... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Imparsial: UU Ormas Harus Segera Direvisi

Foto: Direktur Imparsial, Al Araf.

KIBLAT.NET, Jakarta – Direktur lembaga swadaya masyarakat (LSM) Imparsial, Al Araf menilai bahwa undang-undang tentang organisasi kemasyarakatan membahayakan demokrasi.

Ia mengimbau agar UU tersebut harus segera direvisi karena berpotensi memunculkan penyalahgunaan wewenang untuk kepentingan tertentu (abuse of power) oleh pemerintah terhadap komponen masyarakat sipil.

“UU Ormas telah membuka ruang pembubaran ormas langsung oleh pemerintah. Ini berpotensi membuka abuse of power. Iya kalau pemerintah sekarang baik, kalau besok enggak baik gimana, berbahaya,” ujarnya dalam sebuah diskusi di Jakarta Selatan, Senin (20/11/2017).

Ia mengatakan penerapan UU Ormas ini tak hanya berdampak di level nasional, namun bisa berdampak hingga ke level lokal. Al Araf mengkhawatirkan para kepala daerah dapat dengan mudah memberangus gerakan masyarakat sipil di berbagai daerah yang kritis terhadap pemerintah setempat.

“Di daerah banyak organisasi masyarakat sipil yang kritis, semisal seperti gerakan anti-korupsi di sana banyak, takutnya gubernur atau bupati kalau tidak suka bisa membubarkan mereka sewenang-wenang pakai UU ini,” katanya.

Al Araf mengemukakan beberapa poin yang harus direvisi dalam peraturan ini diantaranya tentang mekanisme pembubaran ormas dari pemerintah menjadi kewenangan pengadilan.

“Saya mendesak proses pembubaran harus digeser dari pemerintah menjadi ke pengadilan. Alasan pembubaran harus diperketat sehingga tak menjadi multitafsir,” tutupnya.

Reporter: Afriza
Editor: M. Rudy

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

News

ICW Minta Setnov Dikenai Pasal TPPU

Karena patut diduga uang dari e-KTP masuk ke kekayaan Setya Novanto yang sudah dibelikan barang-barang hasil dari uang e-KTP

Selasa, 21/11/2017 12:58 0

Timur Tengah

Menlu Bahrain: Lebanon Berada dalam Kendali Syiah Hizbullah

Menteri Luar Negeri Bahrain mengatakan pada bahwa Lebanon berada di bawah "kontrol total" gerakan Syiah Hizbullah yang didukung Iran. Hal itu dikemukakannya dalam sebuah pidato di sebuah pertemuan Liga Arab pada Ahad (19/11/2017).

Selasa, 21/11/2017 12:20 0

Irak

Ratusan Anak dan Istri Anggota ISIS di Mosul Dideportasi

Pemerintah Irak memindahkan sekitar 300 wanita dan anak-anak keluarga anggota pejuang Daulah Islamiyah (ISIS) yang ditangkap di Mosul, Iraq Utara, ke ibukota Baghdad. Selanjutnya, mereka akan dipulangkan ke negara masing-masing.

Selasa, 21/11/2017 11:40 0

Palestina

Hamas: Ancaman ke Fatah Bukti AS Berpihak ke Israel 

Kelompok perlawanan Palestina, Hamas menyatakan bahwa keputusan AS untuk menutup kantor-kantor Organisasi Pembebasan Palestina (Fatah) di Washington bentuk "keberpihakan terhadap Israel".

Selasa, 21/11/2017 10:07 0

Syam

Oposisi Suriah Desak Liga Arab Bersatu Lawan Iran

Jubir Koalisi Nasional Suriah, Ahmed Ramazan menyatakan bahwa pihaknya mendorong koalisi Arab untuk memerangi "rencana dan teror dari Iran".

Selasa, 21/11/2017 09:36 0

Suriah

Akibat Blokade Assad Sejak 2012, Ratusan Bayi di Ghouta Timur Tewas 

Menurut data dari rumah sakit setempat pada Senin (20/11/2017), pemboman yang dilakukan rezim Assad di Ghouta Timur telah membunuh 227 bayi sejak awal tahun 2017.

Selasa, 21/11/2017 09:20 0

Palestina

AS Ancam Tutup Kantor Palestina di Washington, Ini Tanggapan Hamas

Hamas beranggapan bahwa keputusan tersebut dapat memberi peluang lebih besar bagi Israel untuk melakukan lebih banyak kejahatan.

Senin, 20/11/2017 20:29 0

Palestina

Pasca Rekonsiliasi Hamas-Fatah, Mesir Buka Pintu Perbatasan Rafah

Sejak Sabtu, Mesir telah membuka perbatasan Rafah yang terhubung langsung dengan Gaza, Palestina. Keputusan ini merupakan salah-satu buah dari kesepakatan rekonsiliasi Hamas-Fatah yang ditengahi oleh Mesir.

Senin, 20/11/2017 20:06 0

Timur Tengah

Terkait Korupsi, Benjamin Nentayahu Lagi-lagi Diperiksa Polisi

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu harus kembali berurusan dengan polisi. Lebih dari empat jam, Lahav 433 National Crime Unit mengitrogasi orang nomer satu di Israel itu di kediamannya, Yerusalem pada Ahad (19/11/2017).

Senin, 20/11/2017 19:24 0

Timur Tengah

Israel Klaim Punya Hubungan Rahasia dengan Arab Saudi

Seorang menteri kabinet Israel mengungkapkan bahwa negaranya memiliki hubungan rahasia dengan Arab Saudi

Senin, 20/11/2017 18:40 0

Close