... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Dalang Serangan Mumbai Dinyatakan Tak Bersalah, AS dan India Gigit Jari

Foto: Serangan Mumbai tahun 2008.

KIBLAT.NET, Lahore – Ulama Pakistan Hafiz Muhammad Saeed, yang dituduh oleh AS dan India mendalangi serangan Mumbai 2008 dinyatakan tidak bersalah oleh pengadilan.

Saeed, yang bernilai $ 10 juta dolar, akhirnya dibebaskan setelah menjalani tahanan rumah atas permintaan AS di kota Lahore sejak Januari lalu. Pengadilan menolak tuduhan pemerintah bahwa dia menjadi ancaman publik.

Dia dilepaskan di Lahore, di Pakistan timur laut pada Kamis (23/11/2017) malam. Serangan terkoordinasi oleh kelompok bersenjata di Mumbai menyebabkan lebih dari 160 orang tewas. Terkait hal ini, Saeed membantah terlibat.

“India selalu menyamakan tuduhan terorisme, tapi (keputusan Pengadilan Tinggi Lahore) telah membuktikan bahwa semua propaganda India salah,” katanya dalam pesan video yang dikeluarkan setelah dibebaskan.

Dalam sebuah wawancara pada tahun 2014 dengan BBC, Hafiz Saeed mengatakan dirinya tidak ada hubungannya dengan serangan Mumbai.

“Orang-orang Pakistan mengenal saya dan mereka mencintai saya. Tidak ada yang mencoba mendekati pihak berwenang Amerika untuk mendapatkan karunia ini, peran saya sangat jelas, Allah melindungi saya,” ujarnya.

Hafez Muhammad Saeed.

Saeed dikenal sebagai pendiri kelompok militan Lashkar-e-Taiba (LeT) yang berbasis di Pakistan pada tahun 1990-an. Ketika kelompok itu dilarang, dia menghidupkan kembali organisasi yang jauh lebih tua, Jamaat-ud-Dawa (JuD) pada tahun 2002. Saeed memngatakan JuD adalah organisasi amal Islam, namun AS bersikeras menyebutnya organisasi sayap untuk LeT.

BACA JUGA  Kashmir yang Terdampar

India menuduh Saeed dan organisasinya melakukan beberapa serangan militan di wilayahnya. Sementara Pakistan mengatakan hal itu tidak terbukti.

Saeed ditahan selama tiga bulan setelah LeT dituduh melakukan serangan ke parlemen India pada tahun 2001. Pada bulan Agustus 2006, dia ditahan karena melakukan kegiatan yang menurut pemerintah “merugikan” hubungan Pakistan dengan pemerintah lainnya. Dia dibebaskan beberapa bulan kemudian.

Pada tahun 2008, dia kembali ditahan dalam tahanan rumah, kali ini menyusul serangan Mumbai. Pemerintah Pakistan kemudian mengakui bahwa sebagian perencanaan untuk serangan Mumbai terjadi di negaranya. Namun LeT telah terlibat.

Beberapa penangkapan dilakukan di Pakistan sehubungan dengan serangan tersebut, namun tidak ada tuntutan pidana terhadap Saeed. Dia dibebaskan sekitar enam bulan kemudian.

Sumber: BBC
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video Kajian

Ustadz Abu Rusydan: Ciri-ciri Ahlus Sunnah wal Jamaah

Ustadz Abu Rusydan: Ciri-ciri Ahlus Sunnah wal Jamaah. Tidak harus menunjuk nama, siapa ahlus sunnah wal jamaah dapat ditandai dari ciri-ciri orang yang...

Jum'at, 24/11/2017 05:30 0

Indonesia

Ustadz Fadlan: Berhenti Gunakan Orang Irian untuk Kepentingan Politik

Ustadz Fadlan Garamatan buka suara terkait perkembangan situasi di wilayah Papua. Dia mendesak penggunaan orang Irian untuk kepentingan politik.

Kamis, 23/11/2017 21:56 0

Indonesia

TNI AL: Pesantren Menjaga Kedaulatan Negara

Staf Khusus Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana Pertama Suprayitno Paendridayu mengunjungi Pondok pesantren Al Fatih Kaafah Nusantara (AFKN) Nuu Waar, Setu, Bekasi pada Kamis (23/11/2017).

Kamis, 23/11/2017 21:54 0

Indonesia

Seruan Tutup Freeport Iringi Aksi Pembebasan Sandera Papua

"Mereka meminta bahwa Freeport segera harus ditutup, militer Indonesia harus ditarik keluar dari Papua dan diganti dengan pasukan keamanan PBB," kata Panglima TNI.

Kamis, 23/11/2017 19:39 0

Khutbah Jum'at

Khutbah Jumat: Akhir Para Penentang Kebenaran Islam

Khutbah Jumat: Akhir Para Penentang Kebenaran Islam Khutbah Pertama: الحمد لله الذي أصلحَ الضمائرَ، ونقّى...

Kamis, 23/11/2017 14:18 0

Indonesia

Kasus Viktor Laiskodat Dihentikan? Ini Jawaban Polri

Menurut Karo Penmas Div Humas Polri, Brigjen Pol Rikwanto kasus politikus Partai Nasdem itu hingga kini masih dalam tahap penyelidikan.

Kamis, 23/11/2017 11:32 0

Video News

PKS Desak MKD Segera Proses Kasus Viktor

Politikus PKS, Mardani Ali Sera menegaskan bahwa publik tidak boleh melepaskan kasus Viktor Laiskodat. Ia menegaskan, jika belum puas dengan penanganannya saat ini, publik bisa melapor lagi.

Kamis, 23/11/2017 10:52 0

Indonesia

Jual Aset Negara, IRESS Usulkan Jokowi Dimakzulkan

KIBLAT.NET, Jakarta- Direktur IRESS, Marwan Batubara mengungkapkan landasan presiden bila melakukan penjualan aset ke asing....

Rabu, 22/11/2017 21:39 0

Indonesia

Penjualan Aset Negara Dinilai Bermotif Rente dan Pencitraan

Penjualan aset negara dinilai dilatarbelakangi karena dua hal. Pertama, karena motif pemburuan rente. Kedua, karena politik pencitraan.

Rabu, 22/11/2017 21:16 0

Indonesia

Penghasilan Negara Jauh Lebih Kecil Bila Aset Jatuh ke Asing

Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies (IRESS), Marwan Batubara mengatakan bahwa sebenarnya Indonesia memiliki banyak cadangan Sumber Daya Alam (SDA).

Rabu, 22/11/2017 19:57 0

Close