... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Catatan Pengacara dalam Sidang Praperadilan Jonru

Foto: Pengacara Jonru Ginting, Sulistyowati.

KIBLAT.NET, Jakarta – Pengacara Jonru, Sulistiyowati mengaku kecewa dengan keputusan hakim yang menolak pengajuan praperadilan Jonru Ginting. Menurutnya, hakim mengabaikan fakta-fakta yang ada.

“Kalau dibilang tidak puas, kami tidak puas, karena faktanya, saksi yang nyata-nyata ada, malah justru tidak dipertimbangkan,” katanya saat ditemui di Pengadilan Negeri Kelas 1A Jakarta Selatan, Selasa (21/11/2017).

Pasal 186 KUHAP, kata Sulis, menyatakan bahwa keterangan ahli adalah keterangan yang dinyatakan di muka persidangan. Namun hal itu sama sekali diabaikan, sementara tiga ahli yang tertolak karena alasan pernah disumpah, dijadikan pegangan.

“Nah, ini adalah bentuk ketidakpuasan, artinya kami ada yang masih mengganjal,” kata sosok yang pernah menjadi kuasa hukum Tamim Pardede itu.

Kendati demikian, pihaknya menyatakan tetap menghargai adanya proses praperadilan tersebut walaupun kalah di persidangan. Sulis menyebutnya sebagai bentuk ikhtiar (usaha.red).

“Tetapi ada beberapa hal yang jadi catatan kita terkait itu, juga masih ada catatan serius tentang pasal 28 ayat 2, itupun menurut kita diabaikan sama sekali oleh hakim. Bahwa ahli mengatakan ini adalah quasi materiil, artinya harus ada yang ditimbulkan dari adanya ujaran itu. Apakah menimbulkan kebencian? Kalau iya kepada siapa, seberapa besar, itu diabaikan sama sekali. Itu yang menyebabkan kita kecewa,” ungkapnya.

Untuk diketahui, Jonru dilaporkan Muannas Alaidid pada 31 Agustus lalu, karena menilai postingannya di sejumlah akun media sosial miliknya sepanjang Maret hingga Agustus mengandung unsur SARA dan ujaran kebencian.

BACA JUGA  Kunjungan ke Lamongan, BNPT Dukung Penuh Yayasan Ali Fauzi

Polisi lalu menjerat Jonru dengan Pasal 28 ayat 2 Juncto Pasal 45 ayat 2 Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Undang-undang RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan hukuman maksimal 6 tahun penjara.

Jonru juga diduga melanggar UU Nomor 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis, dengan ancaman penjara maksimal 5 tahun. Ia pun dikenakan Pasal 156 KUHP tentang Penghinaan Terhadap Suatu Golongan Tertentu, dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: M. Rudy


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Asia

Wabah Diare Incar Puluhan Ribu Pengungsi Rohingya

ersatuan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan bahwa air dari sumur di kamp pengungsian Rohingya di Bangladesh terkontaminasi.

Rabu, 22/11/2017 11:00 0

Rusia

Bahas Suriah, Jenderal Turki, Iran dan Rusia Bertemu di Sochi

Kepala Angkatan Darat Turki, Iran dan Rusia bertemu di kota Sochi pada Selasa (21/11/2017).

Rabu, 22/11/2017 10:33 0

Lebanon

18 Hari sejak Pengunduran Diri, Hariri Pulang ke Lebanon

aad al-Hariri kembali ke Beirut pada hari Selasa (21/11/2017) untuk pertama kalinya sejak pengunduran dirinya sebagai perdana menteri Lebanon. Hariri mengundurkan diri melalui sebuah siaran di Arab Saudi.

Rabu, 22/11/2017 09:56 0

Irak

Iraq Akan Umumkan Kemenangan Setelah ISIS Habis di Gurun

Perdana Menteri Iraq Haidar Al-Abadi, Selasa (21/11), mengungkapkan bahwa pemerintahannya tidak akan mengumumkan kemenangan terakhir dalam perang menghadapi Organisasi Daulah Islamiyah (ISIS) sampai mengalahkan sisa-sisa mereka di padang pasir. Meskipun saat ini ISIS telah kalah secara militer.

Rabu, 22/11/2017 09:15 0

Video Kajian

Ust. Abu Rusydan: Ketika Umat Meninggalkan Jihad

KIBLAT.NET – Ust. Abu Rusydan: Ketika Umat Meninggalkan Jihad. Tubuh kita membutuhkan makanan bergizi untuk...

Rabu, 22/11/2017 05:30 0

News

Berkicau Soal Papua di Twitter, Duta Besar Inggris Dinilai Abai Etika Diplomasi

"Selama perjalanan ke Papua kami menyewa 12 mobil. Tak ada satupun sopirnya yang asli Papua. Apakah mereka berhak mendapatkan pekerjaan?"

Selasa, 21/11/2017 19:36 0

Arab Saudi

Arab Saudi Bantah Punya Hubungan Rahasia dengan Israel

Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al Jubeir membantah bahwa Kerajaan Arab Saudi memiliki hubungan dengan Israel. Pernyataan ini disampaikannya kepada televisi Mesir, CBC pada Senin (20/11/2017).

Selasa, 21/11/2017 18:40 0

Yaman

Serangan Drone AS Kembali Gugurkan Pejuang AQAP di Yaman

Pejabat Yaman mengatakan bahwa pesawat tak berawak kembali melancarkan serangan di provinsi Bayda pada Senin (20/11/2017).

Selasa, 21/11/2017 18:12 0

News

Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Jonru Ginting

Lenny Wati Mulasimadhi, hakim tunggal pada praperadilan tersebut menolak seluruh seluruhnya petitum atau agugatan dari pihak Jonru

Selasa, 21/11/2017 17:44 0

Rohah

Manusia Terbang Pertama itu Bernama Abbas Ibnu Firnas

Wright bersaudara mungkin yang paling terkenal di antara mereka. Pada tahun 1903 mereka dikenal sebagai penemu penerbangan pertama. Namun, berabad-abad lalu sebelum penemuan Wright bersaudara, seorang Muslim, Abu al-Qasim Abbas ibn Firnas ibn Wirdas al-Takurini, atau yang lebih dikenal dengan Abbas Ibnu Firnas telah melakukan usaha yang berhasil membuat manusia terbang.

Selasa, 21/11/2017 17:07 0

Close
CLOSE
CLOSE