... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

AS Akui Yerusalem Ibu Kota Israel, Begini Kemarahan Pemimpin Dunia

Foto: Presiden AS Donald Trump.

KIBLAT.NET, Yerusalem- Pada Rabu (06/11/2017), Presiden AS Donald Trump mengakui Yerusalem atau Al Quds sebagai ibukota negara Israel. Ia pun memanggil sejumlah pemimpin Arab termasuk Presiden Palestina, Mahmoud Abbas untuk menyampaikan keinginannya memindahkan Kedubes AS untuk Israel ke Yerusalem.

Namun pernyataan tersebut mengundang reaksi protes dari seluruh dunia. Keputusan Trump dinilai akan menimbulkan konflik baru. Sehingga dapat merusak stabilitas regional dan kesepakatan damai antara Israel dan Palestina.

Pasca perang 1967, antara Israel dan Suriah, Mesir, Yordania negara Yahudi tersebut telah mengklaim bahwa Yerusalem sebagai ibukota negaranya. Hal itu terjadi setelah Yerusalem Timur jatuh ke tangan Israel.

Lantas seperti apa reaksi para tokoh dunia terkait keputasan kontroversial Donald Trump tersebut? Kiblat.net merangkum itu semua dari laman Al Jazeera seperti berikut:

Presiden Palestina Mahmoud Abbas

“Presiden Abbas memperingatkan bahayanya konsekuensi yang ditimbulkan dari keputusan tersebut. Terutama mengenai proses perdamaian, keamanan, stabilitas kawasan hingga dunia,” ungkap juru bicara Presiden Palestina, Nabil Abu Rudeina setelah panggilan dari Donald Trump.

Raja Yordania Abdullah II

Raja Abdullah dari Yordania menguatkan pernyataan Mahmoud Abbas. Ia menegaskan bahwa dampak yang akan ditimbulak sangat berbahaya bagi stabilitas dan keamanan kawasan tersebut.

Raja Abdullah juga mengingatkan presiden AS tentang resiko dari setiap keputusan yang bertentangan dengan penyelesaian konflik Arab-Israel. Raja Abdullah lantas memanggil Abbas dan mengajak kerjasama melawan keputusan tersebut.

“Yerusalem adalah kunci untuk mencapai perdamaian dan stabilitas di regional Arab dan dunia,” ungkapnya.

Presiden Mesir Abdel Fattah Al Sisi

Menurut Al Sisi keputusan AS sangat sensitive dan dapat merusak peluang perdamaian di Timur Tengah.

“Presiden Mesir menegaskan bahwa posisi Mesir untuk menjaga status hukum Yerusalem dalam kerangka referensi internasional dan resolusi PBB,” ungkapnya.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz

Raja Saudi Salman juga mengatakan kepada presiden AS bahwa setiap keputusan Amerika mengenai situasi Yerusalem akan membahayakan perundingan damai dan meningkatkan ketegangan di wilayah tersebut.

Sebuah pernyataan dari kantor berita pemerintah SPA mengutip raja yang mengatakan bahwa Arab Saudi mendukung rakyat Palestina dan hak-hak historis mereka. Raja Salman menegaskan, “Langkah berbahaya semacam itu kemungkinan akan mengobarkan hasrat umat Islam di seluruh dunia karena status Yerusalem dan masjid Al-Aqsa.”

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan

Sehari sebelum keputusan tersebut diumumkan, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengancam akan memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel.

“Yerusalem adalah garis merah bagi umat Islam. Kami meminta AS sekali lagi: Kalian tak bisa mengambil keputusan tersebut,” tegas Erdogan.

Menteri Luar Negeri Jerman Sigman Gabriel

Sigmar Gabriel, Menteri Luar Negeri Jerman, di Brussel juga memperingatkan bahwa setiap keputusan AS mengenai Yerusalem tidak akan menenangkan sebuah konflik, namun justru akan menyulut lebih banyak lagi dan bahwa tindakan semacam itu akan terus berkembang menjadi sangat berbahaya.

Sumber: Al Jazeera
Redaktur: Syafi’i Iskandar

... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

4 comments on “AS Akui Yerusalem Ibu Kota Israel, Begini Kemarahan Pemimpin Dunia”

  1. Erry

    Dajjal trump,setelah tak berdaya menghadapi korut mengobok – obok Palestina.Semoga cepat kena stroke tua bangka laknatullah

  2. Halimah

    Al quds (yerussalem) tetap milik muslim, bukan milik israel.

  3. Halimah

    Keputusan tidak masuk akal, entah apa maksudnya

  4. Ahmad

    Al Quds bukan milik Israel! Al Quds bukan milik AS! Al Quds milih Kaum Muslimin

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Pasca Kematian Saleh, Pemberontak Syiah Hutsi Tawan Puluhan Wartawan 

Pemberontak Syiah Hutsi menawan puluhan wartawan dari stasiun televisi pro Ali Abdullah Saleh di Ibukota Sanaa.

Rabu, 06/12/2017 16:50 0

Indonesia

Beberapa Catatan Pusdikham Uhamka untuk Calon Panglima TNI

Calon Panglima TNI tidak hanya harus memenuhi persyaratan formil. Tetapi juga memenuhi persyaratan prestasi, rekam jejak baik, bebas dan anti korupsi, serta clear dan clean soal HAM, serta berakhlak mulia.

Rabu, 06/12/2017 14:30 0

Indonesia

Soal Status Al-Quds, Indonesia Tak Boleh Diam

Amerika Serikat berencana mengakui Yerusalem (Kota Al-Quds) menjadi ibu kota Israel.

Rabu, 06/12/2017 14:04 0

Indonesia

Abu Janda Beraksi di ILC TV One, Begini Respon Warganet

Permadi Arya alias Abu Janda menjadi sorotan warganet pasca tampil di forum diskusi Indonesia Lawyer Club (ILC) TV One dengan tema "212, Perlukah Reuni?" pada Selasa (05/12/2017).

Rabu, 06/12/2017 13:27 1

Analisis

Gurita Korupsi di Balik Proyek Militer AS di Korea Selatan

Humphreys nantinya akan menjadi rumah bagi 42.000 personil militer AS. Sebagian kecil "wujud Amerika" sedang dibangun di sana, sehingga para penghuni tidak akan rindu rumah.

Rabu, 06/12/2017 11:28 0

Info Event

Inilah Pemenang Lomba Menulis “Refleksi Setahun Aksi 212”

KIBLAT.NET mengucapkan terima kasih kepada para peserta yang sudah meluangkan waktu untuk mengikuti lomba menulis...

Rabu, 06/12/2017 00:01 0

Indonesia

Tulisan Ayat Al Quran Keliru, Metro TV Sampaikan Maaf

Pihak Metro TV akhirnya angkat suara atas adanya kesalahan penulisan ayat dalam program 'Syiar Kemuliaan' yang ditayangkan pada Selasa (05/12/2017) pagi.

Selasa, 05/12/2017 22:00 0

Indonesia

JPU Akui Asma Dewi Tak Terlibat Seracen

KIBLAT.NET, Jakarta- Dalam penangkapan Asma Dewi, Kepolisian Republik Indonesia menuduh bahwa ibu rumah tangga sebagai...

Selasa, 05/12/2017 21:37 0

Indonesia

Pengacara Minta Asma Dewi Tidak Dikaitkan Saracen Lagi

KIBLAT.NET, Jakarta – Dalam sidang perdana Asma Dewi, Jaksa Penuntut Umum tak mampu menghadirkan bukti...

Selasa, 05/12/2017 21:37 0

Indonesia

Pelapor Metro TV: Reuni 212 Mencerminkan Toleransi

Ketua Umum DPP Asosiasi Pengusaha Indonesia Muda, Sam Aliano mengatakan, dirinya tidak merasa adanya peserta atau masyarakat yang merayakan intoleransi ataupun berpolitik saat reuni 212.

Selasa, 05/12/2017 21:05 0