... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

In Depth

Khutbah Jumat: Lima Nasihat bagi Pelaku Dosa

Foto: Ilustrasi

Khutbah Jumat: Lima Nasihat bagi Pelaku Dosa

Khutbah Pertama:

الحمد لله الذي أصلحَ الضمائرَ، ونقّى السرائرَ، فهدى القلبَ الحائرَ إلى طريقِ أولي البصائرِ، وأشهدُ أَنْ لا إلهَ إلا اللهُ وحدَه لا شريكَ له، وأشهدُ أن سيِّدَنا ونبينا محمداً عبدُ اللهِ ورسولُه، أنقى العالمينَ سريرةً وأزكاهم سيرةً، (وعلى آله وصحبِه ومَنْ سارَ على هديهِ إلى يومِ الدينِ.

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلا سَدِيدًا * يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

Jamaah Jumat rahimakumullah

Sesungguhnya dokumentasi perjalanan kita menuju Rabb kita tidak pernah sepi daripada noda-noda maksiat dan dosa. Kita tidak pernah dan tidak akan pernah mampu menjelma sebagai malaikat yang senantiasa tunduk dan patuh kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Kita adalah manusia, hamba yang berdosa dan lahir dari seorang hamba yang berdosa. Ini adalah ketetapan Allah Subhanahu Wa Ta’ala sebagaimana dikabarkan oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam dalam sebuah hadis riwayat Imam Al Bukhari di mana Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

وَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ لَوْ لَمْ تُذْنِبُوا لَذَهَبَ اللَّهُ بِكُمْ وَلَجَاءَ بِقَوْمٍ يُذْنِبُونَ فَيَسْتَغْفِرُونَ اللَّهَ فَيَغْفِرُ لَهُم

“Demi Dzat yang jiwaku ada di tangannya, seandainya kalian tidak pernah berbuat dosa, niscaya Allah akan mengganti kalian dengan mendatangkan suatu kaum yang kemudian kaum tersebut berbuat dosa, kemudian mereka meminta ampun kepada Allah dan Allah akan mengampuni mereka.” (HR. Bukhari)

Jamaah Jumat rahimakumullah

Ini adalah tabiat kita sebagai manusia. Oleh karena itu Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mengajarkan kepada bagaimana kita berakhlak, bagaimana kita itu beradab tatkala kita berinteraksi dengan yang dosa dan maksiat, di antaranya:

1. Segera bertobat kepada Allah

Tatkala syahwat sudah menguasai akal sehat seseorang, dan Iblis berhasil merayunya, dia tumbang; terpuruk dalam kubangan dosa dan maksiat. Maka hendaknya dia menyegerakan hati, lisan dan fisiknya untuk kembali kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Sikap demikian menunjukkan bahwa masih ada iman di dalam dadanya. Berbeda dengan orang yang tenggelam dalam kemaksiatan, hatinya sudah tertutup noda-noda maksiat. Maka sulit sekali untuk segera kembali kepada Allah pada saat dia terjerumus dalam dosa dan maksiat.

Dalam sebuah ayat disebutkan, bahwa ternyata di antara ciri orang bertakwa itu bukan mereka orang-orang yang suci dari dosa, tetapi orang yang kembali secepatnya kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, setelah terjerumus ke dalam perbuatan dosa:

وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَىٰ مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ

“Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.” (Ali-Imran: 135)

Jamaah Jumat rahimakumullah

Ketahuilah, bahwa bersegera untuk bertobat kepada Allah dari satu dosa adalah suatu kewajiban. Hal ini sebagaimana dinyatakan oleh Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah:

المبادرة إلى التوبة من الذنب فرض على الفور، ولا يجوز تأخيرها، فمتى أخرها عصى بالتأخير، فإذا تاب من الذنب بقي عليه توبة أخرى، وهي توبته من تأخير التوبة، وقل أن تخطر هذه ببال التائب

“Bersegera untuk bertobat kepada Allah dari satu dosa adalah suatu kewajiban yang harus dilakukan sesegera mungkin. Tobat tidak boleh ditunda. Siapa pun yang menunda-nunda tobat, sesungguhnya dia telah bermaksiat kepada Allah. Andai orang yang bertobat itu bertobat kepada Allah subhanahu wata’ala, maka masih tersisa satu tobat lagi. Yaitu tobat dari menunda-nunda tobatnya kepada Allah. Masalah ini sangat jarang sekali berbetik di dalam hati mereka orang-orang yang bertobat kepada Allah.”

Jarang orang yang ketika kembali kepada Allah, disapa dengan hidayah Allah setelah sekian lama melakukan dosa, setelah sekian tahun melakukan dosa, dia tobat kepada Allah. Kemudian mengatakan ya Rob ampuni hamba dari dosa-dosa hamba dan dosa hamba yang telah mengakhirkan tobat kepada-Mu.

Jamaah Jumat rahimakumullah

2. Tidak memandang remeh suatu dosa

Mengapa kita tidak boleh memandang remeh suatu dosa dan maksiat? Karena kita tidak tahu dosa mana yang dapat menghantarkan dia kepada azab, baik di kubur maupun di akhirat. Ada kasus, seseorang mendapatkan azab karena satu dosa yang dianggap remeh. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam menyampaikan:

دَخَلَتِ امْرَأَةٌ النَّارَ فِي هِرَّةٍ رَبَطَتْهَا فَلاَ هِيَ أَطْعَمَتْهَا وَلاَ هِيَ أَرْسَلَتْهَا تَأْكُلُ مِنْ خَشَاشِ اْلأَرْضِ حَتَّى مَاتَتْ هَزْلاً

“Seorang wanita masuk neraka karena seekor kucing yang diikatnya. Dia tidak memberinya makan dan tidak membiarkannya makan serangga bumi, sehingga mati kelaparan.” (Muttafaq ‘Alaih)

Syaikh Utsaimin menjelaskan bahwa bisa dipastikan wanita tersebut adalah seorang muslimah, bukan kafir. Andai wanita tersebut adalah seorang kafir maka sungguh kekufurannya sangat cukup untuk menjadikan sebab dia diazab.

Jamaah Jumat rahimakumullah

Ada juga dalam hadits yang disebutkan Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Ibnu Abbas Radiallahu anhuma tentang dua orang yang diazab di dalam kuburnya. Yang salah satunya sebagaimana dikabarkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, bahwa orang tersebut tidak hati-hati dengan air kencingnya. Ada lagi, Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam pernah mengabarkan tentang seorang mujahid, orang yang berjihad bersama Rasulullah Sallallahu Alaihi Wassalam.

Ia berada di neraka dengan selendang dan pakaiannya yang dicuri dari harta ghanimah; harta rampasan perang yang belum dibagi oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Ini merupakan dosa khianat dan korupsi. Mungkin ada sebagian orang yang korupsi besar-besaran, tapi karena dianggap ini adalah dosa yang besar dia kembali kepada Allah. Dia bertobat dengan tobat nasuha. Tetapi ada sebagian orang yang korupsi mungkin dianggap sepele, tetapi itulah yang menghantarkan dirinya kepada azab yang pedih. Oleh karena itu seorang ulama bernama Saad bin Hilal mengatakan:

لا تنظر إلى صغر الخطيئة ولكن انظر إلى عظم من عصيت

“Janganlah kalian melihat kecilnya akan suatu maksiat, tetapi lihatlah keagungan Dzat yang engkau maksiati.”

Oleh karena itu maka, prinsip seorang muslim adalah senantiasa khawatir akan dosa-dosa yang dilakukan. Ibnu Mas’ud radhiallahu Anhu mengatakan:

إن المؤمن يرى ذنوبه كأنه قاعد تحت جبل يخاف أن يقع علي وإن الفاجر يرى ذنوبه كذباب مر على أنفه فقال به هكذا فذبه عنه

“Sesungguhnya seorang mukmin memandang dosa-dosanya seakan-akan ia sedang duduk di bawah gunung dan ia takut gunung tersebut jatuh menimpanya. Dan seorang fajir memandang dosa-dosanya seperti seekor lalat yang lewat di hidungnya lalu ia berkata demikian (mengipaskan tangannya di atas hidungnya) untuk mengusir lalat tersebut.”

3. Tidak mengumbar maksiat

Jangan mengumbar dan mengobral dosa. Orang yang menampakan dosa dan orang yang menyembunyikan dosa itu berbeda. Disebutkan dalam Hadits, Rasulullah Sallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda dalam hadits Imam Bukhari:

كُلُّ أَمَّتِي مُعَافًى إِلاَّ الْمُجَاهِرِينَ وَإِنَّ مِنَ الْمَجَانَةِ أَنْ يَعْمَلَ الرَّجُلُ بِاللَّيْلِ عَمَلاً ثُمَّ يُصْبِحَ وَقَدْ سَتَرَهُ اللَّهُ فَيَقُولَ يَا فُلاَنُ عَمِلْتُ الْبَارِحَةَ كَذَا وَكَذَا وَقَدْ بَاتَ يَسْتُرُهُ رَبُّهُ وَيُصْبِحُ يَكْشِفُ سِتْرَ اللهِ عَنْه

“Setiap umatku dimaafkan kecuali orang yang melakukan dosa terang-terangan, dan sungguh termasuk kegilaan, jika seseorang berbuat dosa pada malam hari, kemudian ia masuk waktu pagi dalam keadaan Allah menutupi dosanya, lalu ia sendiri mengatakan: Wahai fulan tadi malam aku berbuat dosa ini dan itu. Padahal ia tidur malam dalam keadaan Rabbnya menutupi aibnya, dan ia masuk waktu pagi seraya menyingkap tutupan Allah darinya.” (HR. Al-Bukhari dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu)

Seseorang tidak boleh mengatakan perihal dosanya kepada orang lain, kecuali dengan tujuan yang dibenarkan. Untuk konsultasi atau minta pendapat bagaimana cara bertobat dari dosa tersebut. Tetapi tanpa alasan tersebut, maka tidak boleh. Apalagi ada sebagian orang yang menceritakan dosa yang pernah ia lakukan itu dengan rasa bangga.

Orang yang menutup dosa, apa lagi diiringi dengan segera bertobat kepada Allah, tindakannya ini merupakan sebab ampunan dosa. Dalam sebuah hadits yang shahih, Rasulullah mengabarkan,

إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يُدْنِي الْمُؤْمِنَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يَضَعَ عَلَيْهِ كَنَفَهُ يَسْتُرُهُ مِنَ النَّاسِ، فَيَقُولُ: أَيْ عَبْدِي! تَعْرِفُ ذَنْبَ كَذَا وَكَذَا؟ فَيَقُولُ: نَعَمْ أَيْ رَبِّ! حَتَّى إِذَا قَرَّرَهُ بِذُنُوبِهِ، وَرَأَى فِي نَفْسِهِ أَنَّهُ قَدْ هَلَكَ، قَالَ إِنِّي قَدْ سَتَرْتُهَا عَلَيْكَ فِي الدُّنْيَا، وَقَدْ غَفَرْتُهَا لَكَ الْيَوْمَ، قَالَ: ثُمَّ أُعْطِيَ كِتَابَ حِسَابِهِ

“Pada hari kiamat seorang mukmin didekatkan kepada Tuhan dengan dinaungi oleh rahmat-Nya, kemudian ditanya, ‘Tahukah kamu dosa ini? Tahukah kamu dosa itu?’ Jawabnya, ‘Ya, saya tahu.’ Maka Allah berfirman, ‘Aku telah menutupi atasmu dunia dan kini aku mengampuninya darimu.’ Kemudian diberikan kepadanya suratan amal kebaikannya.” (HR. Bukhari-Muslim).

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ. فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

 

Khutbah Kedua:

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ, اَلْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمِّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، أَمَّا بَعْدُ؛ عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ، فَاتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ

Jamaah Jumat rahimakumullah

Dua perkara lainnya sebagai lanjutan khutbah pertama adalah menjauhi segala dosa, khususnya dosa yang dilipatgandakan ancaman azabnya. Banyak faktor suatu dosa menjadi berat ancamannya. Orang kaya yang rakus dan korupsi lebih besar ancamannya daripada orang miskin yang mencuri.

Dan terakhir adalah mengiringi perbuatan maksiat dengan kebaikan, karena kebaikan akan menghapus keburukan. Akhirnya, semoga kita semua diberikan kemudahan untuk segera bertobat kepada Allah.

إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، فِي العَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنْ خُلَفَائِهِ الرَّاشِدِيْنَ، وَعَنْ أَزْوَاجِهِ أُمَّهَاتِ المُؤْمِنِيْنَ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ أَجْمَعِيْنَ، وَعَنْ المُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، وَعَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدُّعَاءِ.
اللَّهُمَّ اجْعَلْ جَمْعَنَا هَذَا جَمْعاً مَرْحُوْماً، وَاجْعَلْ تَفَرُّقَنَا مِنْ بَعْدِهِ تَفَرُّقاً مَعْصُوْماً، وَلا تَدَعْ فِيْنَا وَلا مَعَنَا شَقِيًّا وَلا مَحْرُوْماً.
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالعَفَافَ وَالغِنَى.
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ أَنْ تَرْزُقَ كُلاًّ مِنَّا لِسَاناً صَادِقاً ذَاكِراً، وَقَلْباً خَاشِعاً مُنِيْباً، وَعَمَلاً صَالِحاً زَاكِياً، وَعِلْماً نَافِعاً رَافِعاً، وَإِيْمَاناً رَاسِخاً ثَابِتاً، وَيَقِيْناً صَادِقاً خَالِصاً، وَرِزْقاً حَلاَلاً طَيِّباً وَاسِعاً، يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ.
اللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَوَحِّدِ اللَّهُمَّ صُفُوْفَهُمْ، وَأَجمع كلمتهم عَلَى الحق، وَاكْسِرْ شَوْكَةَ الظالمين، وَاكْتُبِ السَّلاَمَ وَالأَمْنَ لِعَبادك أجمعين.
اللَّهُمَّ رَبَّنَا اسْقِنَا مِنْ فَيْضِكَ الْمِدْرَارِ، وَاجْعَلْنَا مِنَ الذَّاكِرِيْنَ لَكَ في اللَيْلِ وَالنَّهَارِ، الْمُسْتَغْفِرِيْنَ لَكَ بِالْعَشِيِّ وَالأَسْحَارِ.
اللَّهُمَّ أَنْزِلْ عَلَيْنَا مِنْ بَرَكَاتِ السَّمَاء وَأَخْرِجْ لَنَا مِنْ خَيْرَاتِ الأَرْضِ، وَبَارِكْ لَنَا في ثِمَارِنَا وَزُرُوْعِنَا يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ.
رَبَّنَا آتِنَا في الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
رَبَّنَا لا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا، وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً، إِنَّكَ أَنْتَ الوَهَّابُ.
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الخَاسِرِيْنَ.
عِبَادَ اللهِ :
إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي القُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ

 

Naskah ditranskrip oleh Azzam Habil, dari khotbah Ust. Taqiyyudin, Lc.
Editor: Salem

... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Rajut Ukhuwah, Reuni dan Kongres 212 Harus Diadakan

KH Misbahul Anam menuturkan bahwa salah satu tujuan diadakannya reuni dan kongres 212 adalah merajut ukhuwah Islamiyah.

Kamis, 30/11/2017 17:59 0

Indonesia

Menag Pertanyakan Maksud Reuni 212, Ini Jawaban Panitia

Ketua panitia Reuni Akbar 212, KH. Misbahul Anam menanggapi pernyataan Menteri Agama Lukman Hakim yang meminta kejelasan terkait maksud acara tersebut. Menurutnya, pertanyaan Kemenag terkait acara yang akan digelar di Monas pada 2 Desember itu tidak rasional. 

Kamis, 30/11/2017 16:15 0

Amerika

Pentagon: 26.000 Pasukan AS Ditempatkan di Iraq, Suriah dan Afghanistan

Anggota Kongres mempertanyakan jumlah sebenarnya pasukan AS di luar negeri terutama setelah empat tentara AS tewas di Niger bulan lalu.

Kamis, 30/11/2017 15:28 0

Video Kajian

Tadzkirah: Mengucapkan Salam kepada Orang yang Tidak Dikenal

Tadzkirah: Mengucapkan Salam kepada Orang yang Tidak Dikenal. “Akan datang suatu masa, seseorang hanya akan mengucapkan salam pada orang yang dia kenali saja.”

Kamis, 30/11/2017 14:26 0

News

Ustadz Arifin Ilham Udzur Pimpin Zikir pada Reuni 212

"Kyai Arifin tidak bisa memimpin zikir pada Reuni Akbar 212, karena beliau baru proses recovery setelah operasi wilayah pita suara yang sampai hari ini belum keluar suaranya, ada udzur beliau," kata Al-Khattath.

Kamis, 30/11/2017 14:12 0

Irak

Muncul di Iraq, Tentara Pembebasan Kurdi Bersumpah Lawan Milisi Syiah

Sebuah kelompok militan baru yang terdiri dari sekitar 200 pejuang telah dibentuk di sebelah timur Tuz Khurmatu, sebuah wilayah yang berada di perbatasan provinsi Salahuddin dengan Kirkuk.

Kamis, 30/11/2017 13:38 0

Amerika

Bagikan Status Twitter Aktivis Anti-Muslim, Presiden AS Tuai Kecaman

Presiden AS Donald Trump menuai kecaman di media sosial setelah membagikan video yang memuat konten anti-Muslim. Tiga video yang di-retweet oleh Trump itu sebelumnya diposting oleh politikus anti-Muslim Inggris, Jayda Fransen.

Kamis, 30/11/2017 12:32 0

Indonesia

Pengacara Hidayat Sebut Hakim Langgar HAM

Kuasa hukum terdakwa kasus ITE, Muhammad Hidayat menilai bahwa majelis hakim telah melakukan pelanggaran Hak Asasi Manusia.

Kamis, 30/11/2017 11:30 0

Video Kajian

Dr. Anung Al Hamat: Hukum Mengangkat Orang Kafir Sebagai Pegawai

KIBLAT.NET – Dr. Anung Al Hamat: Hukum Mengangkat Orang Kafir Sebagai Pegawai. Mempekerjakan orang kafir...

Kamis, 30/11/2017 11:12 0

Belanda

Divonis 20 Tahun, Jenderal Pembantai Muslim Bosnia Bunuh Diri di Pengadilan

Jenderal Slobodan Praljak (72 tahun), komandan perang Kroasia Bosnia bunuh diri di ruang sidang setelah hakim menolak bandingnya.

Kamis, 30/11/2017 11:07 0