... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Titian

Abul Walid Al-Ghomidi, Mujahid Penerus Perjuangan Jenderal Khatthab

Foto: Abul Walid Al-Ghomidi

KIBLAT.NET – Terdengar suara letupan senjata, “Duaar” menggelegar di sebuah hutan dekat desa Tsa-Vedeno . Tembakan itu tepat mengenai dada seorang komandan mujahid dari jarak dekat. Darah membuncah dan mengalir di sekujur tubuhnya. Ia pun limbung dan jatuh tersungkur karena jiwanya telah menghadap Rabbnya dan berpisah dari raganya.

Para mujahid yang ada di sekitarnya pun segera melompat dan menghabisi pembunuh komandan mujahidin itu. Mereka juga berjuang menyelamatkan jasad sang komandan di atas desingan peluru musuh. Ternyata saat itu musuh telah mengepung tempat itu.

Sang komandan ini rupanya telah lama dibidik tentara musuh. Hal itu karena mujahid satu ini telah lama merepotkan pasukan Beruang Merah dengan menembak jatuh pesawat dan membunuh banyak tentaranya. Maka, walaupun musuh telah mengepung sekolompok mujahidin, sebenarnya target mereka hanyalah satu mujahid saja. Itu pun mereka melakukannya dengan mendapat bantuan dari seorang mata-mata yang mengabarkan bahwa sang komandan ada di tempat itu.

Qadarullah, sang komandan syahid. Terlahir di Saudi, berjihad di Afghanistan, Bosnia dan akhirnya syahid di bumi Chechnya. Ia adalah Abu Al-Walid Al-Ghamidi, suksesor jenderal Khattab di Chechnya.

Mengenal Abu Al-Walid Al-Ghamdi

Nama lengkapnya adalah Abd Al-Aziz Bin Ali Bin Said Al Said Al-Ghamidi. Lahir pada tahun 1392 H/1967 M di desa al-Hal, dekat kota Baljorashi di Provinsi Arab Saudi Al Bahah. Ayahnya adalah seorang imam terkenal. Abul Walid hidup dalam sebuah keluarga yang religius bersama sepuluh saudaranya. Saudara-saudaranya menjadi saksi hidup bahwa Abul Walid gemar membaca buku dan mempelajari Al-Quran.

Pendidikan formalnya dimulai dari tingkat ibtidaiyah (Setingkat SD) kemudian melanjutkan ke jenjang mutawasithoh (Setingkat SMP). Namun, setelah berjalan hampir satu semester, Abul Walid keluar dari pendidikan formal menuju pendidikan lapangan di arena jihad pada tahun 1407 H. Walaupun Abul Walid tidak menyelesaikan pendidikan formal, banyak ilmu yang didapatkannya secara otodidak dengan membaca dan mengikuti berbagai kajian bersama para ulama.

Satu kajian yang menggerakkan hatinya untuk melangkah ke medan jihad adalah kisah para salaf dalam membebaskan umat Islam. Ia terkagum-kagum pada perjuangan Saifuddin Quthuz yang mampu membuat tentara Tartar kocar kacir. Ia terobsesi dengan sosok Shalahuddin Al-Ayyubi yang mampu mengembalikan Al-Quds di atas pangkuan umat Islam setelah sekian lama dikuasa kaum Salib. Ketika ia mengarahkan pandangannya ke zaman ini, tiada jalan lain bagi umat Islam untuk merengkuh kembali kejayaan selain dengan jihad dan perjuangan.

Abul Walid juga sering menggembalakan kambing ketika kecil sembari membaca buku tentang sejarah perjuangan Rasulullah dan para sahabat. Ia juga pernah berdoa agar kelak dijadikan sebagai mujahid di jalan Allah. Doa itu pun terjawab dengan selang waktu yang tidak lama. Di usia masih belia, tekad di dalam dirinya telah bulat untuk memperjuangkan Islam. Ia pun segera berhijrah ke bumi Afghan untuk berjihad.

Perjalanan ke Afghanistan

Tekad yang membaja itu menghantarkan kakinya ke bumi jihad Afghan. Ada banyak versi sejarah mengenai keberangkatannya, ada yang mengatakan pada tahun 1986,1987 atau 1988. Namun, bisa dipastikan bahwa saat itu dirinya masih dalam usia belia meminta izin pada orang tuanya untuk berpastisipasi dalam jihad Afghanistan.

Abul Walid pun  berangkat ke Peshawar, titik transit bagi para relawan dari Arab dan negara-negara lainnya menuju ke Afghanistan. Di sana, ia akan menerima pelatihan dan dukungan dari Maktab al-Khidmat, sebuah organisasi yang dijalankan oleh Dr. Abdullah Azzam –rahimahullah- dan didanai oleh Syaikh Usamah bin Ladin –rahimahullah-. Selama menjalani pelatihan, Abul Walid pernah mengalami luka di tangan kirinya dan pulang ke Saudi sebanyak dua kali.

Setelah dua tahun menjalani pelatihan, Abul Walid memulai partisipasinya di medan jihad. Selama berkiprah di jihad Afghan, ia berkali-kali selamat dari maut dengan keajaiban yang tidak masuk akal. Dia pernah tertembak berkali-kali tetapi tembakan itu hanya memantul di tubuhnya saja, tidak ada satupun peluru yang menembus tubuhnya. Bahkan ia pernah tertimpa sebuah tembok masjid yang roboh karena ledakan bom dan Allah masih memberikan kesempatan hidup sampai saat itu. Sungguh karamah yang agung dari Rabbnya. Abul Walid juga sempat berkali-kali diberitakan telah syahid. Namun, akhirnya ia kembali dengan segar bugar.

Di Afghanistan, Abul Walid terkenal sebagai ahli ibadah, sedikit bicara dan cenderung selalu serius di kehidupan sehari-harinya. Ia mempunyai hati yang lembut dan penyayang. Tidak tahan mendengar tangisan anak-anak dan wanita hingga meneteskan air mata setiap mendengar tragedi yang menimpa umat Islam. Walaupun begitu, ia adalah orang yang paling tegas dengan orang kafir. Dia pernah melakukan sebuah operasi bersama sembilan mujahid di sore hari. Dalam satu waktu ia bersama timnya berhasil menguasai lima belas markas, menewaskan banyak musuh dan menawan sebagiannya.

Ia juga menyaksikan ketika Jalalabad, Khost dan Kabul dibebaskan pada tahun 1993. Putra imam terkenal ini beroperasi di Afghanistan sebelah utara. Saat itu wilayah Afghanistan utara terkenal dengan daerah yang sulit jalannya penuh salju hingga sedikit sekali mujahidin yang bisa sampai ke lokasi. Namun, Abul Walid tetap menjalaninya dengan tabah dan sabar.

Setelah perang Afghan usai dan berlanjut dengan konflik internal di bumi Khurasan, Abul Walid pun keluar dan menuju bumi jihad yang lain. Dia mengarahkan pandangannya ke Eropa. Pada tahun 90-an, Abul Walid ikut serta dalam membela masyarakat muslim Bosnia dari invasi Serbia.

Peta Bosnia

Peta Bosnia

Di Bosnia, Abul Walid bergabung dengan sekitar 300 veteran perang Afghanistan lainnya. Mereka, para veteran ini terbukti sebagai pejuang-pejuang yang sangat efektif, mereka bergabung dengan ratusan Muslim asing lainnya yang masih belum terasah kemampuan militernya. Banyak para veteran Afghanistan menjadi bagian dari Angkatan Darat regular Bosnia Batalyon 7 di bawah komando Abu Abd al-Aziz ‘Barbaros,’ seorang Muslim India dengan pengalaman di Afghanistan dan Kashmir.

Selain di Bosnia, Abul Walid juga melanglang buana ke wilayah Tajikistan untuk berjihad. Ia benar-benar telah menyerahkan semua hidupnya untuk membela agama Allah. Seorang pemuda belia yang menggunakan masa mudanya hanya untuk memperjuangkan sesuatu yang akan membawa dirinya hidup bahagia di akhirat.

Di Tajikistan, dia bersama rekan-rekannya melawan Rusia di pegunungan yang tertutup salju. Ia pernah terluka cukup parah dan disarankan untuk berobat ke Peshawar oleh mujahidin lainnya. Tetapi ia menolak dan memilih bertahan di Tajikistan.

Setelah selama 2 tahun semenjak kepergiannya dari Afghanistan dan menetap di Tajikistan, Abul Walid akhirnya bertemu dengan tempat persinggahan yang akan mengantarkannya pada syahadah. Yaitu bumi Chehcnya.

Baca halaman selanjutnya: Hijrah ke bumi syahadah,...

Halaman Selanjutnya 1 2
... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Arab Saudi

Pernah Mendaki Gunung Uhud? Ini 5 Fakta Tentangnya

Gunung Uhud adalah salah satu gunung paling terkenal di Jazirah Arab dan di antara situs geografis dan historis terbesar dari kota Madinah Al-Munawwaroh. Berikut 5 fakta Gunung Uhud yang mungkin belum Anda ketahui: 

Rabu, 22/11/2017 14:08 0

Opini

Masa Depan Media Massa Islam

Media massa Islam di tanah air baik yang masih maupun tidak terbit lagi merupakan warisan tidak ternilai harganya. Media massa yang berideologi Islam telah memberikan warisan peradaban sangat penting.

Rabu, 22/11/2017 13:23 0

Indonesia

Polda Metro Masih Tunggu Hasil Penelitian Jaksa soal Berkas Jonru

Polda Metro Jaya telah menyerahkan berkas perkara Jonru Ginting tahap pertama kepada Jaksa Penuntut Umum. Saat ini, pihak JPU masih melakukan penelitian terhadap berkas tersebut.

Rabu, 22/11/2017 12:48 0

Arab Saudi

Banjir Landa Jeddah, Sekolah-sekolah Ditutup

Banjir bandang yang dipicu oleh hujan deras menyapu Jeddah pada Selasa (21/11/2017). Pengendara motor dan mobil terlihat menepi karena genangan air menutup jalan.

Rabu, 22/11/2017 12:12 0

Indonesia

Catatan Pengacara dalam Sidang Praperadilan Jonru

Pengacara Jonru, Sulistiyowati mengaku kecewa dengan keputusan hakim yang menolak pengajuan praperadilan Jonru Ginting. Menurutnya, hakim mengabaikan fakta-fakta yang ada.

Rabu, 22/11/2017 11:33 0

Asia

Wabah Diare Incar Puluhan Ribu Pengungsi Rohingya

ersatuan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan bahwa air dari sumur di kamp pengungsian Rohingya di Bangladesh terkontaminasi.

Rabu, 22/11/2017 11:00 0

Rusia

Bahas Suriah, Jenderal Turki, Iran dan Rusia Bertemu di Sochi

Kepala Angkatan Darat Turki, Iran dan Rusia bertemu di kota Sochi pada Selasa (21/11/2017).

Rabu, 22/11/2017 10:33 0

Indonesia

Pengacara Siap Buktikan Jonru Tak Bersalah di Persidangan

Pengacara Jonru, Djuju Purwantoro, mengaku kecewa dengan putusan hakim. Sebab dia menilai proses pemeriksaan terhadap Jonru dan penetapan status tersangka terhadap kliennya tidak mempertimbangkan aspek Hak Asasi Manusia (HAM).

Rabu, 22/11/2017 10:15 0

Lebanon

18 Hari sejak Pengunduran Diri, Hariri Pulang ke Lebanon

aad al-Hariri kembali ke Beirut pada hari Selasa (21/11/2017) untuk pertama kalinya sejak pengunduran dirinya sebagai perdana menteri Lebanon. Hariri mengundurkan diri melalui sebuah siaran di Arab Saudi.

Rabu, 22/11/2017 09:56 0

Irak

Iraq Akan Umumkan Kemenangan Setelah ISIS Habis di Gurun

Perdana Menteri Iraq Haidar Al-Abadi, Selasa (21/11), mengungkapkan bahwa pemerintahannya tidak akan mengumumkan kemenangan terakhir dalam perang menghadapi Organisasi Daulah Islamiyah (ISIS) sampai mengalahkan sisa-sisa mereka di padang pasir. Meskipun saat ini ISIS telah kalah secara militer.

Rabu, 22/11/2017 09:15 0