... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Uni Emirat Arab Larang Ceramah Agama Tanpa Izin Pemerintah

Foto: Muslimin dari berbagai negara berbuka puasa dengan makanan Iftar tradisional selama Ramadhan di Masjid Sheikh Zayed di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. (Foto File: AP)

KIBLAT.NET, Abu Dhabi – Uni Emirat Arab mengeluarkan sebuah rancangan undang-undang baru tentang ceramah atau khutbah agama. Dilaporkan Khaleej Times, bagi mereka yang memberikan ceramah atau mengajar hafalan Al-Qur’an tanpa persetujuan pemerintah akan dikenakan denda dan hukuman penjara.

Dewan Nasional Federal (FNC) mengatakan pelaku akan dikenakan denda sebesar 5.000 dirham ($ 1.360). “Pengurus masjid yang terhubung dengan organisasi ilegal atau terlibat kegiatan politik yang dilarang akan mendapat hukuman yang lebih berat,” imbuh lembaga yang mengeluarkan UU tersebut.

Undang-undang itu juga mengatur masjid-masjid di UEA. Jika RUU tersebut diloloskan, siapapun yang mencoba mengintervensi khutbah Jumat yang disampaikan oleh imam masjid akan menghadapi hukuman tiga bulan penjara.

UEA sendiri berupaya untuk mengendalikan pengetahuan Islam selama bertahun-tahun. Selain menuding beberapa organisasi keagamaan sebagai kelompok teroris, termasuk Ikhwanul Muslimin.

Selama pertemuan Dewan Nasional Federal, Selasa (14/11/2017), anggota parlemen juga menyerukan pengawasan yang lebih ketat terhadap para ulama asing yang terlibat dalam debat keagamaan dengan orang-orang Emirati di media sosial.

Anggota dewan, Saeed Al Remeithi menyatakan bahwa pemerintah ingin mengendalikan warga Emirat dari mendapatkan pengetahuan agama. “Kami ingin pemerintah memiliki pengikut di media sosial, untuk mengikuti hal-hal terbaru dan memiliki kontak langsung dengan publik.”

“Ketakutan saat ini adalah bahwa orang-orang yang mencari fatwa di UAE akan mencarinya di luar. Jika mereka tidak dapat menemukannya di sini, akhirnya (mereka) mendengarkan fatwa yang tidak ingin mereka dengarkan. Kami ingin mencegah warga negara kita tidak mendengarkan fatwa dari luar negeri,” ujarnya.

Sebuah laporan eksklusif, berdasarkan email yang diperoleh oleh Middle East Monitor, mengungkapkan pekan lalu bahwa pejabat senior di pemerintahan UEA berusaha untuk mempengaruhi narasi tentang Islam di Barat. Termasuk mempromosikan “Islam moderat” dan dukungan para ulama, yang beberapa di antaranya diketahui bekerja sama dengan pemerintah AS.

Komentar terakhir yang dibuat oleh dewan tersebut menunjukkan bahwa menggunakan strategi semacam itu di Barat adalah penting, untuk memastikan bahwa warga Emirat tidak memperoleh pengetahuan agama yang dianggap oleh pemerintah sebagai ancaman terhadap keamanan nasional.

Sumber: Middle East Monitor
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Penghayat Kepercayaan Tak Masuk Kolom KTP Telah Jadi Kesepakatan Bernegara

Jika kesepakatan bernegara soal penghayat kepercayaan tak dijadikan dasar maka negara akan bubar

Kamis, 16/11/2017 12:29 0

Indonesia

Saksi Fakta Sebut FB Jonru Kerap Digunakan untuk Aktivitas Sosial

Follower Jonru yang mencapai 1,4 juta orang dimanfaatkan untuk kegiatan sosial, yaitu pencarian dana bagi orang-orang tidak mampu ataupun pembangunan fasilitas umum yang rusak atau memerlukan bantuan.

Kamis, 16/11/2017 10:49 0

Indonesia

Soal Penghayat Kepercayaan, KH Ma’ruf: Kemenag Silahkan Dukung, MUI Tetap Menolak

"Silahkan Kementerian Agama Mendukung, MUI tetap menolak," ungkap KH Ma'ruf Amin saat ditemui wartawan di Gedung MUI Pusat, Jakarta pada Rabu (15/11/2017).

Kamis, 16/11/2017 10:15 0

Indonesia

MUI: Kepercayaan Bukan Agama

"Itu kesepatannya begitu, politiknya begitu. Maka kesepakatan itu juga berlangsung ketika menetapkan UU no 23. Di sana (dijelaskan) yang masuk identitas di KTP itu agama. Maka agama itulah yang menjadi identitas," ungkapnya kepada Kiblat.net pada Rabu (15/11/2017) di Gedung MUI Pusat, Jakarta.

Kamis, 16/11/2017 09:50 0

Indonesia

Amien Rais di Sidang Buni Yani: Kebatilan Akan Sirna

Mantan ketua MPR periode 1999-2004 ini menambahkan, umat Islam harus yakin dengan pertolongan Allah di tengah fitnah yang menerpa. Sebab dengan pertolongan Allah maka kebatilan itu akan sirna.

Kamis, 16/11/2017 09:23 0

Indonesia

Ketua MUI: Putusan MK soal Penghayat Kepercayaan Bisa Ditolak

"Final itu bukan berarti harus dilaksanakan," ungkap Kyai Ma'ruf Amin saat ditemui wartawan di Gedung Pusat MUI, Jakarta pada Rabu (15/11/2017).

Kamis, 16/11/2017 09:03 0

Indonesia

Gerindra: Infrastruktur Tak Meningkatkan Daya Beli Masyarakat

Wakil ketua umum Partai Gerindra, Ferry Juliantono menyebut dampak pembangunan infrastruktur tidak bisa langsung dirasakan oleh masyarakat

Rabu, 15/11/2017 22:07 0

Indonesia

Majelis Ormas Islam Kecam Serangan Rudal Pemberontak Hutsi ke Riyadh

Serangan pemberontak Syiah Hutsi dinilai sebagai upaya terstruktur menyerang kaum muslimin

Rabu, 15/11/2017 20:00 0

Indonesia

Polisi Diminta Tegas kepada KKB Papua Seperti Tangani Teroris

"Kita berharap polisi bisa cepat dan tegas menangani kelompok ini yang sudah jelas-jelas bersenjata, seperti polisi dengan cepatnya menangani dan melumpuhkan terduga teroris"

Rabu, 15/11/2017 18:48 0

Indonesia

Kementerian Agama Tergetkan Indonesia Jadi Tujuan Studi Islam Dunia

Kementerian Agama akan menggelar Pameran Pendidikan Islam Internasional dengan tujuan memperkenalkan Indonesia sebagai tujuan studi Islam

Rabu, 15/11/2017 17:50 0

Close