... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Myanmar Ganti Komandan Penanggung Jawab Operasi di Arakan

Foto: Foto dari udara sebuah desa milik Muslim Rohingya yang dibakar di dekat Maungdaw, sebelah utara Rakhine. (Reuters)

KIBLAT.NET, Naypyidaw – Militer Myanmar mengumumkan, Senin (13/11), mengganti komandan yang bertanggung jawab atas operasi di Arakan, yang menyebabkan lebih dari 600.000 warga minoritas Muslim Rohingya melarikan diri ke Bangladesh.

Sementara itu belum diketahui alasan Mayor Maung Maung Soo, panglima Komando Barat, yang membawahi operasi militer di wilayah minoritas Muslim itu. Pemerintah juga tidak member penjelasan terkait hal ini.

“Saya tidak tahu mengapa dia dipindahkan,” kata Petugas Informasi Angkatan Darat Mayor Jenderal E Lewin kepada Reuters.

“Dia belum dipindahkan ke posisi apapun saat ini,” imbuhnya seraya menunjukkan pemindahan itu dituangkan dalam surat tertanggal 10 November.

Pengumuman ini muncul setelah seorang pejabat senior PBB menuduh tentara Myanmar melakukan kejahatan terorganisir terhadap Muslim Rohingya dengan cara pemerkosaan massal, pembunuhan, pembakaran, penyiksaan dan penjarahan. Pejabat itu mengatakan bahwa pihaknya akan membawa kasus tersebut ke Pengadilan Kriminal Internasional.

“Angkatan bersenjata Myanmar telah memimpin, melakukan aksi kekerasan seksual, pemerkosaan dan genosida,” kata Perwakilan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Gender dan Kekerasan Terhadap Konflik, Pramila Patten. Patten menyampaikan ucapannya di ibu kota Bangladesh setelah kunjungan tiga hari ke wilayah Cox-Pazar dekat perbatasan dengan Myanmar.

Dia menekankan bahwa kekerasan seksual brutal di Myanmar terjadi dalam konteks penganiayaan massal, termasuk pembunuhan orang dewasa dan anak-anak, penyiksaan, pemotongan, pembakaran dan penjarahan desa. Teror dan kejahatan etnis yang mendorong warga Rohingya melarikan diri dari kampong mereka.

Pejabat PBB tersebut mengatakan akan mengangkat isu penganiayaan minoritas Rohingya di Myanmar, terutama kekerasan seksual dan penyiksaan, di Pengadilan Pidana Internasional.

Dalam konteks yang terkait, sebuah organisasi hak asasi manusia Jerman mendesak menteri luar negeri Uni Eropa untuk menjatuhkan sanksi kepada tentara Myanmar atas pelanggaran yang terus berlanjut terhadap hak-hak minoritas Muslim Rohingya dan untuk meminta pertanggungjawaban mereka.

Sejak 25 Agustus, milisi militer Myanmar dan Budha telah melakukan kekejaman dan pembantaian terhadap minoritas Muslim Rohingya di provinsi Arakan, menewaskan ribuan orang, serta penggunaan sekitar 826 ribu ke Bangladesh.

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Sulhi El-Izzi

... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Beda Sikap Anies dan Ahok Tanggapi Penolakan Masyarakat

Setiap kepala beda isi. Perkataan tersebut agaknya tepat jika dicocokkan antara Basuki Thahaja Purnama dan Anies Baswedan ketika memimpin Jakarta.

Senin, 13/11/2017 21:59 0

Indonesia

Anies Tak Permasalahkan Aksi Walk Out Ananda Sukarlan di Kolese Kanisius

Memperingati 90 tahun Kolese Kanius pada Sabtu (11/11/2017), Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan ikut diundang.

Senin, 13/11/2017 21:40 0

Indonesia

Pianis Ananda Sukarlan Walk Out saat Anies Baswedan Berpidato

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan diundang oleh Kolese Kanisius untuk memberi sambutan dalam acara ulang tahun ke 90 Kolese Kanisius.

Senin, 13/11/2017 21:09 0

Indonesia

Kebakaran Mapolres Dharmasraya, Thaghut dan Allahu Akbar Jadi Indikasi Polisi Sebut Serangan Teroris

"Yang jelas indikasi sementara serangan dari teroris, karena ada kata-kata thagut dan Allahu Akbar

Senin, 13/11/2017 20:28 0

Indonesia

Manager Nasution: Negara Wajib Selamatkan Warga yang Disandera OPM

Direktur Pusat Studi dan Pendidikan HAM Uhamka, Maneger Nasution menegaskan bahwa negara harus mampu menjamin keamanan warga Papua yang disandera oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB)

Senin, 13/11/2017 19:47 0

Indonesia

Menjelang Disidang, Asma Dewi Akan Ajukan Penangguhan Penahanan

pengacara masih mengupayakan penangguhan penahanan terhadap Asma yang sempat dituduh sebagai bendahara Saracen

Senin, 13/11/2017 18:59 0

Indonesia

Isu Penjualan Bandara Soetta, Rizal Ramli: Pernah Jadi Rencana Megawati

Isu penjualan Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) sempat ramai di publik akhir-akhir ini. Hal tersebut kemudian mendapat tanggapan dari Mantan Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan dan Industri Indonesia, Rizal Ramli.

Senin, 13/11/2017 15:04 0

Indonesia

Maneger Nasution: Negara Tak Boleh Kalah dengan Teroris Papua

Direktur Pusat Studi dan Pendidikan HAM Uhamka, Maneger Nasution menegaskan bahwa negara harus bisa mengatasi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua. Ia menekankan, siapapun aktornya harus diproses hukum.

Senin, 13/11/2017 14:06 0

Indonesia

KKB Papua Diimbau Segera Menyerahkan Diri

Maklumat tersebut telah disebarkan di wilayah Tembagapura meliputi Kampung Utikini, Kampung Kembeli, Kampung Banti, Kampung Obitawak, Kampung Arwanop dan Kampung Singa.

Senin, 13/11/2017 12:17 0

Indonesia

IPW: Pemerintah Harus Jelaskan Nasib Warga Papua yang Disandera

Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane mendesak kepolisian untuk menjelaskan nasib ratusan warga yang disandera Kelompok Kriminal Bersenjata di Mimika Papua. Sebab mereka sudah seminggu disandera.

Senin, 13/11/2017 11:08 0