... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Qatar Tawarkan Dialog untuk Selesaikan Krisis Teluk

Foto: Perdana Menteri Qatar Abdullah bin Nasser al-Thani.

KIBLAT.NET, Doha – Perdana Menteri Qatar Abdullah bin Nasser al-Thani mengatakan bahwa tujuan dari krisis Teluk untuk mencampuri urusan dalam negeri Qatar.

“Tujuan dari krisis ini pasti dan semua orang melihatnya sekarang, bahwa targetnya melakukan intervensi urusan dalam negeri Qatar. Ini adalah garis merah rakyat Qatar,” katanya di televisi pemerintah seperti dikutip World Bulletin, Kamis (23/11/2017).

“Blokadi Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain dan Mesir terhadap Qatar bertujuan urusan dalam negeri, dan itu tidak dapat diterima,” tambahnya.

Kendati demikian, Al-Thani menunjukkan bahwa tidak ada perselisihan antara negara-negara pemblokade dan Qatar di perbatasan, bea cukai atau masalah keamanan.

“(Untuk itu) satu-satunya solusi untuk krisis adalah dialog tanpa intervensi di dalam kedaulatan dan urusan dalam negeri Qatar,” katanya.

Krisis Teluk dipicu oleh peretasan situs Qatar News Agency, di mana para hacker menanamkan komentar kontroversial yang dibuat oleh emir negara itu untuk memicu kemarahan yang diilhami oleh berita palsu.

Dari sini Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir mengumumkan sanksi pada tanggal 5 Juni untuk melawan Qatar atas tuduhan mendukung ekstremisme.

Pada 22 Juni, blok yang dipimpin Saudi mengeluarkan daftar 13 tuntutan untuk diakhirinya sanksi, termasuk penutupan saluran berita Al Jazeera dan The New Arab yang berbasis di London, menurunkan hubungan dengan Iran dan menutup sebuah pangkalan militer Turki di Doha. Qatar menolak untuk mematuhi tuntutan tersebut dan secara konsisten membantah semua tuduhan.

Sumber: The New Arab, World Bulletin
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video Kajian

Ustadz Abu Rusydan: Ciri-ciri Ahlus Sunnah wal Jamaah

Ustadz Abu Rusydan: Ciri-ciri Ahlus Sunnah wal Jamaah. Tidak harus menunjuk nama, siapa ahlus sunnah wal jamaah dapat ditandai dari ciri-ciri orang yang...

Jum'at, 24/11/2017 05:30 0

Indonesia

Ustadz Fadlan: Berhenti Gunakan Orang Irian untuk Kepentingan Politik

Ustadz Fadlan Garamatan buka suara terkait perkembangan situasi di wilayah Papua. Dia mendesak penggunaan orang Irian untuk kepentingan politik.

Kamis, 23/11/2017 21:56 0

Indonesia

TNI AL: Pesantren Menjaga Kedaulatan Negara

Staf Khusus Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana Pertama Suprayitno Paendridayu mengunjungi Pondok pesantren Al Fatih Kaafah Nusantara (AFKN) Nuu Waar, Setu, Bekasi pada Kamis (23/11/2017).

Kamis, 23/11/2017 21:54 0

Indonesia

Seruan Tutup Freeport Iringi Aksi Pembebasan Sandera Papua

"Mereka meminta bahwa Freeport segera harus ditutup, militer Indonesia harus ditarik keluar dari Papua dan diganti dengan pasukan keamanan PBB," kata Panglima TNI.

Kamis, 23/11/2017 19:39 0

Khutbah Jum'at

Khutbah Jumat: Akhir Para Penentang Kebenaran Islam

Khutbah Jumat: Akhir Para Penentang Kebenaran Islam Khutbah Pertama: الحمد لله الذي أصلحَ الضمائرَ، ونقّى...

Kamis, 23/11/2017 14:18 0

Indonesia

Kasus Viktor Laiskodat Dihentikan? Ini Jawaban Polri

Menurut Karo Penmas Div Humas Polri, Brigjen Pol Rikwanto kasus politikus Partai Nasdem itu hingga kini masih dalam tahap penyelidikan.

Kamis, 23/11/2017 11:32 0

Video News

PKS Desak MKD Segera Proses Kasus Viktor

Politikus PKS, Mardani Ali Sera menegaskan bahwa publik tidak boleh melepaskan kasus Viktor Laiskodat. Ia menegaskan, jika belum puas dengan penanganannya saat ini, publik bisa melapor lagi.

Kamis, 23/11/2017 10:52 0

Indonesia

Jual Aset Negara, IRESS Usulkan Jokowi Dimakzulkan

KIBLAT.NET, Jakarta- Direktur IRESS, Marwan Batubara mengungkapkan landasan presiden bila melakukan penjualan aset ke asing....

Rabu, 22/11/2017 21:39 0

Indonesia

Penjualan Aset Negara Dinilai Bermotif Rente dan Pencitraan

Penjualan aset negara dinilai dilatarbelakangi karena dua hal. Pertama, karena motif pemburuan rente. Kedua, karena politik pencitraan.

Rabu, 22/11/2017 21:16 0

Indonesia

Penghasilan Negara Jauh Lebih Kecil Bila Aset Jatuh ke Asing

Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies (IRESS), Marwan Batubara mengatakan bahwa sebenarnya Indonesia memiliki banyak cadangan Sumber Daya Alam (SDA).

Rabu, 22/11/2017 19:57 0

Close