... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Korban Muslim Bosnia Ungkap Kebohongan Media saat Pembantaian

Foto: Penggalian kuburan massal korban pembantain di dekat desa Pilica, sekitar 55 km sebelah timur laut Tuzla, Boisnia-Herzegovina pada 18 September 1996.

KIBLAT.NET, Bosnia- Pengadilan perang PBB di Belanda telah menjatuhkan vonis hukuman seumur hidup penjara terhadap ‘jagal’ Muslim Bosnia, Ratko Mladic. Ia dinilai terbukti menjadi dalang di balik genosida terhadap 8.000 pria dan anak laki-laki Muslim di Srebrenica, Bosnia.

Seorang korban wanita yang berasal dari Srebrenica, Munira Subasic memberikan kesaksian tentang apa yang sebenarnya terjadi. Dikutip dari Reuters pada Rabu (23/11/2107) bahwa Serbia yang dulu merupakan bagian republik Yugoslavia yang paling kuat menyerbu dataran Bosnia.

Saat itu kenang Subasic, TV Serbia menyiarkan kedatangan Mladic ke kamp pengunsi di Srebrenica pada tanggal 12 Juli 1995. Dalam tayangan tersebut Mladic ditampilkan sedang memberi cokelat dan permen kepada anak-anak.

Ia juga menghampiri para wanita-wanita Muslim yang ketika itu sedang ketakutan. Mladic tampak berusaha meyakinkan mereka bahwa kedatangannya untuk memberikan harapan damai. Muslim Bosnia seakan terbius oleh propaganda tayangan itu.

Namun, cerita berbeda justru datang sesaat setelah siaran selesai ditayangkan. Mladic pun berubah menjadi jagal manusia. Saat media tak lagi mengekpose kedatangannya, jenderal Serbia itu memerintahkan untuk membunuh, memperkosa wanita dan menculik seluruh laki-laki Muslim.

“Setelah kamera tak merekam, dia memberikan perintah untuk membunuh siapapun yang bisa dibunuh, memerkosa siapapun yang bisa diperkosa, dan terakhir dia memerintahkan kami semua diusir dari Srebrenica, sehingga dia bisa melakukan pembersihan etnis di kota,” kenang Subasic.

BACA JUGA  Ali Syari'ati: Pemikir Syiah yang Dibenci Syiah

Pada awalnya, Screbrenia telah dinyatakan sebagai area aman dan dijaga oleh pasukan perdamaian dari PBB. Akan tetapi, para pasukan perdamaian PBB yang saat itu berasal dari Belanda tak bisa berbuat apa-apa.

Mladic lantas memerintahkan pasukannya untuk memisahkan warga pria dan perempuan. Para warga pria, termasuk anak-anak laki-laki lalu digiring ke bus dan di bawa ke suatu tempat guna ditembak mati.

Putra dari Subasic, Nermin, dan suaminya, Hilmo adalah korban kekejaman dari perintah Mladic kala itu. Tubuh keduanya ditemukan di pemakaman massal oleh Komisi Internasional Orang-orang Hilang (ICMP). Dari total diduga 8.000 korban, ICMP baru mengidentifikasi sekitar 6.900 korban di Srebrenica lewat analisis DNA.

Sumber: Reuters
Redaktur: Syafi’i Iskandar

 

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Khutbah Jum'at

Khutbah Jumat: Akhir Para Penentang Kebenaran Islam

Khutbah Jumat: Akhir Para Penentang Kebenaran Islam Khutbah Pertama: الحمد لله الذي أصلحَ الضمائرَ، ونقّى...

Kamis, 23/11/2017 14:18 0

Indonesia

Kasus Viktor Laiskodat Dihentikan? Ini Jawaban Polri

Menurut Karo Penmas Div Humas Polri, Brigjen Pol Rikwanto kasus politikus Partai Nasdem itu hingga kini masih dalam tahap penyelidikan.

Kamis, 23/11/2017 11:32 0

Video News

PKS Desak MKD Segera Proses Kasus Viktor

Politikus PKS, Mardani Ali Sera menegaskan bahwa publik tidak boleh melepaskan kasus Viktor Laiskodat. Ia menegaskan, jika belum puas dengan penanganannya saat ini, publik bisa melapor lagi.

Kamis, 23/11/2017 10:52 0

Indonesia

Jual Aset Negara, IRESS Usulkan Jokowi Dimakzulkan

KIBLAT.NET, Jakarta- Direktur IRESS, Marwan Batubara mengungkapkan landasan presiden bila melakukan penjualan aset ke asing....

Rabu, 22/11/2017 21:39 0

Indonesia

Penjualan Aset Negara Dinilai Bermotif Rente dan Pencitraan

Penjualan aset negara dinilai dilatarbelakangi karena dua hal. Pertama, karena motif pemburuan rente. Kedua, karena politik pencitraan.

Rabu, 22/11/2017 21:16 0

Indonesia

Penghasilan Negara Jauh Lebih Kecil Bila Aset Jatuh ke Asing

Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies (IRESS), Marwan Batubara mengatakan bahwa sebenarnya Indonesia memiliki banyak cadangan Sumber Daya Alam (SDA).

Rabu, 22/11/2017 19:57 0

Indonesia

IRESS: Segelintir Orang Kuasai 45% Kekayaan Dunia

Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies (IRESS), Marwan Batubara menjelaskan perihal ketidakadilan global dalam sektor ekonomi.

Rabu, 22/11/2017 19:24 0

Indonesia

Reuni 212 di Monas, FPI: Habib Rezieq Akan Beri Tausiah

GNPF Ulama bersama dengan Presidium Alumni 212 berencana menggelar aksi reuni 212. Acara ini akan diadakan di lapangan Monumen Nasional, Sabtu 2 Desember mendatang.

Rabu, 22/11/2017 18:52 0

Indonesia

Beredar Isu Bendungan Katulampa Jebol, BPBD DKI: Itu Hoax

Curah Hujan yang akhir-akhir mengguyur wilayah Jakarta dan wilayah Bogor memang sempat membuat debit air di Bendung Katulampa meningkat.

Rabu, 22/11/2017 18:05 0

Profil

Abul Walid Al-Ghomidi, Mujahid Penerus Perjuangan Jenderal Khatthab

Terdengar suara letupan senjata, "Duaar" menggelegar di sebuah hutan dekat desa Tsa-Vedeno . Tembakan itu tepat mengenai dada seorang komandan mujahid dari jarak dekat. Darah membuncah dan mengalir di sekujur tubuhnya. Ia pun limbung dan jatuh tersungkur karena jiwanya telah menghadap Rabbnya dan berpisah dari raganya.

Rabu, 22/11/2017 14:44 0

Close