... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Myanmar Terima Kembali Etnis Muslim Rohingya?

Foto: Warga Muslim Rohingya.

KIBLAT.NET, Dhaka – Bangladesh akan menandatangani kesepakatan dengan Myanmar untuk mengembalikan ratusan ribu Muslim Rohingya yang melarikan diri dari kekerasan tentara dan etnis Buddha.

Kementerian Luar Negeri Bangladesh mengatakan mereka dapat mulai kembali dalam waktu dua bulan. Rincian teknisnya akan keluar setelah penandatanganan memorandum di ibukota Myanmar, Nay Pyi Taw.

Dikutip dari BBC, Jumat (24/11/2017), Menteri Luar Negeri Bangladesh Mahmood Ali mengatakan hal itu menjadi langkah awal. Sementara Pejabat senior Myanmar, Myint Kyaing mengatakan bahwa pihaknya siap untuk menerima Rohingya “sesegera mungkin”.

Namun, badan-badan bantuan mengkhawatirkan kembalinya Rohingya secara paksa kecuali mendapat jaminan keamanan. Rohingya adalah minoritas tanpa kewarganegaraan yang telah lama mengalami penganiayaan di Myanmar, juga dikenal sebagai Burma.

Kondisi Myanmar sendiri sebenarnya masih belum jelas. Banyak warga Rohingya yang takut dipulangkan. Pengungsi di Kamp Kutupalong di Bangladesh mengatakan bahwa mereka menginginkan jaminan kewarganegaraan dan tempat tinggal.

“Kami akan kembali jika mereka tidak mengganggu kami dan jika kami bisa menjalani kehidupan seperti umat Buddha dan etnis minoritas lainnya,” kata seorang pria, Sayed Hussein, kepada Reuters.

“Saya tidak mempercayai pemerintah Myanmar, suami saya pergi tiga kali dan ini adalah kedua kalinya saya pergi. Pemerintah Myanmar selalu seperti ini,” kata seorang wanita bernama Narusha.

Pekan lalu, kepala militer Myanmar yang kuat, Min Aung Hlaing, mengatakan kepada Menlu AS Rex Tillerson bahwa warga Rohingya dapat kembali ke Myanmar hanya jika penduduk asli (Buddha.red) menerimanya.

BACA JUGA  BJ Habibie, Profil Muslim Jenius yang Dikhianati

Amnesty International mengatakan bahwa mereka meragukan kemungkinan akan ada pengembalian Rohingya secara aman atau bermartabat ke Myanmar. Menurut lembaga itu, sistem apartheid masih kuat di negara itu. Pihaknya berharap tidak ada pemaksaan bagi mereka yang tidak ingin pulang.

“Ini benar-benar prematur untuk berbicara tentang pengembalian ketika ratusan orang Rohingya terus melarikan diri dari penganiayaan dan tiba di Bangladesh setiap hari,” kata seorang juru bicara.

Pekan lalu tentara Myanmar berlepas diri dari segala tuduhan terkait krisis Rohingya. Militer tidak mengakui telah melakukan pembunuhan, pembekaran desa, pemerkosaan dan perampasan harta benda. Pernyataan itu bertentangan dengan sejumlah laporan media dan lembaga bantuan internasional.

Sumber: BBC
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video Kajian

Ustadz Abu Rusydan: Ciri-ciri Ahlus Sunnah wal Jamaah

Ustadz Abu Rusydan: Ciri-ciri Ahlus Sunnah wal Jamaah. Tidak harus menunjuk nama, siapa ahlus sunnah wal jamaah dapat ditandai dari ciri-ciri orang yang...

Jum'at, 24/11/2017 05:30 0

Indonesia

Ustadz Fadlan: Berhenti Gunakan Orang Irian untuk Kepentingan Politik

Ustadz Fadlan Garamatan buka suara terkait perkembangan situasi di wilayah Papua. Dia mendesak penggunaan orang Irian untuk kepentingan politik.

Kamis, 23/11/2017 21:56 0

Indonesia

TNI AL: Pesantren Menjaga Kedaulatan Negara

Staf Khusus Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana Pertama Suprayitno Paendridayu mengunjungi Pondok pesantren Al Fatih Kaafah Nusantara (AFKN) Nuu Waar, Setu, Bekasi pada Kamis (23/11/2017).

Kamis, 23/11/2017 21:54 0

Indonesia

Seruan Tutup Freeport Iringi Aksi Pembebasan Sandera Papua

"Mereka meminta bahwa Freeport segera harus ditutup, militer Indonesia harus ditarik keluar dari Papua dan diganti dengan pasukan keamanan PBB," kata Panglima TNI.

Kamis, 23/11/2017 19:39 0

Khutbah Jum'at

Khutbah Jumat: Akhir Para Penentang Kebenaran Islam

Khutbah Jumat: Akhir Para Penentang Kebenaran Islam Khutbah Pertama: الحمد لله الذي أصلحَ الضمائرَ، ونقّى...

Kamis, 23/11/2017 14:18 0

Indonesia

Kasus Viktor Laiskodat Dihentikan? Ini Jawaban Polri

Menurut Karo Penmas Div Humas Polri, Brigjen Pol Rikwanto kasus politikus Partai Nasdem itu hingga kini masih dalam tahap penyelidikan.

Kamis, 23/11/2017 11:32 0

Video News

PKS Desak MKD Segera Proses Kasus Viktor

Politikus PKS, Mardani Ali Sera menegaskan bahwa publik tidak boleh melepaskan kasus Viktor Laiskodat. Ia menegaskan, jika belum puas dengan penanganannya saat ini, publik bisa melapor lagi.

Kamis, 23/11/2017 10:52 0

Indonesia

Jual Aset Negara, IRESS Usulkan Jokowi Dimakzulkan

KIBLAT.NET, Jakarta- Direktur IRESS, Marwan Batubara mengungkapkan landasan presiden bila melakukan penjualan aset ke asing....

Rabu, 22/11/2017 21:39 0

Indonesia

Penjualan Aset Negara Dinilai Bermotif Rente dan Pencitraan

Penjualan aset negara dinilai dilatarbelakangi karena dua hal. Pertama, karena motif pemburuan rente. Kedua, karena politik pencitraan.

Rabu, 22/11/2017 21:16 0

Indonesia

Penghasilan Negara Jauh Lebih Kecil Bila Aset Jatuh ke Asing

Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies (IRESS), Marwan Batubara mengatakan bahwa sebenarnya Indonesia memiliki banyak cadangan Sumber Daya Alam (SDA).

Rabu, 22/11/2017 19:57 0

Close