... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Atareb, Kota Zona De-Eskalasi yang Jadi Target Kebrutalan Rusia

Foto: Evakuasi korban serangan Rusia di Atareb, Aleppo barat, terus dilakukan meski memasuki malam. Hal itu dilakukan untuk mencari kemungkinan korban selamat yang terjebak reruntuhan

KIBLAT.NET, Aleppo – Sebuah pembantaian besar dan mengerikan terjadi di kota Atareb, Aleppo barat, utara Suriah, pada Senin (13/11). Sedikitnya 60 orang lebih tewas dan 100 lainnya terluka. Para korban mayoritas warga sipil dan beberapa anggota Polisi Bebas Suriah.

Serangan tersebut diketahui dilakukan oleh jet tempur Rusia. Sekutu rezim Bashar Assad itu menggunakan bom berdaya ledak tinggi dalam serangan tersebut.

Pembantaian ini mengejutkan banyak pihak. Pasalnya, kota Atareb masuk dalam wilayah keempat zona de-eskalasi yang disepakati di Astana bulan Mei lalu. Sejak kesepakatan itu diberlakukan, tak ada kekerasan di kota tersebut.

Atareb menjadi pusat perhatian karena kota tersebut dianggap sebagai inkubator revolusi Suriah di Aleppo. Lebih dari itu, sejak Rusia dan rezim merebut Aleppo, Atareb menjadi benteng utama dan terakhir oposisi di kota di utara Suriah itu.

Delegasi kelompok revolusi militer ke Konferensi Astana pun segera mengirim memorandum ke Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Dewan Keamanan PBB mengenai pembantaian di Atareb ini. Mereka menuntut lembaga polisi dunia itu bertanggung jawab karena mereka mendukung dan memayungi konferensi Astana. Delegasi menegaskan penyerang Atareb adalah negara penjamin, Rusia.

Menurut sumber Al-Araby Al-Jadid, sebuah jet tempur pada Senin siang menjatuhkan empat rudal sekaligus ke pasar yang penuh dengan warga sipil di kota Atareb. Disusul kemudian dua kali serangan, setiap serangan menggunakan roket berdaya ledak tingi, sehingga mengindikasikan serangan sengaja untuk membantai sipil sebanyak-banyaknya. Terlebih, Atarib dikenal kota yang kosong dari keberadaan faksi oposisi militer dan juga wilayah zona de-eskalasi.

BACA JUGA  Disokong Rusia, Rezim Assad Akan Buat Hagia Sophia Tandingan

Kepala media delegasi kelompok pasukan revolusi militer ke Astana, Ayman al-Asami, percaya bahwa “koalisi internasional yang dipimpin oleh Washington tahu betul siapa penjahat yang melakukan serangan terhadap Atareb. Namun disayangkan, AS menutup-nutupi dan tidak mengungkapnya.

Asami menegaskan bahwa tujuan pembantaian untuk memprovokasi oposisi Suriah. Sementara tidak ada satupun kamp militer kelompok oposisi di kota Atarab dan termasuk wilayah zona de-eskalasi yang disepakati di Astana.

Terkait dugaan sebagian warga Suriah bahwa serangan tersebut terjadi karena keterlibatan para tokoh suku kota Atarib yang diwakili oleh “Dewan Revolusi Kota Atareb” dalam proses menyelesaikan perselisihan antara faksi Nurudin Zanky dan Hai’ah Tahrir Al-Syam (HTS), Asami menegaskan serangan tersebut tak terkait dengan itu. Dia menjelaskan bahwa Rusia mempraktikkan keinginannya untuk membunuh karena tidak adanya pencegahan nyata dari internasional. Rusia ingin memecah belah antara pejuang dan rakyat Suriah.

Sumber: Al-Araby Al-Jadid
Redaktur: Sulhi El-Izzi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Cacat Nalar Kemanusiaan Jika Takbir Jadi Indikasi Serangan Teroris

Direktur Pusat Studi dan Pendidikan HAM Uhamka, Maneger Nasution menegaskan bahwa jika kalimat takbir digunakan sebagai indikasi serangan teroris tidak dapat dibenarkan. Menurutnya, sikap tersebut menggambarkan kecacatan nalar seseorang.

Rabu, 15/11/2017 13:37 0

Video Kajian

Tabligh: “Perppu” Zaman Fir’aun dan Musa

KIBLAT.NET – Tabligh: “Perppu” Zaman Fir’aun dan Musa. Dalam politik kekuasaan, rezim mana pun akan...

Rabu, 15/11/2017 13:11 0

Indonesia

Brimob Diserang saat Patroli di Tembagapura, Satu Tewas

Kelompok bersenjata Papua kembali melakukan penyerangan terhadap anggota Brimob yang sedang melakukan patroli. Menurut Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal, satu Brimob tewas karena tembakan.

Rabu, 15/11/2017 13:00 0

Indonesia

Izin Alexis Disetop, Anies: Yang Bersangkutan Menerima, Kenapa yang Lain Tidak?

“Kami ingin memberikan pesan kepada semua bahwa Jakarta tidak akan kompromi pada praktik-praktik yang melanggar seperti itu,” lanjut Anies.

Rabu, 15/11/2017 11:57 0

Indonesia

Polisi Klaim Miliki Cukup Bukti Tolak Praperadilan Jonru

Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro Jaya mengklaim memiliki empat alat bukti dalam penetapan Jonriah Ukur Ginting alias Jonru sebagai tersangka.

Rabu, 15/11/2017 11:30 0

Indonesia

Pemprov DKI Janji Atasi Ketimpangan Ekonomi di Ibukota

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan fokus untuk mengatasi ketimpangan ekonomi di Ibukota.

Rabu, 15/11/2017 10:26 0

Video Kajian

Tadzkirah: Menyesal Setelah Mati

KIBLAT.NET – Tadzkirah: Menyesal Setelah Mati. Ending suatu peristiwa adalah perkara yang sangat dinanti. Suatu perjalanan...

Rabu, 15/11/2017 09:33 0

Indonesia

Pengacara: Tak Ada Kegaduhan yang Ditimbulkan Postingan Jonru

Ketua tim pengacara Jonru, Djudju Purwantoro mengatakan bahwa kliennya dijerat dengan Pasal 28 ayat 2 UU ITE. Namun, menurut Djudju selama ini belum ada pihak yang dirugikan atas unggahan-unggahan Jonru melalui fanpage facebook-nya.

Rabu, 15/11/2017 07:37 0

Indonesia

Polisi Minta Hakim Tolak Permohonan Praperadilan Jonru

Polisi meminta hakim praperadilan menolak permohonan praperadilan Jon Riah Ukur alias Jonru. Menurut polisi, penetapan tersangka dan penyidikan terhadap Jonru yang dilakukan penyidik Polda Metro Jaya sah dan sesuai prosedur.

Rabu, 15/11/2017 06:54 0

Indonesia

Ketua Alumni Kolese Kanisius Sayangkan Aksi Walk Out Ananda Sukarlan

Pihak alumni Kolese Kanisius akhirnya buka suara soal aksi walk out Ananda Sukarlan saat Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan berpidato.

Selasa, 14/11/2017 21:03 0

Close