... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

KSAD: Kelompok Bersenjata di Papua Separatis, Bukan Kriminal

Foto: Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono

KIBLAT.NET, Bandung – Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono menegaskan apa yang dilakukan oleh kelompok yang disebut Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Jayapura, Papua, bukanlah perbuatan kriminal namun sudah tindakan seperatis.

“Kalau dia sudah menantang seperti itu gak bisa kita katakan sebagai perbuatan kriminal, itu sudah separatis,” kata Mulyono di Pusdikif Pussenif Kodiklat AD, Cipatat, beberapa waktu lalu.

Dia menambahkan, berdasarkan undang-undang seharusnya kelompok separatis sudah harus diberantas. Sebab hal tersebut tidak hanya meresahkan warga masyarakat namun juga mengancam negara.

“Separatis itu undang-undangnya sudah harus ditumpas, diberantas,” tambahnya.

Meski demikian, pihaknya saat ini sedang menunggu langka pemerintah dan DPR. Sebab TNI tidak bisa bergerak tanpa ada aturan yang jelas, dan koridor hukum yang jelas. Menurutnya, yang dilakukan oleh kelompok bersenjata di Papua ini tak hanya menghawatirkan namun sudah terang-terangan menantang pemerintah dan militer.

“Hanya dalam kegiatan seperti ini tentara-tentara ada payung hukumnya, kita juga menunggu pemerintah dan DPR mengambil sikap. Ini mau diapain karena ini sudah jelas-jelas menantang pemerintah dan militer,” tuturnya.

Selama belum ada aturan, lanuut Mulyanto, TNI belum bisa turun langsung. TNI hanya bisa membantu pihak kepolisian karena masih rana kepolisian.

“Selama ini kita masih membantu kepolisian karena undang-undangnya seperti itu. Kita tau bahwa di Papua bukan darurat militer, maka TNI akan bertindak pada koridor hukum yang benar,” pungkasnya.

BACA JUGA  Lima Terdakwa Ricuh 21-22 Mei Sujud Syukur Atas Vonis Hakim, Ada Apa?

Jenderal TNI Mulyono menambahkan bahwa pihaknya sudah menyiapkan pasukan untuk operasi di Papua. Namun masih menunggu payung hukum.

Reporter: Saifal
Editor: Hunef Ibrahim

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Arab Saudi

Saudi Tengah Bahas “Hukuman” untuk Syiah Hizbullah Lebanon

“Saudi saat ini sedang berkonsultasi dengan sekutu mengenai tekanan terhadap Hizbullah Lebanon. Putusannya akan dikeluarkan pada waktunya,” ujar Jubeir kepada Reuters, Kamis.

Jum'at, 17/11/2017 08:38 0

Suriah

Pertempuran Ahrar dan Militer Suriah di Pedesaan Damaskus Berlanjut

Pertempuran sengit antara pejuang Ahrar Al-Syam Al-Islamiyah dan militer Suriah di pedesaan Damaskus timur kembali berlanjut pada Kamis (16/11). Ahrar Al-Syam meraih kemajuan dan merebut banyak rampasan.

Jum'at, 17/11/2017 07:44 0

Amerika

Rusia Batalkan Rancangan Resolusi AS Soal Kimia di Suriah

Rusia kembali menggunakan hak veto dalam sidang Dewan Keamanan (DK) PBB membahas tentang Suriah pada Kamis malam (16/11). Ini merupakan veto ke-10 yang digunakan untuk membela rezim Bashar Assad di hadapan internasional.

Jum'at, 17/11/2017 06:41 0

Amerika

Seperti di Film Captain America, Pesawat Tempur AS akan Dipasangi Senjata Laser

Amerika Serikat akan memasang senjata laser di pesawat tempur mereka

Kamis, 16/11/2017 19:09 0

Yaman

Cerita Tragis Warga Yaman di Balik Ambisi Perang Anti-Teror AS

Othman Mohammed Saleh Al-Adhal, yang berusia 12 tahun berbicara pelan saat dia menceritakan apa yang terjadi di desa kecil Adhal di provinsi Marib Yaman pada tanggal 23 Mei lalu. "Saya sedang tidur di luar karena panas," katanya kepada wartawan Independent.

Kamis, 16/11/2017 17:40 0

Video Kajian

Ust. Farid Ahmad Okbah: Membangkitkan Umat Dari Masjid

KIBLAT.NET – Ust. Farid Ahmad Okbah: Membangkitkan Umat Dari Masjid. Sejarah telah mencatat, Nabi SAW...

Kamis, 16/11/2017 16:01 0

Afrika

Presiden Zimbabwe Dikudeta Militer, Apa Sebabnya?

Robert Mugabe (93 tahun) tidak lagi menjadi pemimpin Zimbabwe. Ia menjadi kepala pemerintahan Zimbabwe sejak 1980 sebagai perdana menteri pertama dan kemudian Presiden eksekutif pertama pasca kemerdekaan tahun 1970an.

Kamis, 16/11/2017 14:30 0

Khutbah Jum'at

Khutbah Jumat: Amal yang Membuahkan Cinta Allah dan Ampunan

Khutbah Jumat: Amal yang Membuahkan Cinta Allah dan Ampunan Khutbah Pertama: الحمد لله الذي أصلحَ...

Kamis, 16/11/2017 13:36 0

Timur Tengah

Uni Emirat Arab Larang Ceramah Agama Tanpa Izin Pemerintah

Uni Emirat Arab mengeluarkan sebuah rancangan undang-undang baru tentang ceramah atau khutbah agama. Dilaporkan Khaleej Times, bagi mereka yang memberikan ceramah atau mengajar hafalan Al-Qur'an tanpa persetujuan pemerintah akan dikenakan denda dan hukuman penjara.

Kamis, 16/11/2017 13:07 0

Myanmar

Kini Aung San Suu Kyi Diboikot Publik yang Dulu Mengaguminya

Kegagalan Aung San Suu Kyi bersuara untuk mencegah dan menentang pembunuhan masal (baca: genosida) terhadap Muslim Rohingya sangat memperburuk reputasinya sebagai sebuah kekuatan demokrasi dan kebebasan.

Kamis, 16/11/2017 11:21 0

Close