... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Desak Usut Pelanggaran HAM Semanggi I, Kontras Singgung Wiranto

Foto: Logo Kontras

KIBLAT.NET, Jakarta – Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Yati Andriyani mendesak Presiden RI, Joko Widodo untuk segera mengambil langkah konkrit guna penyelesaian kasus Tragedi Semanggi I dan kasus-kasus pelanggaran HAM berat masa lalu. Ia menilai kasus-kasus tersebut tak kunjung selesai hingga hari ini.

Peristiwa Tragedi Semanggi I yang terjadi pada 13 November 1998, telah menewaskan 5 orang mahasiswa, diantaranya BR Norma Irmawan, mahasiswa Fakultas Ekonomi Atma Jaya; Engkus Kusnadi, mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ); Heru Sudibyo, mahasiswa Universitas Terbuka; Sigit Prasetyo, mahasiswa Universitas Yayasan Administrasi Indonesia (YAI); dan Teddy Wardani Kusuma, mahasiswa Institut Teknologi Indonesia (ITI). Peristiwa ini juga melukai sebanyak 253 orang lainnya.

“Sudah 19 tahun Tragedi Semanggi I ini berlalu, tetapi dalam perjalanannya praktik impunitas (kejahatan tanpa hukuman) tetap terjadi hingga hari ini,” kata Yati melalui rilis yang diterima Kiblat.net, Selasa (14/11/2017).

Menurut Yati, tidak tuntasnya kasus tersebut menjadi tanda gagalnya pemerintah dalam melaksanakan dan mengawal agenda keadilan transisi (transitional justice) dari rezim Orde Baru yang identik dengan otoritarianisme menuju pemerintahan yang demokratis pada era Reformasi.

Ia pun menyebutkan beberapa fakta sebagai indikasi untuk membuktikan gagalnya pemerintah dalam mengawal keadilan.

“Pertama, mereka yang diduga kuat sebagai aktor-aktor yang terlibat dalam peristiwa pelanggaran HAM yang berat masih duduk dan pemegang kekuasaan atau berada di lingkaran kekuasaan Pemerintahan,” ungkapnya.

Yati pun menyebut salah satu contoh yaitu diangkatnya Wiranto sebagai Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam). Wiranto, kata dia, berdasarkan hasil penyelidikan pro justisia Komnas HAM diduga terlibat dalam kasus pelanggaran HAM berat masa lalu, termasuk dalam peristiwa Tragedi Semanggi I.

Lebih lanjut, sejak menjabat sebagai Menkopolhukam, Kontras mencatat bahwa terdapat agenda terselubung yang dilakukan Wiranto untuk mencampuradukkan penyelesaian peristiwa pelanggaran HAM berat masa lalu dengan tugasnya sebagai Menkopolhukam, Yaitu dengan mengusulkan pembentukan lembaga baru, Dewan Kerukunan Nasional (DKN).

Kontras mencatat bahwa rencana pembentukan DKN merupakan upaya cuci tangan Wiranto mengingat rekam jejaknya diduga kuat bertanggungjawab atas peristiwa pelanggaran HAM yang berat masa lalu dengan penanganan konflik sosial.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: M. Rudy

... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Turki

Erdogan: Rusia dan Amerika Harus Tarik Pasukan dari Suriah

"Saya mengalami kesulitan untuk memahami pernyataan-pernyataan ini," kata Erdogan kepada wartawan sebelum terbang ke Rusia untuk melakukan pembicaraan dengan Putin. "Jika solusi militer bukan, mereka harus menarik pasukan mereka," imbuhnya.

Selasa, 14/11/2017 10:29 0

Arab Saudi

Saudi Akan Jadi Tuan Rumah Pertemuan Besar Oposisi Suriah

“Berdasar dari kebijakan Kerajaan yang mendukung upaya damai dan memerangi terorisme, dan juga menjawab permintaan oposisi Suriah, akan digelar pertemuan (oposisi Suriah) di kota Riyadh,” kata kantor berita resmi Arab Saudi, SPA, pada Senin (13/11).

Selasa, 14/11/2017 09:15 0

Afrika

Republik Afrika Tengah Kembali Memanas, 7 Warga Muslim Terbunuh

kondisi ibukota memanas sejak Sabtu malam lalu ketika sebuah granat meledak di sebuah acara di kawasan Lingkaran Ketiga, kawasan yang dihuni warga Muslim. Bentrokan itu berlanjut hingga Ahad pagi.

Selasa, 14/11/2017 08:10 0

Myanmar

Myanmar Ganti Komandan Penanggung Jawab Operasi di Arakan

"Saya tidak tahu mengapa dia dipindahkan," kata Petugas Informasi Angkatan Darat Mayor Jenderal E Lewin kepada Reuters.

Selasa, 14/11/2017 06:41 0

Amerika

Biayai Perang dengan Hutang, Bunga Pinjaman AS Capai $ 8 Miliar

Biaya yang harus ditanggung Amerika Serikat dalam perang global melawan “teror” masih harus dikalkulasi kembali. Ada alasan yang sangat kuat untuk melakukan penghitungan biaya tersebut. Secara keseluruhan, faktanya AS sendiri belum membayar biaya-biaya perang yang ada, dan Amerika membiayai berbagai perang dan konflik itu dari hutang.

Selasa, 14/11/2017 05:38 0

Iran

Korban Tewas akibat Gempa Iran-Irak Capai 350 Jiwa Lebih

Gempa berkekuatan 7,3 SR yang menguncang perbatasan utara Iran-Irak, menewaskan lebih dari 358 jiwa di Iran dan 7 jiwa di Irak. Sedangkan ribuan orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.

Senin, 13/11/2017 20:02 0

Asia

Lagi, Warga Muslim di India Dibunuh Karena Sapi

Insiden tersebut terjadi di distrik Alor pada Sabtu (11/12) ketika dua orang warga Muslim menuntut empat ekor sapi (hewan yang disucikan pengikut Hindu) ke sebuah desa di distrik Paratpur.

Senin, 13/11/2017 16:19 0

Afghanistan

Taliban Promosikan Unit Pasukan Khusus di Provinsi Laghman

Taliban Afghanistan baru-baru ini mempromosikan "Unit Pasukan Khusus" yang konon beroperasi di provinsi Laghman, Afghanistan timur. Sejak tahun 2015, Taliban telah mengiklankan apa yang disebut "Unit Pasukan Khusus" yang diketahui beroperasi di provinsi Afghanistan selatan.

Senin, 13/11/2017 13:45 0

Irak

Lebih dari 141 Orang Tewas dalam Gempa di Perbatasan Iran-Iraq

Gempa berkekuatan 7,3 SR telah melanda wilayah perbatasan antara Iraq dan Iran, menewaskan lebih dari 141 orang dan melukai 1.000 lainnya.

Senin, 13/11/2017 13:10 0

Turki

Turki Akan Kembangkan Sistem Rudal Jenis S-400 bersama Italia dan Perancis

S-400 adalah sistem rudal jarak jauh anti pesawat tercanggih buatan Rusia yang bisa membawa tiga jenis rudal dengan kemampuan menghancurkan berbagai macam target, termasuk menembak jatuh rudal balistik dan rudal penjelajah.

Senin, 13/11/2017 11:43 0