... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Pengacara Hidayat Sebut Hakim Langgar HAM

Foto: Muhammad Hidayat menjalani sidang putusan sela, Selasa (10-10-2017)

KIBLAT.NET, Bekasi- Kuasa hukum terdakwa kasus ITE, Muhammad Hidayat menilai bahwa majelis hakim telah melakukan pelanggaran Hak Asasi Manusia. Pasalnya, hakim dinilai terburu-buru memeriksa saksi dan tidak mengindahkan keterangan saksi yang meringankan pihak terdakwa.

“Pada hari selasa tanggal 27 November 2017 setelah memeriksa saksi fakta diskors, majelis hakim langsung minta memeriksa terdakwa pada malam itu juga dengan alasan bahwa masa penahanan terdakwa akan berakhir,” ungkap Abdullah Al Katiri, Koordinator Tim Advokasi untuk M Hidayat, melalui rilis yang diterima Kiblat.net, Kamis (30/11/2017).

“Dan pada akhir persidangan tanggal 28 November 2017 itu juga meminta Jaksa Penuntut Umum untuk mengajukan tuntutan pada hari Kamis tanggal 30 November 2017, atau 2 hari setelah persidangan pada tanggal 28 November 2017),” lanjutnya.

Dalam pernyataan tersebut, kuasa hukum menduga hakim telah bertindak semena-mena. Al Katiri menganggap bahwa hakim telah berlaku tidak adil dan mengabaikan hak-hak terdakwa untuk menghadirkan ahli yang meringankan sesuai pasal 184 KUHAP.

“Bahwa proses persidangan tidak ada hubungan dengan masa berlakunya penahanan dan dalam menghindari dalam berakhirnya masa penahanan, hakim rela mempertaruhkan nasib seseorang warga negara yang sedang mencari keadilan dan belum tentu bersalah dalam perkara ini,” ungkapnya.

Al Katiri menambahkan bahwa sejak awalnya telah nampak keberpihakan majelis hakim dengan tindakan-tindakan yang nyata-nyata merugikan dan menyudutkan terdakwa. Menurutnya ialah dengan cara selalu menganulir setiap jawaban dari saksi dengan bertanya ulang sesuatu yang sudah jelas.

BACA JUGA  Perkuat Jaringan Pemuda ASEAN, KAMMI Malaysia Resmi Dilantik

Karenanya, menyikapi tindakan majelis hakim tersebut, Al Katiri mengajukan surat pengaduan kepada Komisi Yudisial (KY), Banwas MA agar mengawasi dan mengawal sidang tersebut.

“Dengan tidak diberikannya waktu kami untuk melanjutkan persidangan demi tegak keadilan dan perlindungan Hak Asasi Manusia, majelis hakim jelas-jelas melanggar UU dalam hal ini KUHAP, khusus pasal 26 ayat 4,” ungkapnya

Adapun bunyi pasal 26 ayat 4 adalah “Setelah waktu 90 hari walaupun perkara tersebut belum diputus terdakwa harus sudah dikeluarkan dari tahanan demi hukum.”

Selain itu, Al Katiri merasa tidak diberi kesempatan selaku kuasa hukum terdakwa memenuhi alat bukti yang di atur di dlaam pasal 184 KUHAP khususnya menghadirkan ahli yang meringankan.

“Majelis hakim mempertaruhkan nasib seorang warga negara yang belum tentu bersalah, yang mencari keadilan hanya untuk mengejar waktu berakhirnya masa penahanan. Dalam hal ini jelas-jelas juga merupakan pelanggaran Hak Azazi Manusia (HAM) yang sangat serius,” tukasnya.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Syafi’i Iskandar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video Kajian

Dr. Anung Al Hamat: Hukum Mengangkat Orang Kafir Sebagai Pegawai

KIBLAT.NET – Dr. Anung Al Hamat: Hukum Mengangkat Orang Kafir Sebagai Pegawai. Mempekerjakan orang kafir...

Kamis, 30/11/2017 11:12 0

Belanda

Divonis 20 Tahun, Jenderal Pembantai Muslim Bosnia Bunuh Diri di Pengadilan

Jenderal Slobodan Praljak (72 tahun), komandan perang Kroasia Bosnia bunuh diri di ruang sidang setelah hakim menolak bandingnya.

Kamis, 30/11/2017 11:07 0

Yaman

Hanya Satu Provinsi di Yaman Bebas dari Wabah Kolera

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa kasus kolera di Yaman telah mencapai angka ratusan ribu sejak 27 April lalu.

Kamis, 30/11/2017 10:33 0

Analisis

Arab Saudi di Tengah Ancaman Iran

Sejalan dengan cita-cita tersebut, Ayatollah Khomeini, bapak pendiri “Republik Islam Iran” atau yang secara substansi adalah negara Syiah Iran, mencanangkan sebuah doktrin tentang “mengekspor revolusi”.

Kamis, 30/11/2017 10:22 0

Myanmar

Diam Soal Rohingya, 5 Penghargaan Aung San Suu Kyi Ini Resmi Dicabut

Aung San Suu Kyi mulai kehilangan satu per satu gelar, kehormatan atau penghargaan yang dinobatkan kepadanya.

Rabu, 29/11/2017 21:54 0

News

Banjir Bandang di Pacitan, Relawan: Hampir 80 Persen Kota Lumpuh

Ia menuturkan banyak warga yang masih terjebak banjir dan belum terevakuasi di kota Pacitan bagian timur dan selatan. Warga hanya bisa berkumpul di rumah yang berada di lokasi tinggi.

Rabu, 29/11/2017 18:48 0

Suara Pembaca

Yuk Bantu SMPIT Al-Izzah

Buy One Get Unlimited Badai pasti berlalu. Hujan, kilat, angin, kini sudah berpamit pulang menyisakan...

Rabu, 29/11/2017 17:32 0

Amerika

Facebook Kembangkan ‘Kecerdasan Buatan’ untuk Deteksi Konten Ekstremisme

Facebook mengatakan bahwa pihaknya telah menghapus 99 persen konten yang terkait dengan terorisme dan ekstremisme sebelum muncul laporan.

Rabu, 29/11/2017 15:40 0

Myanmar

Kunjungi Myanmar, Paus Serukan Persatuan Tapi Tak Menyebut Isu Rohingya

Pemimpin besar umat Kristen Katolik, Paus Fransiskus, pada Selasa, (28/11) menyampaikan pidato yang diawasi ketat di Myanmar. Dalam pidatonya ia meminta negara Asia Tenggara untuk menghormati semua kelompok agama.

Rabu, 29/11/2017 15:17 0

Opini

Bentuk-bentuk Distraksi dalam Perjuangan Umat Islam

Dalam perjuangan, apalagi memperjuangkan Islam, wujud distraksi jauh lebih banyak dan kompleks. Dari dalam elemen Ummat sendiri, berikut beberapa contoh yang paling sering ditemukan:

Rabu, 29/11/2017 13:54 0

Close