... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Cerita Tragis Warga Yaman di Balik Ambisi Perang Anti-Teror AS

Foto: Invasi AS di Yaman.

KIBLAT.NET – Enam bulan setelah US Navy Seals menggerebek desa mereka untuk mencari anggota jihadis Al-Qaidah, luka mental maupun fisik yang dialami sebuah keluarga di Adhal sulit untuk disembuhkan.

Othman Mohammed Saleh Al-Adhal, yang berusia 12 tahun berbicara pelan saat dia menceritakan apa yang terjadi di desa kecil Adhal di provinsi Marib Yaman pada tanggal 23 Mei lalu. “Saya sedang tidur di luar karena panas,” katanya kepada wartawan Independent.

“Ketika mendengar pesawat terbang dan helikopter, aku takut, jadi aku berlari kembali ke rumah untuk mencari ibuku. Saat itulah seorang Amerika muncul. Aku menjerit. Lalu dia menembakku dua kali,” katanya.

Othman kemudian memperlihatkan bagian lengan bawahnya, di situ terlihat luka bekas tembakan. Pada saat pertempuran senjata mereda satu jam kemudian dan Othman menemukan ibunya, dia menangis karena melihat mayat kedua kakak laki-lakinya yang lebih tua.

Selain saudara-saudara Adhal, penduduk setempat mengatakan dua pemuda lainnya dan seseorang yang berusia 70 tahun, Nasser Ali Mahdi al Adhal, tewas dalam serangan mendadak tersebut.

Kelompok hak asasi manusia Reprieve, yang melakukan penyelidikan awal, mengungkapkan bahwa orang tua itu dibunuh di luar rumahnya. Ketika itu ia melambaikan tangan kepada pasukan khusus AS yang berada di desanya, yang ternyata malah menembaknya.

Berdasarkan laporan saksi mata, organisasi HAM lainnya memperkirakan sekitar 10 sampai 15 pesawat dan helikopter Apache turun di Adhlan sekitar pukul 01:00 dini hari waktu setempat.

BACA JUGA  Terkait Kepulangan WNI Eks Wuhan, Menko PMK: Masyarakat Tidak Perlu Khawatir

Target mereka adalah sebuah rumah yang diduga dihuni tujuh orang yang dicurigai sebagai anggota Al-Qaidah. Sebuah pernyataan dari Komando Pusat AS mengklaim saat itu berhasil menyita bukti peralatan seperti telepon dan laptop untuk menyerang posisi AQAP (Al-Qaidah in Arabian Peninsula).

Pada pagi hari setelah penggerebekan, selonsongan peluru-peluru AS dan botol air yang dibuang dengan teks bahasa Inggris menjadi satu-satunya bukti yang ditunjukkan penduduk desa terhadap apa yang telah terjadi saat itu.

Tidak ada korban selamat yang mengatakan bahwa mereka mengetahui adanya militan di desa saat itu. Mereka hanya mengatakan tujuh orang yang tidak dikenal itu terbunuh dalam serangan tersebut.

Komando Pusat (CENTCOM), yang mengkoordinasikan operasi militer AS di Timur Tengah, dan Departemen Pertahanan AS, meluncurkan penyelidikan atas peristiwa 23 Mei di Adhal setelah muncul petisi dari para aktivis. AS mengklaim tidak ada warga sipil yang dilukai atau dibunuh selama operasi tersebut.

Dalam sebuah pernyataan sebelumnya mengenai penggerebekan tersebut, juru bicara CENTCOM mengatakan, “CENTCOM menangani semua tuduhan korban sipil secara serius. Kami bekerja dengan tekun dan tepat dalam serangan udara. Kami mematuhi hukum konflik bersenjata dan melakukan semua tindakan pencegahan yang wajar selama perencanaan dan pelaksanaan serangan udara untuk mengurangi risiko bahaya bagi warga sipil.”

Sebelum serangan itu, AS merasa dihormati di desa tersebut. Hal itu karena USAID dilaporkan mendanai beberapa program sekolah di daerah tersebut. Namun sekarang, mayoritas penduduk mengalami takut dan trauma ketika mendengar nama lemabaga tersebut. Beberapa orang mengalami kesulitan tidur di malam hari. Suara keras menimbulkan stres pasca-trauma dan rasa cemas mendalam. Kehidupan orang-orang yang terluka telah berubah selamanya.

BACA JUGA  Tiga Pondasi Dasar Akidah Seorang Muslim

Saudara laki-laki Othman, Murad (22 tahun) tidak lagi dapat melanjutkan kuliahnya sejak penggerebekan tersebut. Kakinya mengalami cacat karena cedera dan kurangnya penanganan dokter spesialis.

“Keluarga-keluarga ini mengatakan kepada kami bahwa mereka kehilangan orang yang mereka cintai, mereka kehilangan harta benda yang berharga, dan mereka menyaksikan orang berdarah sampai mati di depan mata mereka. Mereka tidak memiliki dana atau kemampuan untuk mengakses perawatan medis yang diperlukan,” kata Sarah Knuckey, seorang profesor hukum internasional Universitas Columbia yang telah meneliti serangan drone secara ekstensif dan kontraterorisme AS.

“Jadi sekarang para pria dan wanita muda takut kepada Amerika Serikat, dan siswa yang seharusnya belajar terjebak di rumah, menghadapi rasa sakit fisik setiap hari. Apakah ini cara untuk mengalahkan Al-Qaidah,” imbuhnya.

Orang-orang yang selamat dari serangan Adhal mengungkapkan tidak seorang pun utusan AS yang menghubungi mereka atau datang ke desa tersebut dalam enam bulan sejak pennggerebekan tersebut, meskipun diklaim ada penyelidikan resmi dari Pusat Komando.

“Pengalaman keluarga yang menderita setelah kehilangan orang yang dicintai dalam serangan mendadak membuat kondisi lebih buruk, karena AS sangat jarang mengakui kerugiannya, dan hanya ada sedikit prospek untuk keadilan,” kata Knuckey.

Sumber: Independent
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Laporkan Keberadaan Setnov dapat Uang Rp10 Juta, Mau?

Perkumpulan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) menyediakan hadiah Rp 10 juta bagi siapa saja yang memberitahukan keberadaan Setya Novanto

Kamis, 16/11/2017 17:02 1

Indonesia

Pasukan Keamanan Arab Saudi Geledah Paksa Rumah Syaikh Salman Al-Audah

Aparat keamanan Saudi menggeledah kantor Syaikh Salman Al-Audah tanpa membawa surat perintah dari pengadilan

Kamis, 16/11/2017 16:26 1

Video Kajian

Ust. Farid Ahmad Okbah: Membangkitkan Umat Dari Masjid

KIBLAT.NET – Ust. Farid Ahmad Okbah: Membangkitkan Umat Dari Masjid. Sejarah telah mencatat, Nabi SAW...

Kamis, 16/11/2017 16:01 0

Indonesia

Tindakan Setnov Dapat Mematikan Upaya Pemberantasan Korupsi

Neta S Pane menegaskan bahwa sikap Novanto adalah sikap arogan. Bahkan, ia menilai Novanto ingin mempertontonkan kepada publik bahwa ia kebal hukum.

Kamis, 16/11/2017 14:43 0

Indonesia

IPW: Teroris Melawan Ditembak Mati, kepada Setya Novanto Juga Harus Begitu

"Jika maling ayam, teroris dan bandar narkoba melakukan perlawanan saat ditangkap dan polisi kemudian melakukan tembak di tempat, bahkan ditembak mati, hal yang sama juga harus dilakukan terhadap Setya Novanto"

Kamis, 16/11/2017 14:03 0

Indonesia

Soal Penghayat Kepercayaan, MUI: Agama Leluhur Itu Tidak Ada

Ketua MUI menilai sangat tidak tepat apabila aliran kepercayaan disamakan dengan agama

Kamis, 16/11/2017 13:36 0

Khutbah Jum'at

Khutbah Jumat: Amal yang Membuahkan Cinta Allah dan Ampunan

Khutbah Jumat: Amal yang Membuahkan Cinta Allah dan Ampunan Khutbah Pertama: الحمد لله الذي أصلحَ...

Kamis, 16/11/2017 13:36 0

Indonesia

Penghayat Kepercayaan Tak Masuk Kolom KTP Telah Jadi Kesepakatan Bernegara

Jika kesepakatan bernegara soal penghayat kepercayaan tak dijadikan dasar maka negara akan bubar

Kamis, 16/11/2017 12:29 0

Indonesia

Saksi Fakta Sebut FB Jonru Kerap Digunakan untuk Aktivitas Sosial

Follower Jonru yang mencapai 1,4 juta orang dimanfaatkan untuk kegiatan sosial, yaitu pencarian dana bagi orang-orang tidak mampu ataupun pembangunan fasilitas umum yang rusak atau memerlukan bantuan.

Kamis, 16/11/2017 10:49 0

Indonesia

Soal Penghayat Kepercayaan, KH Ma’ruf: Kemenag Silahkan Dukung, MUI Tetap Menolak

"Silahkan Kementerian Agama Mendukung, MUI tetap menolak," ungkap KH Ma'ruf Amin saat ditemui wartawan di Gedung MUI Pusat, Jakarta pada Rabu (15/11/2017).

Kamis, 16/11/2017 10:15 0

Close