... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Timbulkan Kesenjangan Sosial, Proyek Infrastruktur Jokowi Harus Dievaluasi

Foto: Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau proyek infrastruktur

KIBLAT.NET, Jakarta – Sekjen Partai Amanat Nasional (PAN), Eddy Soeparno menilai masalah infrastruktur harus dievaluasi.

Menurut Eddy, pembangunan infrastruktur berpotensi menyebabkan kesenjangan sosial antar warga Indonesia. Dia lantas menyoroti ketimpangan yang terjadi antara wilayah Indonesia barat dan timur.

“Masalah infrastruktur itu harus dievaluasi,” ungkap Eddy dalam sebuah diskusi di Jakarta Pusat, Rabu (15/11/17).

Salah satu infrastruktur pemerintahan Jokowi-JK yang disoroti Eddy adalah rencana proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Dia menilai, proyek itu menandai ketimpangan antara wilayah barat dan timur Indonesia. Pasalnya, seluruh fasilitas di wilayah barat telah mumpuni.

“Kita di barat membangun kereta cepat Jakarta-Bandung? Padahal semuanya ada,” ujarnya.

“Sementara di timur Indonesia listriknya mepet, jalanannya belum tentu aspal, mau mandi aja harus di kali,” imbuhnya.

Perlu diketahui, proyek kereta api cepat Jakarta-Bandung ini akan menelan dana mencapai US$5,5 miliar dengan bentangan 142,3 Km. Sediktinya lahan seluas 14 hektar yang dihuni 300 kepala keluarga (KK) harus dibebaskan terkait proyek itu.

Pembangunan ini akan dikerjakan oleh PT Kereta Api Cepat Indonesia China (KCIC), yang merupakan konsorsium PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) yang memiliki kepemilikan 40 persen dan China Railway International Co. Ltd sebesar 60 persen.

Reporter: Afriza
Editor: Imam S.


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Yaman

Cerita Tragis Warga Yaman di Balik Ambisi Perang Anti-Teror AS

Othman Mohammed Saleh Al-Adhal, yang berusia 12 tahun berbicara pelan saat dia menceritakan apa yang terjadi di desa kecil Adhal di provinsi Marib Yaman pada tanggal 23 Mei lalu. "Saya sedang tidur di luar karena panas," katanya kepada wartawan Independent.

Kamis, 16/11/2017 17:40 0

Video Kajian

Ust. Farid Ahmad Okbah: Membangkitkan Umat Dari Masjid

KIBLAT.NET – Ust. Farid Ahmad Okbah: Membangkitkan Umat Dari Masjid. Sejarah telah mencatat, Nabi SAW...

Kamis, 16/11/2017 16:01 0

Afrika

Presiden Zimbabwe Dikudeta Militer, Apa Sebabnya?

Robert Mugabe (93 tahun) tidak lagi menjadi pemimpin Zimbabwe. Ia menjadi kepala pemerintahan Zimbabwe sejak 1980 sebagai perdana menteri pertama dan kemudian Presiden eksekutif pertama pasca kemerdekaan tahun 1970an.

Kamis, 16/11/2017 14:30 0

Khutbah Jum'at

Khutbah Jumat: Amal yang Membuahkan Cinta Allah dan Ampunan

Khutbah Jumat: Amal yang Membuahkan Cinta Allah dan Ampunan Khutbah Pertama: الحمد لله الذي أصلحَ...

Kamis, 16/11/2017 13:36 0

Timur Tengah

Uni Emirat Arab Larang Ceramah Agama Tanpa Izin Pemerintah

Uni Emirat Arab mengeluarkan sebuah rancangan undang-undang baru tentang ceramah atau khutbah agama. Dilaporkan Khaleej Times, bagi mereka yang memberikan ceramah atau mengajar hafalan Al-Qur'an tanpa persetujuan pemerintah akan dikenakan denda dan hukuman penjara.

Kamis, 16/11/2017 13:07 0

Myanmar

Kini Aung San Suu Kyi Diboikot Publik yang Dulu Mengaguminya

Kegagalan Aung San Suu Kyi bersuara untuk mencegah dan menentang pembunuhan masal (baca: genosida) terhadap Muslim Rohingya sangat memperburuk reputasinya sebagai sebuah kekuatan demokrasi dan kebebasan.

Kamis, 16/11/2017 11:21 0

Arab Saudi

Pangeran Muhammad Bin Salman Bertemu Bill Gates untuk Bahas Ini

Kerajaan Saudi menawarkan sejumlah peluang kerjasama ke Bill Gates salah satunya dalam mega proyek NEOM.

Rabu, 15/11/2017 21:11 0

Artikel

Begini Kekuatan Militer Arab Saudi dan Iran Jika Keduanya Berperang

Baru-baru ini hubungan Arab Saudi dan Iran sempat kembali memanas. Terutama setelah serangan rudal balistik Hutsi proxy Iran ke ibukota Riyadh, yang diikuti pengunduran diri Perdana Menteri Sunni Lebanon, Saad Hariri di luar negaranya.

Rabu, 15/11/2017 16:35 0

Asia

India Ikut Ambil Bagian dalam Latihan Militer Bersama Israel

Pilot India dan tentara penyelamat dari Unit Garud -yang setara dengan Unit 669 Israel- ikut serta dalam latihan Blue Flag dua tahunan di pangkalan udara Palmachim di Israel tengah. Lebih dari 70 pesawat dari tujuh negara ikut ambil bagian.

Rabu, 15/11/2017 14:37 0

News

Militer Myanmar Sebut Tidak Ada Pembantaian, Aktivis HAM: Tak Masuk Akal

Beberapa aktivis HAM mengecam laporan militer Myanmar yang menyebut tidak ada pembunuhan terhadap warga Muslim Rohingya di Rakhine.

Rabu, 15/11/2017 14:04 0

Close
CLOSE
CLOSE