... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Bentrok Syiah Hutsi dan Loyalis Shaleh di Sanaa Kembali Berkobar

Foto: Peta Yaman

KIBLAT.NET, Sanaa – Bentrokan antara milisi pemberontak Syiah Hutsi dan loyalis Ali Abdullah Shaleh, Ahad (03/12), kembali berkobar di ibukota Yaman, Sanaa. Kedua kelompok bersenjata yang sebelumnya berjibaku melancarkan kudeta terhadap pemerintahan sah Yaman itu terlibat pertempuran sejak Rabu lalu.

Menurut sejumlah situs berita Yaman yang dilansir Al-Jazeera, pertempuran pecah Ahad pagi di beberapa lingkungan di tengah Sanaa. Serentetan ledakan terdengar di lingkungan Hasbah sementara baku tembak berlangsung di sekeliling ibukota. Di waktu yang sama, sejumlah sumber mengatakan bahwa pesawat koalisi Arab meluncurkan ke posisi milisi Syiah Hutsi.

Situasi di ibukota Yaman sempat tenang pada Sabtu malam setelah pertempuran sengit yang mengerahkan senjata berat. Pertempuran berpusat di sekitar kompleks pemerintah dan kamp militer. Warga pun menyebut Sanaa menjadi “kota Hantu” karena mencekam.

Al-Houthi mengaku pasukannya merebut kembali kendali atas Kamp As-Sawad, Rima Hameed, Jama Al-Saleh dan markas Komite Tetap Partai Kongres Rakyat Umum di Sana’a. Milisi yang didukung Iran juga mengaku merebut kawasan-kawasan lainnya di ibukota dari milisi loyalis Ali Abdullah Shaleh.

Di sisi lain, sumber militer pasukan Penjaga Republik yang dikomando oleh Shaleh menegaskan bahwa mereka masih mengendalikan lingkungan dan kamp yang diklaim direbut. Sumber itu membantah seluruh klaim milisi Hutsi terkait kemajuan di dalam pertempuran.

Seorang sumber medis mengatakan bahwa 36 orang tewas dan 225 lainnya terluka dalam pertempuran di Sanaa.

BACA JUGA  Koalisi Saudi Luncurkan Operasi Baru terhadap Pemberontak Hutsi

Bentrokan tersebut juga menyebar ke gubernur lainnya, termasuk Amran (utara Sanaa), di mana laporan menyebutkan milisi loyalis Ali Abdullah Shale berhasil mengendalikan pusat provinsi tersebut. Semetnra itu, konfrontasi yang berlangsung di wilayah Khomar di Amran berakhir dengan penyerahan diri pemimpin suku setempat yang merupakan anggota milisi loyalis Shaleh.

Di waktu yang sama, sumber Yaman melaporkan bahwa pasukan loyalis mantan presiden itu juga mengontrol pusat provinsi Al-Mahweet (sebelah barat Sanaa), pusat provinsi Baidah (Yaman tengah), serta pusat provinsi Dhamar.

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Felix Siauw Sebut Reuni 212 Terlalu Besar untuk Diabaikan Siapapun

Ia menyatakan, bahwa gerakan kebangkitan umat Islam yang disimbolkan dengan 411/212 menjadi fenomena baru dalam sejarah Indonesia. Tak pernah ada gerakan semasif dan sesolid ini. 

Senin, 04/12/2017 11:45 0

Indonesia

Angkat Tema HIV AIDS, Komunitas Dua Jari Gelar Talk Show di Palu

Komunitas Rumah Dua Jari mengadakan talk show dengan tema HIV AIDS. Edukasi tentang HIV AIDS dipaparkan, selain pemeriksaan HIV gratis oleh Tim VCT.

Senin, 04/12/2017 11:35 0

Indonesia

Ganti Panglima TNI, Ini Calon Tunggal Pilihan Jokowi

Presiden Joko Widodo memilih KSAU Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai calon tunggal Panglima TNI menggantikan Jenderal Gatot Nurmantyo. Mensesneg Pratikno menyerahkan nama calon pilihan Jokowi itu kepada DPR.

Senin, 04/12/2017 10:56 0

Info Event

Trauma Healing untuk Anak-Anak Korban Erupsi Gunung Agung

Sejak Gunung Agung di Bali meletus pada (26/11/ 2017), tercatat 48.671 warga Karangasem mengungsi ke beberapa wilayah di Bali. Salah satunya, posko pengungsian di UPTD Rendang, Kabupaten Karangasem.

Senin, 04/12/2017 07:44 0

Indonesia

Ustadz Adi Hidayat: Sudah Saatnya Umat Mewarnai, Bukan Terwarnai

Ustadz Adi Hidayat mengatakan bahwa seharusnya seorang Muslim pada saat ini harus bisa menjadi subyek yang bisa mengubah serta mewarnai zaman.

Senin, 04/12/2017 07:00 0

Indonesia

Fadli Zon Kritik Penerapan Hukum di Indonesia

Wakil Ketua DPR Fadli Zon menyambut baik Reuni 212 dengan kehadirannya di aksi tersebut. Dalam orasinya ia mengkritik terkait penerapan hukum di Indonesia, seakan hukum hanya mengabdi kepada kekuasaan yang berkuasa.

Ahad, 03/12/2017 13:21 0

Video Kajian

Tabligh: Agar Syariat Islam Tidak Pudar

KIBLAT.NET – Tabligh: Agar Syariat Islam Tidak Pudar. Syariat Islam diturunkan untuk kebaikan kehidupan seluruh...

Ahad, 03/12/2017 12:20 0

Indonesia

Reuni 212, FMI: Dibilang Intoleran Terserah Terpenting Rayakan Persatuan

Ketua Front Mahasiswa Islam (FMI) Habib Ali Alatas bersyukur umat Islam mampu berkumpul kembali di Monas. Ia berharap, perkumpulan semacam ini terus berlanjut.

Sabtu, 02/12/2017 21:57 0

Indonesia

Orasi Fahri Hamzah di Reuni 212: Sekarang Terminologi Jihad Dikriminalisasi

Wakil ketua DPR RI, Fahri Hamzah menegaskan bahwa saat ini simbol-simbol keislaman sedang dikriminalisasi. Ia mencontohkan seperti kalimat takbir.

Sabtu, 02/12/2017 21:50 0

Indonesia

Ustadz Bachtiar Nasir Ajak Umat Islam Agar Bersatu

Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fakta Ulama (GNPF-Ulama), Ustadz Bachtiar Nasir mengatakan dalam ceramahnya bahwa perpecahan umat Islam disebabkan oleh umat Islam yang fanatik dengan kelompok-kelompoknya.

Sabtu, 02/12/2017 21:41 0

Close