... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Presiden Zimbabwe Dikudeta Militer, Apa Sebabnya?

Foto: Mantan President Zimbabwe, Robert Mugabe. (Reuters)

KIBLAT.NET, Harare – Robert Mugabe (93 tahun) tidak lagi menjadi pemimpin Zimbabwe. Ia menjadi kepala pemerintahan Zimbabwe sejak 1980 sebagai perdana menteri pertama dan kemudian Presiden eksekutif pertama pasca kemerdekaan tahun 1970an.

Pada dini hari Rabu (15/11/2017), militer Zimbabwe, yang sebelumnya digunakan sebagai cara untuk menekan oposisi, menempatkan Robert Mugabe di bawah “tahanan rumah”.

Mugabe memiliki kebijakan politik yang represif dan bermasalah dalam mengelola ekonomi negara. Banyak warga Zimbabwe -terutama penduduk perkotaan- menyalahkannya atas kondisi negara yang buruk, termasuk pengangguran yang merajalela serta kemiskinan yang meluas.

Setelah ketidakpuasan rakyat dalam beberapa tahun terakhir, pengambilalihan militer tampaknya memberi dorongan baru untuk kebebasan berbicara di Harare.

“Jika ini terjadi, kita akan menganggap ini di masa depan sebagai ‘Hari Kemerdekaan kedua’, setelah tanggal 18 April 1980,” kata Tineyi Chimwanda, yang mengaku sebagai pengusaha lokal.

Juru bicara militer Sibusiso Moyo, mengumumkan perebutan kekuasaan militer dalam sebuah siaran berulang kali di saluran TV satu-satunya Zimbabwe, Broadcasting Corporation. Moyo dikenal sebagai juru bicara dan rekan dekat Mugabe selama bertahun-tahun.

Pidato Moyo disambut oleh sekelompok pelanggan restoran saat makan siang di Harare tengah. Pihak militer membantah telah melakukan kudeta, dengan mengatakan bahwa tindakan itu hanya sebagai bentuk menetralisir “penjahat” di lingkungan Mugabe. Presiden dan keluarganya, kata militer, aman dan sehat.

Warga Zimbabwe berjalan di samping tank militer.

Dugaan Pemicu Kudeta Militer

BACA JUGA  Nama Hijrahnya "Aisyah", Masuk Islam saat Ditahan Jihadis Somalia

Intervensi militer diduga karena dipicu pemecatan Emmerson Mnangagwa, seorang veteran perang, sebagai wakil presiden. Pemecatannya terjadi setelah partai Mugabe, ZANU-PF  selama berbulan-bulan membicarakan tentang penggantinya.

Pada hari Senin, Panglima Militer, Constantine Chiwenga memperingatkan bahwa militer tidak akan “ragu-ragu untuk melangkah jika pembersihan mantan pejuang perang kemerdekaan di ZANU-PF terus dilakukan.

Mnangagwa, sekutu Chiwenga, memimpin sebuah faksi yang berselisih dengan partai yang dipimpin oleh istri Mugabe, Grace, dan beberapa anggota partai yang lebih muda.

Spekulasi yang berkembang adalah bahwa Mnagangwa, yang melarikan diri dari Zimbabwe setelah dipecat, akan kembali ke rumah untuk memimpin pemerintahan transisi setelah kudeta.

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Ibas Fuadi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

IPW: Teroris Melawan Ditembak Mati, kepada Setya Novanto Juga Harus Begitu

"Jika maling ayam, teroris dan bandar narkoba melakukan perlawanan saat ditangkap dan polisi kemudian melakukan tembak di tempat, bahkan ditembak mati, hal yang sama juga harus dilakukan terhadap Setya Novanto"

Kamis, 16/11/2017 14:03 0

Indonesia

Soal Penghayat Kepercayaan, MUI: Agama Leluhur Itu Tidak Ada

Ketua MUI menilai sangat tidak tepat apabila aliran kepercayaan disamakan dengan agama

Kamis, 16/11/2017 13:36 0

Khutbah Jum'at

Khutbah Jumat: Amal yang Membuahkan Cinta Allah dan Ampunan

Khutbah Jumat: Amal yang Membuahkan Cinta Allah dan Ampunan Khutbah Pertama: الحمد لله الذي أصلحَ...

Kamis, 16/11/2017 13:36 0

Indonesia

Penghayat Kepercayaan Tak Masuk Kolom KTP Telah Jadi Kesepakatan Bernegara

Jika kesepakatan bernegara soal penghayat kepercayaan tak dijadikan dasar maka negara akan bubar

Kamis, 16/11/2017 12:29 0

Indonesia

Saksi Fakta Sebut FB Jonru Kerap Digunakan untuk Aktivitas Sosial

Follower Jonru yang mencapai 1,4 juta orang dimanfaatkan untuk kegiatan sosial, yaitu pencarian dana bagi orang-orang tidak mampu ataupun pembangunan fasilitas umum yang rusak atau memerlukan bantuan.

Kamis, 16/11/2017 10:49 0

Indonesia

Soal Penghayat Kepercayaan, KH Ma’ruf: Kemenag Silahkan Dukung, MUI Tetap Menolak

"Silahkan Kementerian Agama Mendukung, MUI tetap menolak," ungkap KH Ma'ruf Amin saat ditemui wartawan di Gedung MUI Pusat, Jakarta pada Rabu (15/11/2017).

Kamis, 16/11/2017 10:15 0

Indonesia

MUI: Kepercayaan Bukan Agama

"Itu kesepatannya begitu, politiknya begitu. Maka kesepakatan itu juga berlangsung ketika menetapkan UU no 23. Di sana (dijelaskan) yang masuk identitas di KTP itu agama. Maka agama itulah yang menjadi identitas," ungkapnya kepada Kiblat.net pada Rabu (15/11/2017) di Gedung MUI Pusat, Jakarta.

Kamis, 16/11/2017 09:50 0

Indonesia

Amien Rais di Sidang Buni Yani: Kebatilan Akan Sirna

Mantan ketua MPR periode 1999-2004 ini menambahkan, umat Islam harus yakin dengan pertolongan Allah di tengah fitnah yang menerpa. Sebab dengan pertolongan Allah maka kebatilan itu akan sirna.

Kamis, 16/11/2017 09:23 0

Indonesia

Ketua MUI: Putusan MK soal Penghayat Kepercayaan Bisa Ditolak

"Final itu bukan berarti harus dilaksanakan," ungkap Kyai Ma'ruf Amin saat ditemui wartawan di Gedung Pusat MUI, Jakarta pada Rabu (15/11/2017).

Kamis, 16/11/2017 09:03 0

Indonesia

Gerindra: Infrastruktur Tak Meningkatkan Daya Beli Masyarakat

Wakil ketua umum Partai Gerindra, Ferry Juliantono menyebut dampak pembangunan infrastruktur tidak bisa langsung dirasakan oleh masyarakat

Rabu, 15/11/2017 22:07 0

Close