Penghasilan Negara Jauh Lebih Kecil Bila Aset Jatuh ke Asing

KIBLAT.NET, Jakarta- Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies (IRESS), Marwan Batubara mengatakan bahwa sebenarnya Indonesia memiliki banyak cadangan Sumber Daya Alam (SDA). Maka, jika ingin kesejahteraan rakyat maju, maka aset tersebut sebaiknya dikelola oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Kita punya banyak aset ada cadangan migas, mineral dan batubara. Kalau kita ingin BUMN maju dan berkembang diserahkan ke aset itu BUMN,” ujarnya dalam diskusi ‘Musim Obral Aset Negara’ di Jakarta pada Rabu (22/11/2017).

Ia juga membandingkan penghasilan bagi negara dari BUMN dan swasta. Menurutnya, dari sisi pajak sama. Malah, kata dia, asing cenderung melakukan penggelapan pajak.

Yang paling penting, lanjutnya, adalah dividen (pembagian laba.red). Kalau dividen dari BUMN maka seratus persen dividen masuk APBN. Ia menjelaskan, kalau asing dibawah seratus persen

“Kalau aset dikelola asing, pasti penerimaan negara lebih kecil. Kalau mau optimal harus dikelola oleh negara,” tegasnya.

Marwan juga menjelaskan soal freeport. Dulu, ketika Freeport melakukan pengembangan tambang di Timika tahun 90 an mereka melakukan IPO, menjual saham di Amerika. Freeport menjual saham 30 persen itu di publik dan mendapat tiga milyar dolar, karena besarnya cadangan emas dan tembaga di Timika.

“Kenapa cuma dia sendiri yang menikmati aset negara? Kenapa tidak waktu itu ada BUMN yang bekerja dengan freeport. Maka aset kita yang besar dinikmati oleh asing mungkin kita dapat 9,3 atau 6 persen,” tandasnya.

BACA JUGA  Pemerintah Perketat Protokol Kesehatan Jamaah Umrah

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Syafi’i Iskandar

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat