengan Siapa?  

212; Simbol Pemersatu

Selasa, 05/12/2017 19:00 0