... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Tindakan Setnov Dapat Mematikan Upaya Pemberantasan Korupsi

Foto: Mantan Ketua DPR RI, yang kini menjabdi sebagai tersangka kasus korupsi E-KTP, Setya Novanto (setnov).

KIBLAT.NET, Jakarta – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjemput Ketua DPR RI, Setya Novanto di Jalan Wijaya XIII Nomor 19, Melawai, Jakarta Selatan pada Rabu (15/11/2017) pukul 21.40 setelah berulang kali mangkir dari panggilan. Namun, mereka tidak mendapati Novanto di kediamannya.

Dalam hal ini, Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane menegaskan bahwa sikap Novanto adalah sikap arogan. Bahkan, ia menilai Novanto ingin mempertontonkan kepada publik bahwa ia kebal hukum.

“Sikap Novanto yang mengabaikan panggilan KPK adalah sebuah sikap arogan yang ingin mempertontonkan kepada publik bahwa dirinya sangat kebal hukum. Sikap melecehkan KPK dan Polri itu juga dipertontonkan Novanto dengan cara menghilang dari rumahnya saat hendak dijemput paksa,” katanya dalam rilis yang diterima Kiblat.net pada Kamis (16/11/2017).

IPW, kata dia, mengapresiasi sikap Polri yang memberi dukungan penuh pada KPK dalam melakukan penggerebekan di rumah Novanto Menurutnya, soliditas Polri-KPK ini harus terus dilanjutkan untuk memburu Setya Novanto hingga tertangkap.

“Sebab bagaimana pun Ketua DPR itu sudah terang terangan mengangkangi hukum, tidak taat hukum, dan berusaha melecehkan hukum,” tegasnya.

Neta juga menganggap bahwa kasus Novanto adalah kasus terburuk bagi lembaga legislatif. Di mana ketuanya tidak patuh hukum dan cenderung melecehkan hukum saat dipanggil aparatur hukum dalam kasus korupsi. Cara yang dilakukan Novanto, kata dia, harus dilawan segenap rakyat Indonesia karena bisa mematikan upaya pemberantasan korupsi di negeri ini.

BACA JUGA  Ahok Lelang Batik yang Dikenakan Saat Sidang, Ditawar Sampai Rp 100 Juta

“Sebab itu KPK dan Polri harus menargetkan dalam dua hari Setya Novanto bisa tertangkap, baik dalam keadaan hidup ataupun mati tertembak aparat,” tukasnya.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: M. Rudy


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Afrika

Presiden Zimbabwe Dikudeta Militer, Apa Sebabnya?

Robert Mugabe (93 tahun) tidak lagi menjadi pemimpin Zimbabwe. Ia menjadi kepala pemerintahan Zimbabwe sejak 1980 sebagai perdana menteri pertama dan kemudian Presiden eksekutif pertama pasca kemerdekaan tahun 1970an.

Kamis, 16/11/2017 14:30 0

Khutbah Jum'at

Khutbah Jumat: Amal yang Membuahkan Cinta Allah dan Ampunan

Khutbah Jumat: Amal yang Membuahkan Cinta Allah dan Ampunan Khutbah Pertama: الحمد لله الذي أصلحَ...

Kamis, 16/11/2017 13:36 0

Timur Tengah

Uni Emirat Arab Larang Ceramah Agama Tanpa Izin Pemerintah

Uni Emirat Arab mengeluarkan sebuah rancangan undang-undang baru tentang ceramah atau khutbah agama. Dilaporkan Khaleej Times, bagi mereka yang memberikan ceramah atau mengajar hafalan Al-Qur'an tanpa persetujuan pemerintah akan dikenakan denda dan hukuman penjara.

Kamis, 16/11/2017 13:07 0

Myanmar

Kini Aung San Suu Kyi Diboikot Publik yang Dulu Mengaguminya

Kegagalan Aung San Suu Kyi bersuara untuk mencegah dan menentang pembunuhan masal (baca: genosida) terhadap Muslim Rohingya sangat memperburuk reputasinya sebagai sebuah kekuatan demokrasi dan kebebasan.

Kamis, 16/11/2017 11:21 0

Arab Saudi

Pangeran Muhammad Bin Salman Bertemu Bill Gates untuk Bahas Ini

Kerajaan Saudi menawarkan sejumlah peluang kerjasama ke Bill Gates salah satunya dalam mega proyek NEOM.

Rabu, 15/11/2017 21:11 0

Artikel

Begini Kekuatan Militer Arab Saudi dan Iran Jika Keduanya Berperang

Baru-baru ini hubungan Arab Saudi dan Iran sempat kembali memanas. Terutama setelah serangan rudal balistik Hutsi proxy Iran ke ibukota Riyadh, yang diikuti pengunduran diri Perdana Menteri Sunni Lebanon, Saad Hariri di luar negaranya.

Rabu, 15/11/2017 16:35 0

Asia

India Ikut Ambil Bagian dalam Latihan Militer Bersama Israel

Pilot India dan tentara penyelamat dari Unit Garud -yang setara dengan Unit 669 Israel- ikut serta dalam latihan Blue Flag dua tahunan di pangkalan udara Palmachim di Israel tengah. Lebih dari 70 pesawat dari tujuh negara ikut ambil bagian.

Rabu, 15/11/2017 14:37 0

News

Militer Myanmar Sebut Tidak Ada Pembantaian, Aktivis HAM: Tak Masuk Akal

Beberapa aktivis HAM mengecam laporan militer Myanmar yang menyebut tidak ada pembunuhan terhadap warga Muslim Rohingya di Rakhine.

Rabu, 15/11/2017 14:04 0

Suriah

Atareb, Kota Zona De-Eskalasi yang Jadi Target Kebrutalan Rusia

Serangan tersebut diketahui dilakukan oleh jet tempur Rusia. Sekutu rezim Bashar Assad itu menggunakan bom berdaya ledak tinggi dalam serangan tersebut.

Rabu, 15/11/2017 14:00 0

Video Kajian

Tabligh: “Perppu” Zaman Fir’aun dan Musa

KIBLAT.NET – Tabligh: “Perppu” Zaman Fir’aun dan Musa. Dalam politik kekuasaan, rezim mana pun akan...

Rabu, 15/11/2017 13:11 0

Close