... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Khazanah

Mengajarkan Al-Qur’an Sebagai Mahar, Apa Hukumnya?

Foto: ilustrasi

KIBLAT.NET – Mahar atau mas kawin adalah harta yang diberikan oleh pihak mempelai laki-laki kepada mempelai perempuan pada saat pernikahan. Ia merupakan syarat sahnya pernikahan, sebagaimana dalam firman Allah Ta’ala:

وَآتُوا النِّسَاءَ صَدُقَاتِهِنَّ نِحْلَةً

“…Dan datangkanlah sedekah untuk para istri sebagai nihlah (mahar),” (QS. An Nisa: 4)

Adapun besar nilainya ditentukan oleh pihak mempelai perempuan. Namun Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wasallam tetap menganjurkan untuk meringankan jumlahnya. Sebagaimana diriwayatkan dari ‘Uqbah bin ‘Amir radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

خَيْرُ الصَّدَاقِ أَيْسَرَهُ

Sebaik-baik mahar adalah yang paling mudah.” (HR. Abu Dawud dan Al-Hakim)

Lalu bagaimana jika tujuannya untuk meringankan mahar, pihak perempuan tidak menuntut materi tapi hanya meminta mahar berupa hafalan al-Quran atau diajarkan bacaan al-Quran untuknya, apakah hukumnya boleh?

Para ulama ahli fikih berbeda pendapat mengenai masalah ini menjadi tiga pendapat:

Pertama, sah akad nikah dengan mengajarkan Al-Qur’an sebagai mahar. Ini adalah pendapat Ashbagh bin Al-Farj—salah seorang fuqaha mazhab Malik, pendapat fuqaha mazhab Syafi’i, pendapat Imam Ahmad dalam satu riwayat dan dipilih oleh sebagian fuqaha mazhabnya, serta pendapat Ibnu Hazm. (Asy-Syarh Ash-Shaghir: 1/416; Al-Umm: 5/64; Al Muhadzdzab: 2/72; Al-Hidayah li Abil Khaththab: 1/272; Al-Mughni: 8/8; Al-Muhalla: 9/494)

Dalil yang menjadi pijakan mereka adalah firman Allah dalam surat Al-Qashash: 27:

“Dia (Syekh Madyan) berkata, ‘Sesungguhnya aku bermaksud ingin menikahkan engkau dengan salah seorang dari kedua putriku ini, dengan ketentuan bahwa engkau bekerja kepadaku selama delapan tahun dan jika engkau sempurnakan sepuluh tahun maka itu adalah (suatu kebaikan darimu), dan aku tidak bermaksud memberatkan engkau. Insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang baik’,” (Al-Qashash: 27)

Ayat di atas menjelaskan bahwa Nabi Syu’aib akan menikahkan salah seorang dari dua putrinya dengan menjadikan bekerja selama delapan tahun—sesuatu yang bermanfaat—sebagai mahar. Syariat umat sebelum kita adalah syariat untuk kita juga selama tidak menyelisihi syariat kita. Ini menunjukkan bahwa boleh menjadikan sesuatu yang dapat bermanfaat—di antaranya mengajarkan AlQur’an—sebagai mahar dalam akad nikah.

Al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan hadits Sahl bin Sa’ad AsSa’idi bahwa Rasulullah n bersabda kepada salah seorang shahabat yang tidak memiliki sesuatu pun sebagai mahar, “Apa yang telah engkau hafalkan dari Al-Qur’an?” Dia menjawab, “Surat ini, surat ini, dan surat ini” dia lalu menyebutkan surat-surat yang telah dihafalkannya. Kemudian beliau (Nabi) bersabda, “Ajarkanlah surat-surat tersebut secara hafalan” Dia menjawab, “Baiklah”. Beliau melanjutkan, “Pergilah, saya telah menikahkanmu dengan Al-Qur’an yang engkau hafalkan (sebagai maharnya). (Shahih Al-Bukhari: 6/121-122 dan Shahih Muslim: 2/1040-1041)

Kedua, tidak sah akad nikah dengan mengajarkan Al-Qur’an sebagai mahar. Ini adalah pendapat Imam Abu Hanifah dan fuqaha mazhabnya, pendapat Imam Malik dan sebagian fuqaha mazhabnya, pendapat Imam Ahmad dalam satu riwayat dan diikuti mayoritas fuqaha mazhabnya. (Syarh Ma’ani Al-Atsar: 3/19-20; Ahkamul Qur’an lil Jashshash: 2/142; Al-Jami’ li Ahkamil Qur’an lil Qurthuby: 5/133; Asy-Syarhus Shaghîr: 1/416; Al-Kafi: 3/91; Al-Mughni: 8/8)

Dalil yang menjadi pijakan mereka adalah firman Allah dalam surat An-Nisa’: 24:

“Dan (diharamkan juga kamu menikahi) wanita yang bersuami, kecuali hamba sahaya perempuan (tawanan perang) yang kamu miliki sebagai ketetapan Allah atas kamu. Dan dihalalkan bagimu selain (wanita-wanita) yang demikian itu jika kamu berusaha dengan hartamu untuk menikahinya bukan untuk berzina” (An-Nisa’: 24)

Ayat di atas menjelaskan bahwa syarat mahar haruslah berupa harta dan sesuatu yang tidak termasuk harta tidak bisa dinamakan mahar. Mereka juga berdalil dengan hadits Abu Nu’man Al-Azdi bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah menikahkan seorang wanita dengan mahar salah satu surat Al-Qur’an kemudian beliau bersabda, “Tidak ada seorang pun yang boleh menjadikan (mengajarkan Al-Qur’an sebagai) mahar untuknya setelahmu.” (HR Sa’id bin Manshur dalam Sunan-nya: 176)

Makruh mahar dengan mengajarkan Al-Qur’an ketika menikahi wanita muslimah. Ini adalah pendapat Ibnul Qasim—salah seorang fuqaha mazhab Malik. (Al-Muntaqa Syarh Muwaththa` Malik: 3/277: Al-Jami’ li Ahkamil Qur’an lil Qurthuby: 5/133; Asy-Syarhus Shaghîr: 1/416)

Penulis, Dr. Ahmad Salim mengatakan, “Pendapat yang kuat adalah tidak sah mahar dengan mengajarkan Al-Qur’an jika calon suami mampu memberikan mahar berupa harta. Namun, jika calon suami tidak mampu memberikan mahar berupa harta maka sah menjadikan pengajaran Al-Qur’an sebagai mahar.”

 

Fakhruddin

Disadur dari buku; Fikih Seputar Al Qur’an Karya Dr. Ahmad Salim, Penerbit: Ummul Qura, Cipayung, Jakarta Timur

... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

One comment on “Mengajarkan Al-Qur’an Sebagai Mahar, Apa Hukumnya?”

  1. Ubaidillah Trisna

    Dari uraian di atas sangat jelas beberapa ulama menghukumi syah tidaknya bacaan Al Quran sebagai mahar tergantung kondisi harta si calon pengantin pria. Allahu A’LAM.

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Palestina

Serangan Militer Suriah di Ghoutah Timur Meningkat

Angkatan bersenjata rezim Assad kembali membombardir wilayah Ghoutah Timur dan menewaskan belasan warga sipil.

Sabtu, 18/11/2017 12:15 0

Palestina

Gerakan Fatah Peringatkan Israel Api Perlawanan Baru

jubir Fatah di Tepi Barat Osama al-Qawasmi mengatakan bahwa penggusuran terhadap warga Palestina merupakan deklarasi perang.

Sabtu, 18/11/2017 11:20 0

Myanmar

PBB: 100 Lebih Pengungsi Rohingya Tenggelam sejak 25 Agustus

Organisasi internasional PBB merilis sebuah laporan yang mengatakan, lebih dari 100 pengungsi Rohingya tenggelam sejak 25 Agustus.

Sabtu, 18/11/2017 10:49 0

Palestina

Israel Kembali Ratakan Puluhan Rumah Warga Palestina

Israel kembali memperluas penjajahan terhadap wilayah Palestina. Baru-baru ini, ratusan warga Palestina di Jerusalem Timur (Al-Quds) diusir dari kampong halaman mereka.

Sabtu, 18/11/2017 10:41 0

Indonesia

Kanisius: Kami Sudah Minta Ananda Sukarlan Minta Maaf

Ketua Yayasan Budi Siswa yang menaungi Sekolah SMP dan SMA Kolese Kanisius menyebut bahwa pihak yayasan dan sekolah sudah meminta Ananda Sukarlan, pelaku Walk Out saat Pidato Anies di sekolah Kristen ini, minta maaf.

Sabtu, 18/11/2017 09:28 0

Eropa

Saudi Ingin Akhiri Cengkraman Syiah Hizbullah terhadap Lebanon

Berbicara dalam konferensi pers bersama Menlu Spanyol, Alfonso Dastis, di ibukota Madrid pada Jumat (17/11), Jubair juga menekankan bahwa negaranya mendukung perdana menteri Lebanon yang baru mengundurkan diri, Saad Al-Hariri.

Sabtu, 18/11/2017 08:36 0

Irak

Iraq Umumkan Akhir ISIS di Negaranya

Ketua Parlemen Iraq, Salim al-Jubouri, menambahkan bahwa ISIS sudah habis secara geografis.

Sabtu, 18/11/2017 07:45 0

Manhaj

Janji Kemenangan dan Syarat Meraih Kejayaan Islam

Kemenangan itu merupakan janji Allah yang pasti dicapai oleh orang mukmin. Banyak sekali dalil yang menjelaskan tentang itu. Dari sekian banyak ayat alquran, kemenangan dan umat Islam selalu disebutkan secara beriringan.

Jum'at, 17/11/2017 19:13 0

Indonesia

Tim Gabungan TNI-Polri Evakuasi Ratusan Warga Tembagapura

Tim gabungan dari TNI dan Polri telah melakukan evakuasi terhadap ratusan warga di Tembagapura. Menurut Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal, operasi ini juga dihadiri oleh Kapolda Papua, Asops Kapoĺri dan Pangdam XVII/Cendrawasih.

Jum'at, 17/11/2017 17:32 0

Video Kajian

Khutbah Jumat: Kebenaran yang Selalu Menang atas Kebatilan

KIBLAT.NET – Khutbah Jumat: Kebenaran yang Selalu Menang atas Kebatilan. Risalah Allah yang dibawa oleh...

Jum'at, 17/11/2017 16:32 0