Khutbah Jumat: Akhir Para Penentang Kebenaran Islam

Khutbah Jumat: Akhir Para Penentang Kebenaran Islam

Khutbah Pertama:

الحمد لله الذي أصلحَ الضمائرَ، ونقّى السرائرَ، فهدى القلبَ الحائرَ إلى طريقِ أولي البصائرِ، وأشهدُ أَنْ لا إلهَ إلا اللهُ وحدَه لا شريكَ له، وأشهدُ أن سيِّدَنا ونبينا محمداً عبدُ اللهِ ورسولُه، أنقى العالمينَ سريرةً وأزكاهم سيرةً، (وعلى آله وصحبِه ومَنْ سارَ على هديهِ إلى يومِ الدينِ.

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلا سَدِيدًا * يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

Ikhwanifiddin rahimakumullah
Sudah sepatutnya kita memanjatkan rasa syukur kita kehadirat Allah Ta’ala yang telah memberikan kita, terkhusus nikmat iman dan Islam, di luar daripada nikmat yang lain. Allah ta’ala berfirman:

وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا ۗ إِنَّ اللَّهَ لَغَفُورٌ رَحِيمٌ

“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah niscaya kamu tidak dapat menentukan jumlahnya Sesungguhnya Allah benar-benar maha pengampun lagi maha penyayang.” (An-Nahl: 18)

Ikhwanifiddin rahimakumullah
Kehidupan kita semua manusia di dunia ini hanyalah hitungan waktu; hanyalah perjalanan peristiwa-peristiwa yang berulang; hanya berbeda lakon dan waktunya saja. Kalau zaman dahulu, orang menyebutnya, zaman prasejarah, zaman sekarang orang menyebutnya zaman Milenium.

Tetapi beberapa peristiwa yang menimpa kaum tersebut akan senantiasa terulang di kaum-kaum setelahnya. Kita tahu kemusyrikan yang menimpa kaum Nabi Nuh Alaihissalam pada awal mula dakwahnya sebagai Rasul, saat ini pun terjadi pengulangan. Kemudian Bagaimana jadinya munculnya kaum LGBT, orang yang menyukai sesama jenis, yang berhubungan laki dengan laki, perempuan dengan perempuan.

Kemudian bagaimana terjadinya kecurangan dalam timbangan yang terjadi pada masa Nabi Syu’aib Alaihissalam. Saat ini lebih marak lagi. Tapi hakikatnya perkara tersebut adalah perkara-perkara yang berulang. Maka kemudian Allah memberikan panduan kepada kita sebagai umat akhir zaman dengan Al-Quran.

Sidang Jumat yang dimuliakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala,

Allah mengingatkan tentang kasus demi kasus, kejadian demi kejadian,  peristiwa demi peristiwa pada masa nabi dan rasul terdahulu, dan sekarang orang-orang beriman pun merasakannya. Allah Ta’ala memperingatkan dalam surat Al Mukmin dan surat Ghafir diawali dari ayat 21:

أَوَلَمْ يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَيَنْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِينَ كَانُوا مِنْ قَبْلِهِمْ ۚ كَانُوا هُمْ أَشَدَّ مِنْهُمْ قُوَّةً وَآثَارًا فِي الْأَرْضِ فَأَخَذَهُمُ اللَّهُ بِذُنُوبِهِمْ وَمَا كَانَ لَهُمْ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَاقٍ

“Dan apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi lalu memperhatikan betapa kesudahan orang-orang sebelum mereka. Mereka adalah lebih hebat daripada mereka(kaum musyrikin Quraisy .red)dan (lebih banyak) bekas-bekas mereka di muka bumi, maka Allah mengazab mereka disebabkan dosa-dosa mereka. Dan mereka tidak mempunyai seorang pelindung dari azab Allah.” (QS. Al-Mu’min, 21)

Apa yang dilakukan oleh orang-orang Quraisy terhadap Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, maka Allah peringatkan kepada mereka! Mereka dipersilakan melakukan perjalanan ke bumi Syam, negeri Yaman, ke negeri-negeri yang dulu Allah menurunkan para nabi dan rasul dengan risalahnya dan kemudian Allah hancurkan disebabkan dosa-dosa mereka. Mereka hendaknya melihat sejarah orang-orang terdahulu di mana orang-orang terdahulu bahkan lebih hebat keadaannya, lebih kuat kekuatannya dan juga lebih besar pengaruhnya dari apa yang dimiliki sekelompok Quraisy di negeri Arab saat itu.

Sebagaimana kita ketahui kaum Sodom di azab oleh Allah subhanahu wa ta’ala dengan azab yang keras, yaitu dihujani batu. Kemudian kaum Nabi Nuh Alaihissalam yang dihancurkan dari muka bumi ini dengan air bah. Dan banyak yang lainnya yang di azab oleh Allah dengan penyakit ataupun azab lainnya yang mengakibatkan mereka semua punah sehingga hanya tersisa peninggalan-peninggalan di masa kejayaan mereka. Hal inilah yang harus dijadikan pelajaran.

Dalam ayat berikutnya yaitu ayat 22 Allah menyampaikan:

ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ كَانَتْ تَأْتِيهِمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ فَكَفَرُوا فَأَخَذَهُمُ اللَّهُ ۚ إِنَّهُ قَوِيٌّ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Yang demikian itu adalah karena telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata lalu mereka kafir. Maka Allah mengazab mereka. Sesungguhnya Dia Maha Kuat lebih keras hukumannya.”

Ayat tersebut menjelaskan bahwa penyebab yang menjadikan mereka semua diazab dengan azab yang pedih oleh Allah subhanahu wa ta’ala yaitu karena mereka mendustakan rasul-rasul yang telah diutus oleh Allah ta’ala  untuk menyampaikan Risalah Ilahi menyampaikan risalah Islam kepada mereka.

Dalam ayat ini Allah melanjutkan dengan salah satu kisah yang sangat fenomenal. Kisah yang paling banyak disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala di dalam Alquran. Yaitu kisah antara Nabi Musa Alaihissalam melawan Fir’aun di mana lebih spesifiknya, ketika itu Fir’aun mengeluarkan semacam peraturan pemerintah yang mengekang dan kemudian mengintimidasi kaum Mu’minin yang bersama Nabi Musa. Ketika itu Allah ta’ala berfirman:

BACA JUGA  Kyai Said Aqil Siroj Positif Covid-19

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا مُوسَىٰ بِآيَاتِنَا وَسُلْطَانٍ مُبِينٍ

Dan Sesungguhnya telah kami utus Musa dengan membawa ayat-ayat kami dan keterangan yang nyata.” (QS. Al-Mu’min, 23).

إِلَىٰ فِرْعَوْنَ وَهَامَانَ وَقَارُونَ فَقَالُوا سَاحِرٌ كَذَّابٌ

“Kepada Firaun, Haman dan Qarun maka mereka berkata Ia adalah seorang ahli sihir yang pendusta.” (QS. Al-Mu’min, 24).

Tentu kita mengetahui tiga nama tersebut, yaitu Firaun, Haman dan Qarun yang menjadi objek dakwah Nabi Musa Alaihissalam. Jika digambarkan dengan konteks kekinian maka Firaun adalah satu sosok pemimpin politik penguasa rezim ketika itu di zaman Nabi Musa Alaihissalam. Pemimpin negara yang menguasai dunia ketika itu.

Adapun Haman adalah pemimpin kepala tentara jendral yang mengikuti semua kita presidennya semua titah penguasaannya apapun yang diperintahkan oleh Firaun. Maka semua akan dilaksanakan oleh tanpa ada reserve, tanpa ada kritik, tanpa ada bertanya kenapa wahai Firaun? Kenapa begini harus terjadi? kenapa harus mengeluarkan aturan ini? kenapa dan kenapa dan kenapa. haman tidak berani menyanggah dan mengkritisi titah tuannya yaitu Firaun.

Ikhwanufiddin rahimakumullah.
Dan satu lagi Qarun siapa Qarun. Qarun adalah penyandang dana. Ia adalah sang Taipan. Qarun adalah sang konglomerat. Allah banyak menceritakan tentang orang-orang ini. Seorang Firaun hingga dia mengatakan bahwa ia adalah Tuhan. dalam ayatnya Allah ta’ala berfirman:

وَإِذْ نَجَّيْنَاكُمْ مِنْ آلِ فِرْعَوْنَ يَسُومُونَكُمْ سُوءَ الْعَذَابِ يُذَبِّحُونَ أَبْنَاءَكُمْ وَيَسْتَحْيُونَ نِسَاءَكُمْ ۚ وَفِي ذَٰلِكُمْ بَلَاءٌ مِنْ رَبِّكُمْ عَظِيمٌ

“Dan (ingatlah) ketika kami selamatkan kamu dari (Firaun) dan pengikut-pengikutnya. mereka menimpakan kepadamu siksaan yang seberat-beratnya mereka menyembelih anak-anakmu yang laki-laki dan membiarkan hidup anak-anakmu yang perempuan. Dan pada yang demikian itu terdapat cobaan-cobaan yang besar dari Tuhanmu.” (QS. Al-Baqarah, 49)

Dalam ayat tersebut diungkapkan bahwa sosok Firaun adalah seorang rezim yang bengis. Ia menyembelih anak laki-laki dikarenakan kekhawatirannya akan kemunculan Musa. Walaupun dengan takdir Allah Musa Alaihissalam berhasil selamat dari kebengisannya.
Kemudian sosok Haman di mana ia menjadi pelaksana titah sang raja. Kemudian Qarun sampai-sampai dia mengatakan.

قَالَ إِنَّمَا أُوتِيتُهُ عَلَىٰ عِلْمٍ عِنْدِي ۚ أَوَلَمْ يَعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ قَدْ أَهْلَكَ مِنْ قَبْلِهِ مِنَ الْقُرُونِ مَنْ هُوَ أَشَدُّ مِنْهُ قُوَّةً وَأَكْثَرُ جَمْعًا ۚ وَلَا يُسْأَلُ عَنْ ذُنُوبِهِمُ الْمُجْرِمُونَ

“Qarun berkata, ‘Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku.’ Dan apakah ia tidak mengetahui, bahwasanya Allah sungguh Allah membinasakan umat-umat sebelumnya yang lebih kuat daripadanya, dan lebih banyak mengumpulkan harta? dan tidak perlu ditanya kepada orang-orang berdosa itu, tentang dosa-dosa mereka.” (QS. Al-Qashash, 78).

Qarun dengan kekayaan yang melimpah sampai-sampai kunci gudang hartanya hanya bisa dibawa oleh sekelompok manusia, karena saking banyaknya. Maka apabila kita bayangkan betapa kayanya seorang Qarun ketika itu, betapa hebatnya kekuasaan Firaun ketika itu, satu-satunya raja yang menguasai negaranya, didukung dengan bala tentaranya yang sangat loyal terhadap pemerintahannya, didukung lagi dengan kekuatan dan penyandang dana yang tiada berhenti. Menghadapi siapa? menghadapi seorang rasul yang bernama Musa Alaihissalam dengan sekelompok kecil pengikutnya, tapi yang menarik adalah kalimat-kalimat selanjutnya

فَلَمَّا جَاءَهُمْ بِالْحَقِّ مِنْ عِنْدِنَا قَالُوا اقْتُلُوا أَبْنَاءَ الَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ وَاسْتَحْيُوا نِسَاءَهُمْ ۚ وَمَا كَيْدُ الْكَافِرِينَ إِلَّا فِي ضَلَالٍ

“Maka tatkala Musa datang kepada mereka membawa kebenaran dari sisi kami mereka berkata, ‘Bunuh ke anak-anak orang-orang yang beriman bersama dengan dia dan biarkan hidup wanita-wanita mereka.’  Dan tipu daya orang-orang kafir itu tidak lain hanyalah sia-sia (belaka).”

Ikhwanifiiddin rahimakumullah
Tugas manusia, tugas hamba Allah adalah yang pertama yaitu beribadah kepadanya. Kemudian menyampaikan ilmu tentang Allah subhanahu wa ta’ala. Dan tugas Rasul terkhusus Musa Alaihissalam dalam ayat ini diperintahkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala untuk menyampaikan kebenaran, untuk menyampaikan Al-Haq walaupun kepada penguasa yang terbesar ketika itu.

Walaupun kepada Sang Penguasa yang kufur ketika itu, yang kekafirannya betul-betul sangat kufur. Seorang Firaun yang luar biasa mengaku dirinya Tuhan.

Seorang Qarun yang menganggap apa yang dia dapat tidak ada unsur-unsur pihak ketiga. Dan saat ini betapa banyak kita dapati penguasa-penguasa yang zalim diikuti dengan para loyalis-loyalis yang juga memiliki kekuatan. Ditambah lagi dengan penyandang dana yang sangat kuat yang tidak terbatas. Betapa yang menjadi korbannya adalah orang-orang yang beriman. Orang-orang yang beriltizam kepada syariatnya.

Setiap apapun yang dilakukan oleh orang-orang yang beriman terkesan salah dimata orang-orang tersebut. Kenapa? Karena Mereka mencoba untuk menegakkan syariat Nya di saat bersamaan manusia-manusia yang ingkar tidak ingin syariat Allah tegak di muka bumi. Tetapi kelak Allah akan memberikan balasannya kepada siapa yang dia kehendaki.

BACA JUGA  Habib Rizieq dan Menantunya Dipanggil Polisi Atas Tiga Tuduhan

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ. فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

 

Khutbah Kedua:

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ, اَلْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمِّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، أَمَّا بَعْدُ؛ عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ، فَاتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ

Ikhwanifiddin rahimakumullah
Setiap perjalanan kisah nabi dan rasul, Allah Ta’ala sampaikan dalam Al-Quran. Kisah-kisah pelajaran banyak hikmah yang bisa kita ambil. Kisah yang Allah sampaikan dalam Al-Quran, di antaranya adalah ketika dakwah tauhid, ketika dakwah para rasul, ketika dakwah para nabi disampaikan kepada kaumnya. Di antara kaum yang paling banyak penentangannya yang pertama adalah para penguasa. Yang kedua adalah pengusaha atau para konglomerat atau orang-orang yang punya uang.

Maka kemudian tidak aneh jika kita mendapati saat ini berapa banyak orang-orang yang beriman untuk menegakkan syariatnya dihalang-halangi dengan alasan-alasan yang tidak masuk akal. Demikian pula para pembela-pembela Firaun zaman Musa. Pada waktu itu alasan Firaun yang tidak masuk akal pun juga ditaati. Sampai kemudian Firaun memerintahkan Haman, “Wahai Haman tegakkan bangunan untuk kami yang sangat tinggi biar saya ingin lihat Siapa Tuhannya Musa”.

Ikhwanifiddin rahimakumullah
Kalau akal sudah terbalik kalau nafsu kemudian diikuti sebagai Tuhan maka nalar akan mati, logika akan mati. Sehingga yang berbicara adalah logika kekuasaan, logika kekuatan. Siapa yang kuat maka dialah yang jadi pemenangnya. Siapa yang kuat maka dialah yang akan memimpinnya. Tapi hadirin kita masih memiliki Allah subhanahu wa ta’ala. Sehingga Nabi Musa sampai berkata:

وَقَالَ مُوسَىٰ إِنِّي عُذْتُ بِرَبِّي وَرَبِّكُمْ مِنْ كُلِّ مُتَكَبِّرٍ لَا يُؤْمِنُ بِيَوْمِ الْحِسَابِ

“Dan (Musa) berkata, ‘Sesungguhnya aku berlindung kepada Tuhanku dan Tuhanmu dari setiap orang menyombongkan diri dan tidak beriman kepada hari perhitungan’.” (Al-Mu’min: 27).

Ikhwanifiddin rahimakumullah
Ini ada suatu keniscayaan, ini adalah ujian keimanan dari Allah subhanahu wa ta’ala Allah ta’ala berfirman:

أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُون
وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ ۖ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ

“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan kami telah beriman sedangkan mereka tidak diuji lagi dan Sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka Maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya dia mengetahui orang-orang yang dusta.” (QS. Al-Ankabut, 2-3).

إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، فِي العَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنْ خُلَفَائِهِ الرَّاشِدِيْنَ، وَعَنْ أَزْوَاجِهِ أُمَّهَاتِ المُؤْمِنِيْنَ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ أَجْمَعِيْنَ، وَعَنْ المُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، وَعَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدُّعَاءِ.
اللَّهُمَّ اجْعَلْ جَمْعَنَا هَذَا جَمْعاً مَرْحُوْماً، وَاجْعَلْ تَفَرُّقَنَا مِنْ بَعْدِهِ تَفَرُّقاً مَعْصُوْماً، وَلا تَدَعْ فِيْنَا وَلا مَعَنَا شَقِيًّا وَلا مَحْرُوْماً.
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالعَفَافَ وَالغِنَى.
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ أَنْ تَرْزُقَ كُلاًّ مِنَّا لِسَاناً صَادِقاً ذَاكِراً، وَقَلْباً خَاشِعاً مُنِيْباً، وَعَمَلاً صَالِحاً زَاكِياً، وَعِلْماً نَافِعاً رَافِعاً، وَإِيْمَاناً رَاسِخاً ثَابِتاً، وَيَقِيْناً صَادِقاً خَالِصاً، وَرِزْقاً حَلاَلاً طَيِّباً وَاسِعاً، يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ.
اللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَوَحِّدِ اللَّهُمَّ صُفُوْفَهُمْ، وَأَجمع كلمتهم عَلَى الحق، وَاكْسِرْ شَوْكَةَ الظالمين، وَاكْتُبِ السَّلاَمَ وَالأَمْنَ لِعَبادك أجمعين.
اللَّهُمَّ رَبَّنَا اسْقِنَا مِنْ فَيْضِكَ الْمِدْرَارِ، وَاجْعَلْنَا مِنَ الذَّاكِرِيْنَ لَكَ في اللَيْلِ وَالنَّهَارِ، الْمُسْتَغْفِرِيْنَ لَكَ بِالْعَشِيِّ وَالأَسْحَارِ.
اللَّهُمَّ أَنْزِلْ عَلَيْنَا مِنْ بَرَكَاتِ السَّمَاء وَأَخْرِجْ لَنَا مِنْ خَيْرَاتِ الأَرْضِ، وَبَارِكْ لَنَا في ثِمَارِنَا وَزُرُوْعِنَا يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ.
رَبَّنَا آتِنَا في الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
رَبَّنَا لا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا، وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً، إِنَّكَ أَنْتَ الوَهَّابُ.
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الخَاسِرِيْنَ.
عِبَادَ اللهِ :
إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي القُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ

 

Naskah ditranskrip oleh Azzam Habil, dari khotbah Ust. Abdus Shomad, Lc.
Editor: Salem

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat