... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Galeri

PKS Desak MKD Segera Proses Kasus Viktor

KIBLAT.NET, Jakarta – Politikus PKS, Mardani Ali Sera menegaskan bahwa publik tidak boleh melepaskan kasus Viktor Laiskodat. Ia menegaskan, jika belum puas dengan penanganannya saat ini, publik bisa melapor lagi.

“Publik harusnya mengawal itu (kasus Viktor.red). Kalau publik belum puas, monggo ditindaklanjuti, publik monggo lapor lagi,” ujarnya kepada awak media pada Rabu (22/11/2017).

Selain itu, ia juga menegaskan bahwa Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) harus memproses Viktor dengan tegas. Sebab, dengan kasus Viktor, kehormatan DPR dipertaruhkan.

“MKD penjaga penghormatan harusnya berfikir bagaimana menjaga trust dari publik. Kalau MKD tidak menjalankan tugas, jangan salahkan kalau DPR tidak dipercaya publik,” jelasnya.

“PKS dukung jangan sampai institusi disandera oleh satu individu. Maka MKD monggo silahkan segera diproses aduan yang masuk,” sambungnya.

Sebagaimana diketahui, Viktor mendapat protes dari banyak pihak setelah pidatonya viral di media sosial. Viktor menyebut Gerindra, PKS, PAN, dan Demokrat mendukung ide khilafah dan berusaha menerapkan ide tersebut. Menurutnya, dalam gerakan khilafah semua wajib shalat dan tak ada perbedaan.

Selain itu, ada seruan bernada ancaman dalam pidato tersebut bagi para pengusungnya. “Kita bunuh mereka (para pengusung khilafah.red) sebelum mereka bunuh kita,” ujar Viktor.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: M. Rudy

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

News

Wantim MUI: Putusan MK Soal Penghayat Kepercayaan Distorsi Tafsir Konstitusi

Dewan Pertimbangan (Wantim) MUI, yang menyebutnya ada gelagat upaya distorsi deviasi tafsir konstitusi terkait putusan Mahkamah Konstitusi

Kamis, 23/11/2017 10:26 0

News

Cina Dianggap Seperti VOC, Kok Bisa?

Cina disebut tak ada bedanya dengan kongsi dagang kolonial Belanda, VOC

Kamis, 23/11/2017 09:31 0

Suriah

Pemerintah Darurat Idlib: Konferensi Riyadh Untungkan Rezim Assad

Pemerintah Penyelamat Suriah menyatakan bahwa konferensi oposisi yang dibuka di Riyadh pada hari Rabu (22/11) dan konferensi sejenis lainnya hanya member keuntungan kepada rezim Assad dan mengaktifkan kembali pemerintahannya.

Kamis, 23/11/2017 06:40 0

Arab Saudi

Pertemuan Besar Oposisi Suriah di Riyadh Dimulai

Faksi-faksi oposisi Suriah, Rabu (22/11), membuka Konferensi Riyadh 2. Konferensi ini dalam rangka memilih delegasi yang disepakati dari seluruh kelompok ke perundingan Jenewa VIII.

Kamis, 23/11/2017 05:57 0

Indonesia

Jual Aset Negara, IRESS Usulkan Jokowi Dimakzulkan

KIBLAT.NET, Jakarta- Direktur IRESS, Marwan Batubara mengungkapkan landasan presiden bila melakukan penjualan aset ke asing....

Rabu, 22/11/2017 21:39 0

Indonesia

Penjualan Aset Negara Dinilai Bermotif Rente dan Pencitraan

Penjualan aset negara dinilai dilatarbelakangi karena dua hal. Pertama, karena motif pemburuan rente. Kedua, karena politik pencitraan.

Rabu, 22/11/2017 21:16 0

Lebanon

Tiba di Lebanon, Saad Al-Hariri Batalkan Pengunduran Diri

Saad Al-Hariri menangguhkan pengunduran dirinya dari jabatan Perdana Menteri Libanon atas permintaan Presiden Michel Aoun guna menjaga keamanan negara.

Rabu, 22/11/2017 20:28 0

Indonesia

Penghasilan Negara Jauh Lebih Kecil Bila Aset Jatuh ke Asing

Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies (IRESS), Marwan Batubara mengatakan bahwa sebenarnya Indonesia memiliki banyak cadangan Sumber Daya Alam (SDA).

Rabu, 22/11/2017 19:57 0

Indonesia

IRESS: Segelintir Orang Kuasai 45% Kekayaan Dunia

Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies (IRESS), Marwan Batubara menjelaskan perihal ketidakadilan global dalam sektor ekonomi.

Rabu, 22/11/2017 19:24 0

Indonesia

Reuni 212 di Monas, FPI: Habib Rezieq Akan Beri Tausiah

GNPF Ulama bersama dengan Presidium Alumni 212 berencana menggelar aksi reuni 212. Acara ini akan diadakan di lapangan Monumen Nasional, Sabtu 2 Desember mendatang.

Rabu, 22/11/2017 18:52 0

Close