KSAD: Kelompok Bersenjata di Papua Separatis, Bukan Kriminal

KIBLAT.NET, Bandung – Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono menegaskan apa yang dilakukan oleh kelompok yang disebut Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Jayapura, Papua, bukanlah perbuatan kriminal namun sudah tindakan seperatis.

“Kalau dia sudah menantang seperti itu gak bisa kita katakan sebagai perbuatan kriminal, itu sudah separatis,” kata Mulyono di Pusdikif Pussenif Kodiklat AD, Cipatat, beberapa waktu lalu.

Dia menambahkan, berdasarkan undang-undang seharusnya kelompok separatis sudah harus diberantas. Sebab hal tersebut tidak hanya meresahkan warga masyarakat namun juga mengancam negara.

“Separatis itu undang-undangnya sudah harus ditumpas, diberantas,” tambahnya.

Meski demikian, pihaknya saat ini sedang menunggu langka pemerintah dan DPR. Sebab TNI tidak bisa bergerak tanpa ada aturan yang jelas, dan koridor hukum yang jelas. Menurutnya, yang dilakukan oleh kelompok bersenjata di Papua ini tak hanya menghawatirkan namun sudah terang-terangan menantang pemerintah dan militer.

“Hanya dalam kegiatan seperti ini tentara-tentara ada payung hukumnya, kita juga menunggu pemerintah dan DPR mengambil sikap. Ini mau diapain karena ini sudah jelas-jelas menantang pemerintah dan militer,” tuturnya.

Selama belum ada aturan, lanuut Mulyanto, TNI belum bisa turun langsung. TNI hanya bisa membantu pihak kepolisian karena masih rana kepolisian.

“Selama ini kita masih membantu kepolisian karena undang-undangnya seperti itu. Kita tau bahwa di Papua bukan darurat militer, maka TNI akan bertindak pada koridor hukum yang benar,” pungkasnya.

BACA JUGA  Survei IDEAS: 91 Persen Karyawan Dirumahkan Tak Daftar Kartu Prakerja

Jenderal TNI Mulyono menambahkan bahwa pihaknya sudah menyiapkan pasukan untuk operasi di Papua. Namun masih menunggu payung hukum.

Reporter: Saifal
Editor: Hunef Ibrahim

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat