Pengacara Jonru Tolak Keterangan Tiga Saksi Ahli Polisi

KIBLAT.NET, Jakarta – Sidang keempat Praperadilan yang diajukan oleh Jon Riah Ukur alias Jonru melalui kuasa hukumnya kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis kemarin (16/11). Agenda sidang, pemeriksaan saksi ahli pihak Termohon 1, yang dalam hal ini Polda Metro Jaya.

Dalam hal ini, Polda mengajukan 3 saksi ahli. Namun seluruh saksi itu ditolak oleh Kuasa Hukum Jonru. Ahli yang dihadirkan Termohon 1 ialah Ahli Agama Islam yang juga dosen dari UIN, Ahli Pidana yang juga seorang dosen dan Ahli Digital Forensik dari pihak Polri.

“Ahli Agama Islam dan Ahli Pidana ditolak lantaran mereka tidak membawa Surat Tugas dari instansi tempat mereka mengajar. Keberatan oleh kuasa hukum Jonru didasari pada Pasal 186 dan 187 huruf c dan d KUHAP,” ungkap Koordinator Tim Advokasi Muslim-Jonru (TAM-JONRU), Juju Purwantoro melalui rilis yang diterima Kiblat.net, Jumat (17/11).

Juju mengungkapkan, ahli digital forensik juga ditolak kuasa hukum karena walaupun yang bersangkutan membawa Surat Tugas yang resmi dari Polri, namun isi surat tugas tersebut terdapat kesalahan penulisan, yaitu ‘Terdakwa Jon Riah Ukur’, sedangkan Jonru saat ini masih berstatus tersangka bukan terdakwa.

“Termohon 1 membela diri bahwa berkas sudah dilimpahkan ke Kejaksaan, jadi tidah masalah, namun argumentasi yuridis dari Kuasa Hukum Jonru bahwa status tersangka dan terdakwa memiliki konsekuensi hukum berbeda,” ungkap Juju.

BACA JUGA  Pencopotan Baliho Habib Rizieq dan Operasi Militer Selain Perang

“Bukti perbedaan konsekuensi hukum tersebut yaitu dasar hukum adanya praperadilan ini, bahwa praperadilan itu diajukan oleh tersangka atau kuasa hukumnya sebagaimana Pasal 77, 78, dan 79 KUHAP. Sedangkan status terdakwa itu berarti perkara sudah P-21 dan berkas dilimpahkan ke Pengadilan,” tukas Juju.

Hari ini, sidang kelima Praperadilan Jonru ini dilanjutkan dengan agenda kesimpulan. Sementara sidang putusan direncanakan digelar pada Senin pekan depan.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Hunef Ibrahim

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat