... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Ini Rekomendasi Kontras untuk Tuntaskan Pelanggaran HAM Berat

Foto: Logo Kontras

KIBLAT.NET, Jakarta – Menyikapi kasus Tragedi Semanggi I dan kasus-kasus pelanggaran HAM berat masa lalu, Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) merekomendasikan beberapa poin penyelesaian.

“Presiden Joko Widodo untuk secara langsung mengambil langkah konkrit dalam penuntasan peristiwa pelanggaran HAM yang berat pada masa lalu, salah satunya Tragedi Semanggi I,” ungkap Komisioner Kontras, Yati Andriyani melalui rilis yang diterima Kiblat.net, Selasa (14/11/2017).

“Hal ini termasuk memerintahkan Jaksa Agung guna melakukan upaya penyidikan terhadap sederet peristiwa pelanggaran HAM yang berat pada masa lalu,” lanjutnya menyebutkan rekomendasi pertama.

Kedua, Kontras merekomendasikan kepada Presiden Joko Widodo untuk menghentikan segala macam bentuk upaya-upaya yang melenceng pada tujuan pemenuhan keadilan bagi korban pelanggaran HAM yang berat pada masa lalu.

“Salah satunya menolak pembentukan Dewan Kerukunan Nasional (DKN) yang diusulkan oleh Menkopolhukam, Wiranto untuk menyelesaikan kasus pelanggaran HAM berat masa lalu,” imbuhnya.

Ketiga, Presiden hendaknya membentuk Komite Kepresidenan yang secara normatif telah disebutkan di dalam RPJMN 2014-2019 sebagai solusi untuk menjembatani semua persoalan, dan mempercepat proses penanganan pelanggaran HAM berat masa lalu, termasuk mempermudah Presiden dalam mengambil kebijakan penyelesaian kasus pelanggaran HAM berat masa lalu.

“Dalam hal ini, kami ingin menegaskan bahwa proses pembentukan Komite Kepresidenan harus bersifat terbuka dan partisipatif yang melibatkan figur-figur yang berintegritas, berpihak pada keadilan dan memiliki rekam jejak kredibel pada isu kemanusiaan,” ungkapnya.

Keempat, mendorong 7 (tujuh) orang Komisioner Komnas HAM yang baru dilantik untuk periode 2017-2022 agar mampu untuk mengambil langkah-langkah konkrit, inovatif dan akuntabel sesuai parameter keadilan korban.

“Komnas HAM ke depan harus mengambil langkah yang tepat dan strategis agar penyelesaian peristiwa pelanggaran HAM yang berat pada masa lalu termasuk Tragedi Semanggi I tidak berjalan di tempat dan tidak memberi celah bagi Jaksa Agung untuk menghindari proses penyidikan kasus Semanggi I,” tutupnya.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: M. Rudy

... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Artikel

Periculum In Mora: Sebuah Konstruksi yang Membudaya

KIBLAT.NET – Sejak Amerika Serikat (AS) tampil berdiri pasca Perang Dunia II, sejak itu pula...

Selasa, 14/11/2017 14:50 0

Suriah

Aleppo Kembali Dihujani Bom, Puluhan Warga Sipil Tewas

Sedikitnya 43 warga sipil terbunuh dan puluhan lainnya terluka dalam tiga serangan udara di sebuah pasar yang sibuk di al-Atarib, sebuah kota di provinsi Aleppo, Suriah barat.

Selasa, 14/11/2017 14:07 0

Turki

Erdogan: Rusia dan Amerika Harus Tarik Pasukan dari Suriah

"Saya mengalami kesulitan untuk memahami pernyataan-pernyataan ini," kata Erdogan kepada wartawan sebelum terbang ke Rusia untuk melakukan pembicaraan dengan Putin. "Jika solusi militer bukan, mereka harus menarik pasukan mereka," imbuhnya.

Selasa, 14/11/2017 10:29 0

Arab Saudi

Saudi Akan Jadi Tuan Rumah Pertemuan Besar Oposisi Suriah

“Berdasar dari kebijakan Kerajaan yang mendukung upaya damai dan memerangi terorisme, dan juga menjawab permintaan oposisi Suriah, akan digelar pertemuan (oposisi Suriah) di kota Riyadh,” kata kantor berita resmi Arab Saudi, SPA, pada Senin (13/11).

Selasa, 14/11/2017 09:15 0

Afrika

Republik Afrika Tengah Kembali Memanas, 7 Warga Muslim Terbunuh

kondisi ibukota memanas sejak Sabtu malam lalu ketika sebuah granat meledak di sebuah acara di kawasan Lingkaran Ketiga, kawasan yang dihuni warga Muslim. Bentrokan itu berlanjut hingga Ahad pagi.

Selasa, 14/11/2017 08:10 0

Myanmar

Myanmar Ganti Komandan Penanggung Jawab Operasi di Arakan

"Saya tidak tahu mengapa dia dipindahkan," kata Petugas Informasi Angkatan Darat Mayor Jenderal E Lewin kepada Reuters.

Selasa, 14/11/2017 06:41 0

Amerika

Biayai Perang dengan Hutang, Bunga Pinjaman AS Capai $ 8 Miliar

Biaya yang harus ditanggung Amerika Serikat dalam perang global melawan “teror” masih harus dikalkulasi kembali. Ada alasan yang sangat kuat untuk melakukan penghitungan biaya tersebut. Secara keseluruhan, faktanya AS sendiri belum membayar biaya-biaya perang yang ada, dan Amerika membiayai berbagai perang dan konflik itu dari hutang.

Selasa, 14/11/2017 05:38 0

Iran

Korban Tewas akibat Gempa Iran-Irak Capai 350 Jiwa Lebih

Gempa berkekuatan 7,3 SR yang menguncang perbatasan utara Iran-Irak, menewaskan lebih dari 358 jiwa di Iran dan 7 jiwa di Irak. Sedangkan ribuan orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.

Senin, 13/11/2017 20:02 0

Asia

Lagi, Warga Muslim di India Dibunuh Karena Sapi

Insiden tersebut terjadi di distrik Alor pada Sabtu (11/12) ketika dua orang warga Muslim menuntut empat ekor sapi (hewan yang disucikan pengikut Hindu) ke sebuah desa di distrik Paratpur.

Senin, 13/11/2017 16:19 0

Afghanistan

Taliban Promosikan Unit Pasukan Khusus di Provinsi Laghman

Taliban Afghanistan baru-baru ini mempromosikan "Unit Pasukan Khusus" yang konon beroperasi di provinsi Laghman, Afghanistan timur. Sejak tahun 2015, Taliban telah mengiklankan apa yang disebut "Unit Pasukan Khusus" yang diketahui beroperasi di provinsi Afghanistan selatan.

Senin, 13/11/2017 13:45 0