... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Pertemuan Besar Oposisi Suriah di Riyadh Dimulai

Foto: Negosiasi Suriah/ilustrasi

KIBLAT.NET, Riyadh – Faksi-faksi oposisi Suriah, Rabu (22/11), membuka Konferensi Riyadh 2. Konferensi ini dalam rangka memilih delegasi yang disepakati dari seluruh kelompok ke perundingan Jenewa VIII.

Hadi al-Bahra, anggota badan politik Koalisi Nasional Oposisi Suriah (kelompok oposisi paling menonjol di luar negeri), mengatakan bahwa sedang dilakukan upaya ini untuk mencapai konsensus di antara semua kekuatan revolusi, oposisi, kekuatan sipil dan organisasi politik dan independen lainnya untuk mencapai satu delegasi negosiasi tunggal dengan satu sumber pada hari ini (Rabu).

Bahra melanjutkan, tujuan memperluas keanggotaan Komisi Tinggi untuk Negosiasi dalam konferensi hari ini untuk mengaktifkan proses politik yang goyah di Jenewa, yang akan digelar beberapa pekan ke depan.

Utusan Khusus Internasional untuk Suriah, Staffan de Mistura, menggariskan agenda untuk putaran berikutnya dengan membahas isu-isu konstitusi dan pemilihan.

Sementara itu, perundingan Jenewa yang akan digelar kondisinya berbeda dengan sebelumnya. Rezim Assad meraih banyak kemenangan dalam perang melawan pejuang dan ISIS.

Konferensi yang disponsori oleh negara pendukung oposisi ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari. Pertemuan ini atas undangan Kementerian Luar Negeri Arab Saudi

Pertemuan ini merupakan yang kedua. Pada Desember 2015 lalu, sebanyak 140 perwakilan komponen oposisi, termasuk oposisi yang dikendalikan Rusia, juga menggelar pertemuan di Riyadh. Pertempuran tersebut juga digelar menjelang perundingan Jenewa.

BACA JUGA  Ibadah Haji di Tengah Pandemi, Begini Protokol Kesehatan yang Diterapkan Arab Saudi

Pengunduran Diri Sebelum Negosiasi

Konferensi Riyadh 2 ini didahului dengan pengunduran diri tokoh oposisi terkemuka yang juga koodinator Komisi Tinggi untuk Negosiasi, Riyadh Hijab. Ia tidak menjelaskan alasan pengunduran diri, namun hanya mengatakan bahwa dirinya tengah berupaya melawan upaya-upaya pembusukan revolusi dan memperpanjang rezim Bashar Assad.

Tokoh lainnya yang ikut mundur, juru bicara Komisi Tinggi untuk Negosiasi Riyad Na’san Agha dan juru bicara resmi delegasi perundingan Salim al-Musallat, serta anggota delegasi negosiasi Suheir al-Atassi. Mereka mengumumkan mundur secara bergiliran.

Kendati tujuan konferensi ini menyatukan seluruh kekuatan oposisi, nyatanya tidak semua oposisi setuju pertempuan ini. Faksi-faksi Islamis dan lainnya menolak perundingan karena sejak dimulainya pembicaraan damai, hasil-hasilnya tidak memihak rakyat Suriah. Terlebih lagi, pedebatan terus bermunculan di tubuh oposisi yang setuju perundingan.

Sumber: France24
Redaktur: Sulhi El-Izzi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Jual Aset Negara, IRESS Usulkan Jokowi Dimakzulkan

KIBLAT.NET, Jakarta- Direktur IRESS, Marwan Batubara mengungkapkan landasan presiden bila melakukan penjualan aset ke asing....

Rabu, 22/11/2017 21:39 0

Indonesia

Penjualan Aset Negara Dinilai Bermotif Rente dan Pencitraan

Penjualan aset negara dinilai dilatarbelakangi karena dua hal. Pertama, karena motif pemburuan rente. Kedua, karena politik pencitraan.

Rabu, 22/11/2017 21:16 0

Indonesia

Penghasilan Negara Jauh Lebih Kecil Bila Aset Jatuh ke Asing

Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies (IRESS), Marwan Batubara mengatakan bahwa sebenarnya Indonesia memiliki banyak cadangan Sumber Daya Alam (SDA).

Rabu, 22/11/2017 19:57 0

Indonesia

IRESS: Segelintir Orang Kuasai 45% Kekayaan Dunia

Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies (IRESS), Marwan Batubara menjelaskan perihal ketidakadilan global dalam sektor ekonomi.

Rabu, 22/11/2017 19:24 0

Indonesia

Reuni 212 di Monas, FPI: Habib Rezieq Akan Beri Tausiah

GNPF Ulama bersama dengan Presidium Alumni 212 berencana menggelar aksi reuni 212. Acara ini akan diadakan di lapangan Monumen Nasional, Sabtu 2 Desember mendatang.

Rabu, 22/11/2017 18:52 0

Indonesia

Beredar Isu Bendungan Katulampa Jebol, BPBD DKI: Itu Hoax

Curah Hujan yang akhir-akhir mengguyur wilayah Jakarta dan wilayah Bogor memang sempat membuat debit air di Bendung Katulampa meningkat.

Rabu, 22/11/2017 18:05 0

Profil

Abul Walid Al-Ghomidi, Mujahid Penerus Perjuangan Jenderal Khatthab

Terdengar suara letupan senjata, "Duaar" menggelegar di sebuah hutan dekat desa Tsa-Vedeno . Tembakan itu tepat mengenai dada seorang komandan mujahid dari jarak dekat. Darah membuncah dan mengalir di sekujur tubuhnya. Ia pun limbung dan jatuh tersungkur karena jiwanya telah menghadap Rabbnya dan berpisah dari raganya.

Rabu, 22/11/2017 14:44 0

Opini

Masa Depan Media Massa Islam

Media massa Islam di tanah air baik yang masih maupun tidak terbit lagi merupakan warisan tidak ternilai harganya. Media massa yang berideologi Islam telah memberikan warisan peradaban sangat penting.

Rabu, 22/11/2017 13:23 0

Indonesia

Polda Metro Masih Tunggu Hasil Penelitian Jaksa soal Berkas Jonru

Polda Metro Jaya telah menyerahkan berkas perkara Jonru Ginting tahap pertama kepada Jaksa Penuntut Umum. Saat ini, pihak JPU masih melakukan penelitian terhadap berkas tersebut.

Rabu, 22/11/2017 12:48 0

Indonesia

Catatan Pengacara dalam Sidang Praperadilan Jonru

Pengacara Jonru, Sulistiyowati mengaku kecewa dengan keputusan hakim yang menolak pengajuan praperadilan Jonru Ginting. Menurutnya, hakim mengabaikan fakta-fakta yang ada.

Rabu, 22/11/2017 11:33 0

Close